mediaindonesia.com

Cara Budidaya Ikan Nila

Posted on

Cara Budidaya Ikan Nila – Budidaya ikan nila merupakan salah satu usaha yang paling banyak dilirik oleh pebisnis. Maklum saja, ternak ikan termasuk dalam usaha yang tidak pernah mati. Selain mudah didapatkan, ikan memiliki kandungan gizi tinggi yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh. Ikan ini pun mudah dibudidayakan, bahkan ada yang berhasil menggunakan metode Budidaya Ikan Nila dalam Ember.

Rasa ikan nila pun lezat sehingga hampir seluruh kalangan menyukainya. Baik dari anak kecil hingga lanjut usia. Mudahnya pengolahan pun menjadi salah satu alasan mengapa ikan nila sangat disukai.

Tiga Metode Cara Budidaya Ikan Nila Beserta Keunggulannya

Cara Budidaya Ikan Nila
analisausaha.id

Produksi ikan nila di Indonesia terus mengalami kenaikan, dari tahun 2015 hingga 2018 naik hingga 7,62%. Jika Anda mulai tertarik untuk terjun dalam usaha budidaya ikan, maka Anda harus mengetahui lebih dulu Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila  dan apa saja metode ternak yang dapat dijadikan pilihan.

Sebenarnya, cukup banyak metode yang bisa Anda terapkan, tetapi ada tiga yang paling disukai oleh pembudidaya.

Apa saja? Berikut uraiannya.

1. Sistem Konvensional

Sistem Konvensional Budaya Ikan Nila
tambak ikan nila – radarjogja.jawapos.com

Seperti tambak ikan pada umumnya, sistem budidaya ikan nila yang pertama ini adalah menggunakan kolam besar. Kolam besar terbuat dari semen dan sebagian lagi dilapisi dengan pelapis untuk dinding.

Sistem budidaya ikan nila secara konvensional memiliki keunggulan, yakni bisa digunakan untuk skala besar, lebih awet karena kolamnya terbuat dari semen, dan perawatan mudah dan sederhana, hanya menggunakan sikat.

Sebaiknya jika Anda memilih sistem Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton yang satu ini maka perhitungannya harus matang. Karena pada umumnya para peternak skala besarlah yang menggunakan kolam permanen untuk melakukan ternak ikan nila.

Selain menggunakan kolam semen atau beton. Sistem ini pun bisa menggunakan media tanah atau biasa disebut dengan Budidaya Ikan Nila Kolam Tanah.

Jika Anda dapat menerapkan sistem ternak ikan nila ini dengan maksimal, maka keuntungannya juga dapat diperoleh pun akan maksimal. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Anda bisa meraup puluhan juta sekali masa panen ikan. Menggiurkan, bukan?

2. Sistem Rumahan

Budidaya Ikan Nila Sistem Rumahan
budidaya ikan nila rumahan – youtube.com

Metode ternak ikan nila yang kedua adalah rumahan. Bukan hanya di kolam besar atau area tambak, ikan nila ternyata juga bisa dikembangbiakkan di rumah. Dalam artian, kolam yang digunakan di rumah tentu tidak sebesar di daerah tambak.

Keunggulan dari sistem budidaya ikan nila yang satu ini adalah lebih praktis dan dapat digunakan pemula untuk belajar. Metode ternak rumahan pun menawarkan keuntungan lain, yakni mudah dipantau.

Ingat, meskipun ikan nila mudah beradaptasi dengan lingkungannya, faktanya ikan nila tidak terhindar dari penyakit berbahaya penyebab kematian. Seperti makhluk hidup atau hewan ternak lainnya, ikan nila juga dapat terkena berbagai jenis penyakit maupun jamur.

Jika kolamnya dekat dengan tempat tinggal atau di halaman rumah, maka pemantauan kesehatan ikan akan lebih maksimal. Risiko kerugian pun dapat ditekan secara maksimal.

BACA JUGA  Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

3. Sistem Bioflok

Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok
budidaya ikan nila bioflok – mongabay.co.id

Banyak peternak kekinian yang memilih sistem budidaya ikan nila dengan bioflok. Mengapa demikian? Karena bahan mudah didapat, harga pun murah sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Terutama bagi pemula yang masih belajar menyesuaikan diri.

Metode ini juga biasa disebut dengan Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal karena menggunakan kolam terpal yang terbuat dari bahan kedap air. Terpal biasanya digunakan untuk melindungi bangunan dari angin dan air. Sering juga digunakan untuk menutupi barang bawaan agar tidak terkena panas maupun hujan di truk maupun mobil bak terbuka

Lantaran terbuat dari terpal, maka kolam bioflok memiliki keunggulan tersendiri. Pertama, harganya tentu lebih murah dibanding membuat kolam berbahan semen atau tanah. Selain itu, metode ini pun tidak memerlukan banyak lahan. Anda dapat membuatnya di halaman sempit sekalipun.

Keunggulan yang kedua adalah efisiensi. Berdasarkan penelitian, suasana dalam kolam bioflok menyerupai habitat asli sehingga persentase hidup ikan nila sangat tinggi. Inilah alasan mengapa banyak orang memilih sistem ternak bioflok.

Jenis Ikan Nila yang Cocok Dibudidayakan

Jenis Ikan Nila Dibudidayakan
news.unair.ac.id

Tak berbeda jauh dengan ikan lainnya, nila memiliki banyak jenis. Bahkan, di pasaran Anda akan dengan mudah menemukan ikan nila berbagai ukuran, bentuk, dan corak. Setiap jenis ikan nila memiliki keuntungan tersendiri.

Kendati demikian, ada beberapa jenis ikan nila yang memang sangat disukai oleh peternak ikan. Apa saja? Berikut uraiannya.

1. Ikan Nila Lokal

Kendati dinamakan ikan nila lokal, faktanya ikan ini didatangkan dari Taiwan kemudian dikembangkan di Tondano, Sulawesi Utara. Setelah proses pengembangan sukses, ikan nila lokal mulai tersebar hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Bisa dibilang ikan ini yang paling banyak dijumpai dan dijual di pasaran.

2. Ikan Nila Merah GIFT

Karena Keuntungan Budidaya Ikan Nila Merah yang cukup menggiurkan sehingga ikan jenis ini banyak dikembang biakan. Ikan nila merah GIFT merupakan singkatan dari Genetic Improvement of Farmed Tilapia. Jenis ini merupakan hasil persilangan dari delapan jenis ikan berbeda. Ikan ini dikenal lebih tahan dari penyakit, lebih lezat, dan lebih produktif, mencapai dua tahun.

3. Ikan Nila BEST

Ikan nila Bogor Enhanced Strain Tilapia atau yang lebih dikenal dengan singkatan BEST merupakan ikan yang berasal dari persilangan empat jenis ikan. Jenis ini termasuk dalam daftar favorit peternak karena hemat pakan dan cepat berkembang. Selain itu, ikan ini pun memiliki persentase kehidupan yang tinggi dari jenis nila lainnya. Harga jualnya pun tinggi dan stabil.

5. Ikan Nila Gesit

Nila GESIT adalah singkatan dari Genetically Supermale Indonesia Tilapia, yang dikembangkan oleh BBPBAT, BPPT, dan IPB pada tahun 2006. Dengan begitu, ikan nila jenis ini adalah rekayasa genetika nila dari jenis GIFT yang berasal dari Filipina. Pemerintah mendatangkannya pada tahun 1994 dan 1997.

Jenis ikan nila lain yang tak kalah populer di kalangan peternak adalah ikan nila gesit. Ikan nila gesit memiliki tubuh yang besar, dapat mencapai 500 gram hanya dalam waktu empat bulan saja.

Nila GESIT adalah singkatan dari Genetically Supermale Indonesia Tilapia, yang dikembangkan oleh BBPBAT, BPPT, dan IPB pada tahun 2006. Dengan begitu, ikan nila jenis ini adalah rekayasa genetika nila dari jenis GIFT yang berasal dari Filipina. Pemerintah mendatangkannya pada tahun 1994 dan 1997.

Selain cocok dibudidayakan, ikan ini sangat bagus untuk persilangan. Pasalnya, ketika ikan nila gesit dikawinkan, persentase keberhasilannya sangat tinggi, mencapai 98%. Menariknya, benih yang dihasilkan dari perkawinan tersebut tergolong dalam kelompok unggulan.

BACA JUGA  Budidaya Ikan Nila Merah

6. Ikan Nila Nirwana

Ikan nila ras Wanayasa atau yang sering disebut dengan nila nirwana ini merupakan ikan yang berasal dari persilangan dan rekayasa genetik nila GET Filipina dan ikan nila Gift. Nama lain dari ikan nila nirwana juga dikenal dengan ikan nila jenis wanayasa. Ikan jenis ini dikenalkan oleh masyarakat Indonesia pada tahun 2006.

Kemudian, nila nirwana ini memiliki dua jenis, yaitu nila arwana 2 dan nila arwana 3. Nila arwana 2 diluncurkan oleh Balai Pengembangan Benih Ikan Wanayasa Purwakarta. Pertumbuhan nilai arwana 2 dinilai lebih cepat hingga 15% dibandingkan dengan nila arwana 1.

Tak lama kemudian, muncul jenis keluaran baru yaitu ikan arwana 3 yang paling diunggulkan oleh pelaku budidaya ikan nila. Pasalnya, ikan jenis ini bisa mencapai pertumbuhan 30% lebih cepat daripada ikan nila arwana sebelumnya.

Masa panennya pun hanya dua bulan dan persentase anakannya bisa mencapai 80%. Selain itu, FCR atau Food Convertion Ratio pada ikan nila arwana 4 ini mengantongi 1,4 sehingga pelaku budidaya bisa menghemat pakan.

Selain rasanya yang lezat, ikan ini memiliki harga jual yang tinggi karena ketebalan dagingnya di atas rata-rata. Bobotnya pun sangat besar, mencapai 650 gram. Lantaran dagingnya yang tebal dan gurih, ikan nila arwana sering diolah menjadi fillet dan menu khas restoran lainnya.

7. Ikan Nila SALINA

Saline Indonesian Tilapia atau yang lebih dikenal dengan nama Salina ini merupakan ikan asli Indonesia. Ikan yang tercatat sebagai hasil rekayasa BPPT ini memiliki ketahanan yang sangat bagus, tahan terhadap dampak buruk global warming, dan dapat bertahan hidup di lingkungan bersalinitas tinggi, yakni mencapai 20 hingga 2 5 Ppt.

Ikan ini juga dapat hidup di dekat laut dan memiliki Feed Conversion Ratio (FCR) rendah sehingga dapat menekan anggaran.

8. Ikan Nila Merah Nifi

Ikan National Inland Fish Institute atau disingkat NIFI merupakan hasil persilangan antara ikan nila betina luar negeri dengan ikan nila jantan lokal. Jenis ini sangat mudah dibedakan karena memiliki warna khas, yakni campuran antara warna kuning, merah, dan putih.

Kendati tak sepopuler ikan nila lokal atau ikan nila GIFT, ikan nila ini pun memiliki rasa yang tak kalah lezat. Bahkan, ikan ini pun dapat menghasilkan benih ikan nila jantan berkualitas tinggi. Dengan memiliki ikan nila NIFI Anda akan mendapatkan keuntungan ganda.

9. Ikan Nila Citralada

Ikan nila Citralada merupakan ikan yang didatangkan langsung dari Thailand sekitar tahun 1989. Dari luar, ikan ini memiliki bentuk yang mirip dengan ikan nila merah biasa. Namun, ikan nila Citralada memiliki garis vertikal yang tebal dan jelas. Warna merahnya pun lebih cerah dengan sirip ekor yang panjang.

Nila jenis ini memiliki kelebihan diantara jenis lainnya, yaitu bisa lebih banyak menghasilkan anakan nila berjenis kelamin jantan. Kemudian, untuk bobotnya sendiri bisa mencapai 200 gram di umur 4 bulan. Adapun tekstur khas dari jenis ikan nila citralada yaitu kenyal. Ikan jenis ini juga bisa memproduksi telur secara melimpah dengan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

10. Ikan Nila PANDU

Ikan nila Pandu tercatat sebagai ikan yang didatangkan langsung dari PT Aquafarm ke PBIAT Klaten pada tahun 1997. Jenis ikan nila ini memiliki warna dominan putih dengan sirip yang kemerahan.

11. Ikan Nila Larasati

Ikan nila larasati merupakan ikan yang dikembangkan di Klaten, Jawa Tengah. Jenis ini merupakan hasil dari perkawinan ikan nila kunti betina dengan ikan nila pandu jantan.

Keunggulan ikan nila larasati adalah kemampuan bertahan hidupnya yang di atas rata-rata, yakni di atas 90%. Kemudian, ikan jenis ini juga kenal terhadap bakteri Algalectiae dan Streptococcus.

BACA JUGA  Budidaya Ikan Nila Bioflok

Ikan ini juga cepat berkembang, mudah dirawat, dan memiliki food conversion ratio yang rendah sehingga pakan pun lebih awet. Selain itu, ikan nila larasati juga bisa dibudidayakan di berbagai macam media, mulai dari kolam air payau, kolam air tenang, kolam buatan, dan juga kolam air deras.

12. Ikan Nila Srikandi

Srikandi adalah singkatan dari Salinity Resistant Improvement Tilapia from Sukamandi. Dengan begitu, ikan nila jenis ini adalah bentuk persilangan dari nila nirwana hitam betina dengan biru jantan. Jika berniat untuk budidaya ikan nila jenis ini, lama pemeliharaannya yaitu sekitar 3 hingga 4 bulan dan bobot maksimalnya yaitu 250 gram per ekornya.

Ikan nila jenis ini begitu bergizi karena mengandung omega-3, omega-6, dan juga protein yang tinggi. Kemudian, rasa dagingnya juga enak dan gurih sehingga tidak heran jika banyak orang menggemari ikan nila jenis ini.

Tips Agar Ikan Nila Cepat Besar

Tips Agar Ikan Nila Cepat Besar
mediaindonesia.com

Lantas, bagaimana cara agar ikan nila cepat berkembang besar dan cepat panen? Berikut uraiannya.

1. Gunakan Kolam yang Ukurannya Memadai

Gunakan Kolam Ikan Nila yang Ukurannya Memadai
ukuran kolam ikan nila – gambardapurminimalist.blogspot.com

Cara utama untuk membuat ikan nila menjadi cepat besar adalah dengan menggunakan kolam yang ukurannya pas. Hindari menempatkan ikan nila pada kolam kecil karena ikan akan mudah stres dan tidak nafsu makan.

2. Pastikan Rasio Ikan Tidak Terlalu Sesak

Pastikan Rasio Ikan Nila Tidak Terlalu Sesak
rasio kolam ikan nila – lisa.id

Selain ukuran kolam yang harus disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan, jumlah ikan di dalam kolam juga harus disesuaikan, sebagai contohnya Ukuran Kolam Ikan Nila 1000 Ekor.

Ada beberapa jenis kolam yang pada umumnya digunakan pada budidaya ikan nila. Misalnya saja kolam terpal, kolam permanen, dan kolam kecil. Jenis-jenis kolam tersebut tidak sama dalam hal perbandingan ikan. Oleh karena itu, pastikan Anda mencari perbandingan yang tepat.

Namun, biasanya kolam budidaya yang telah terisi air dalamnya sekitar 60-75 cm. Hitungan padat tebar kolam tanah biasanya sebanyak 13-30 ekor/m2. Dengan begitu, jika ukuran benih sebesar 10-20 gram/ekor maka akan dipanen dengan ukuran 300 gram/ekor.

3. Pilih Benih yang Sejenis

Pilih BenihIkan Nila yang Sejenis
benih ikan nila – xproagrotama.weebly.com

Jangan menempatkan benih yang dalam satu kolam karena dapat meningkatkan kanibalisme. Memilih benih yang sejenis amat penting dalam menentukan keberhasilan budidaya ikan nila.

Jika ingin hasilnya optimal, pilihlah benih ikan yang berjenis kelamin jantan. Pasalnya, pertumbuhan ikan nila berkelamin jantan 40% lebih cepat dibandingkan ikan nila betina.

4. Gunakan Pakan yang Berkualitas

Gunakan Pakan Ikan Nila yang Berkualitas
pakan ikan nila berkualitas – rumahmesin.com

Pakan ikan nila ada yang dapat dibuat secara alami dan ada juga yang kemasan. Untuk hasil yang maksimal, berikan pakan berupa pelet yang mengandung kadar protein 20-30%. Pasalnya, setiap hari ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% dari bobot tubuhnya.

Berikan pakan pada pagi dan juga sore hari. Kemudian, lakukan evaluasi bobot tubuh ikan nila pada dua minggu sekali dengan mengambil sampel ikan nila secara acak dan menimbangnya. Kemudian, sesuaikan jumlah pakan yang harus diberikan setiap harinya.

5. Lakukan Pembersihan Kolam Secara Teratur

Lakukan Pembersihan Kolam Ikan Nila Secara Teratur
kolam ikan nila dibersihkan – ksdae.menlhk.go.id

Salah satu ancaman terbesar dari kolam yang kotor adalah mengganggu pertumbuhan ikan. Bahkan dapat menyebabkan kematian ikan nila. Oleh karena itu, pelaku budidaya ikan nila sebaiknya rutin membersihkan kolam sesuai dengan jenis kolam yang dimiliki.

6. Hindarkan Ikan Nila dari Penyakit

Hindarkan Ikan Nila dari Penyakit
penyakit ikan nila – jurnalasia.com

Penyakit menular adalah masalah yang serius ketika berbicara soal budidaya. Mengapa demikian? Karena hewan ternak hidup dalam satu area yang sangat dekat. Jika salah satu ikan saja terkena parasit atau jamur, maka kemungkinan ikan lain terkena pun sangat besar.

Ketika ikan menunjukkan gejala sakit, pastikan untuk memisahkannya ke dalam tempat lain, seperti kolam khusus atau ember. Selain itu, perhatikan juga kualitas air kolam.

Pasalnya, media penularan penyakit pada ikan nila adalah air. Meskipun ikan nila tergolong ikan yang tahan banting, namun jika ada serangan penyakit pada beberapa ikan perlu diwaspadai.

7. Hindari Doping

dopping obat ikan nila
dopping obat ikan – bioimun.com

Jangan memaksakan ikan untuk tumbuh besar dengan cara yang tidak wajar, misalnya dengan doping. Pemakaian obat-obatan tertentu yang dapat memicu hormon pertumbuhan bagi semua hewan ternak sangat tidak dianjurkan. Kandungan dari obat-obatan tersebut tentu dapat menimbulkan efek negatif bagi manusia.

Video Budidaya Ikan Nila di Lahan Sempit

Demikianlah informasi mengenai metode Budidaya Ikan Nila Merah beserta jenis dan cara mempercepat tumbuh kembangnya. Ternyata, ternak ikan nila merah tidak sesulit yang dibayangkan ya? Yuk, mulai usaha ternak ikan sekarang!

Cara Budidaya Ikan Nila

1 comment

  1. mantap gan info nya sanat bermanfaat sekai buat para masyarakat yang suka berternak ikan,,, lanjutkan gan,, moga sukses selalu gan … amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *