kabarbee.com

Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Posted on

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam BetonGEMARIKAN (Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan) merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan gizi masyarakat melalui konsumsi ikan.

Sebagai sumber pangan, ikan memiliki gizi yang tinggi, yaitu protein, omega 3 dan 6, vitamin, dan berbagai mineral. Ikan nila menjadi salah satu komoditi yang dikembangkan. Bagi yang tertarik untuk menjadi peternaknya, simak pembahasan tentang budidaya ikan nila di kolam beton pada artikel di bawah ini.

Hingga tahun 2017, produksi ikan nila masih didominasi di daerah Jawa Barat (344.583 ton), Sumatera Selatan (160.594 ton), Sumatera Barat (114.391 ton), Sulawesi Utara (91.571 ton), dan Sumatera Utara (51.228 ton).

Walaupun demikian, secara nasional produksinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan permintaan terhadap ikan tersebut pun semakin bertambah. Jadi, bagi peternak di luar daerah-daerah yang disebutkan tadi masih punya kesempatan lebar untuk menjaring pasar ikan nila.

Jenis-Jenis Kolam Untuk Budidaya Ikan Nila

jenis kolam untuk budidaya ikan nila
sangkutifarm.com

Sebelum lebih jauh membahas tentang budidaya ikan nila di kolam beton, ada beberapa jenis kolam untuk ikan nila yang perlu diketahui. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Namun, budidaya ikan nila di kolam beton merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan oleh pembudidaya ikan. Metode ini dianggap yang paling mudah dan mampu menghasilkan banyak ikan dalam satu kali masa panen. Berikut adalah jenis-jenis kolam yang dimaksud:

Baca Juga: Ukuran Kolam Ikan Nila 1000 Ekor

1. Kolam Terpal

Kolam ini cocok diaplikasikan bagi peternak yang memiliki lahan sempit. Selain itu, untuk daerah-daerah yang kurang air pun bisa menggunakan terpal sebagai solusinya. Struktur dan kondisi tanah yang kurang mendukung tidak menjadi alasan untuk menghambat seseorang dalam budidaya ikan nila.

Adapun keuntungan menggunakan kolam ini adalah suhu air lebih terkendali (stabil). Jadi saat cuaca mengalami perubahan secara ekstrim tidak perlu khawatir. Hasil panen pun ikannya tidak berbau lumpur.

Bagi pemula sangat disarankan menggunakan kolam terpal karena perawatannya cukup mudah. Selain lebih praktis, ikan pun lebih terlindungi dari predator.

BACA JUGA  Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

Namun jika beternak ikan nila di kolam terpal harus lebih bersabar karena pertumbuhannya tidak cepat. Peternak juga harus rajin memeriksa kolam sebab khawatir ada kebocoran akibat terkait paku, kawat, atau digerogoti oleh tikus.

2. Kolam Tanah

Kalau memiliki lahan yang luas, maka sebaiknya menggunakan kolam tanah dibandingkan kolam terpal. Pembuatan kolam ini tidak membutuhkan biaya banyak dan makanan ikan pun akan lebih alami, khususnya untuk ikan-ikan nila kecil.

Hanya saja peternak ikan nila di kolam tanah harus cerdik dalam mengontrol ikan-ikannya. Oleh sebab itu, kolam tanah cocok untuk mereka yang sudah berpengalaman sebelumnya.

Peternak di kolam ini harus mampu mengontrol kondisi kolam, mulai dari mendeteksi predator, jumlah debit air terutama saat sedang musim hujan, serta kebocoran. Kebocoran kolam tanah bisa disebabkan oleh hewan kecil, seperti yuyu (sejenis kepiting air tawar), dan tekanan air baik dari dalam maupun luar kolam.

3. Kolam Beton

Jika dibandingkan dengan kedua kolam sebelumnya, kolam beton yang memberikan banyak keuntungan. Keuntungan ini merupakan kombinasi dari kolam terpal dan tanah.

Hasilnya panen ikan tidak bau lumpur, kolam bisa digunakan berkali-kali (awet), tidak mudah bocor, aman dari predator, serta mudah dalam pengontrolan. Oleh sebab itu, banyak orang yang suka melakukan budidaya ikan nila di kolam beton.

Hanya saja peternak yang menggunakan kolam beton harus menyediakan budget lebih. Pembuatan kolam beton cukup memakan biaya.

Tapi anggap saja ini sebagai investasi karena kolam bisa digunakan untuk jangka panjang. Satu lagi, meskipun bisa menggunakan pakan alami seperti kolam tanah, jumlahnya tidak bisa sebanyak pada kolam tanah.

Tahapan Memulai Budidaya Ikan Nila Menggunakan Kolam Beton

Tahapan Memulai Budidaya Ikan Nila Menggunakan Kolam Beton
kabarbee.com

Lantas bagaimana cara memulai budidaya ikan nila menggunakan kolam beton? Adapun tahapannya, antara lain sebagai berikut.

1. Tahap Persiapan

Persiapan kolam harus dilakukan sejak jauh hari. Jika Anda belum memiliki kolam, maka Anda wajib membuatnya terlebih dahulu. Dalam proses pembuatan, Anda harus mengukur kolam sesuai kebutuhan, yakni banyaknya jumlah ikan yang akan dibudidayakan.

Setelahnya, buat kolam ikan sesuai ukuran dan bentuk yang dipilih, umumnya kotak atau persegi panjang. Lakukan proses pengeringan kolam lalu pengapuran. Proses ini dilakukan untuk mengatur keasaman air (Ph), mencegah hama, dan ancaman penyakit yang biasa menyerang ikan nila.

Kolam yang sudah melalui proses pengapuran harus diberi pupuk kandang dan diberi air dengan ketinggian sekitar 20 hingga 30 sentimeter.

BACA JUGA  Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila

Jika tahap tersebut telah selesai dilakukan, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyemprot pestisida ke dalam kolam lalu tambahkan air hingga kolam mencapai ketinggian sekitar 150 centimeter.

Tambahkan eceng gondok atau tumbuhan hijau lain ke dalam kolam kemudian tutup dan biarkan selama satu minggu penuh. Setelah tujuh hari, kolam dapat digunakan untuk budidaya ikan nila.

2. Tahap Pembenihan

Siapkan benih ikan nila yang sehat dan berkualitas. Ciri-ciri benih berkualitas adalah ukuran benih ikan nila sama besar dan panjang, kondisi ikan sehat tidak ada cacat fisik, gerakan benih ikan nila lincah, dan aktif.

Dalam tahap ini, siapkan benih ikan nila dengan ukuran 8 sampai 12 cm dengan kepadatan tebar 10 hingga 15 ekor/meter2. Setelah benih siap, ambil ember atau baskom lebar lalu isi dengan air kolam dan air biasa sedikit.

Pindahkan benih ikan nila dalam plastik secara perlahan ke dalam ember. Biarkan selama tiga puluh menit.

Tujuannya agar ikan nila lebih mudah beradaptasi dan ar tidak stres. Selang tiga puluh menit, pindahkan benih ke dalam kolam beton yang sudah Anda siapkan.

3. Tahap Pemeliharaan

Step pemeliharaan dibagi pada tiga hal,

a. Pemeliharaan Air Kolam

Penting bagi Anda untuk menjaga kualitas air kolam dengan tidak membiarkan air kolam keruh atau kotor. Air kolam harus dibersihkan ketika mengeluarkan bau tak sedap.

b. Pemberian Pakan

Pemberian pakan dilakukan tiga hari sekali. Saat pagi, siang, dan malam. Pakan yang dipilih berupa pelet dengan kadar protein sekitar 30%, karbohidrat 65%, dan lemak 75%.

c. Pengaturan Suhu Kolam

Kolam ikan nila harus berada pada suhu antara 18 oC hingga 30 oC. Jika suhu air kolam berada di bawah 13 oC, maka sistem kekebalan tubuh ikan nila akan berkurang.

4. Tahap Panen

Pada umumnya panen ikan nila dilakukan jika bobot pada ikan nila sudah mencapai 300 hingga 500 gram per ekor. Bisa juga dipanen setelah ikan nila mencapai umur empat hingga enam bulan.

Dalam proses pemanenan, Anda harus menyiapkan alat, seperti ember berisi air dan saringan ikan. Hindari menggunakan bahan atau alat berbahaya yang dapat melukai tubuh ikan.

Demikianlah informasi mengenai tahapan budidaya ikan nila di kolam beton yang perlu Anda ketahui. Ada juga jenis kolam lainnya yang bisa dipertimbangkan.

BACA JUGA  Ukuran Kolam Ikan Nila 1000 Ekor

Namun, kolam beton lah yang memberikan banyak keuntungan serta minim resiko. Kolam ini bisa dibuat di lahan luas maupun terbatas. Selain itu, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman bisa menghasilkan panen yang lebih maksimal di kolam beton. Tertarik untuk mencoba?

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *