Budidaya Ikan Nila Bioflok

Budidaya ikan nila bioflok merupakan sistem budidaya ikan yang menawarkan keuntungan luar biasa. Meskipun terbilang baru, cukup banyak pembudidaya ikan yang mulai beralih dari sistem konvensional ke sistem bioflok.

Barangkali Anda bertanya-tanya, mengapa demikian? Alasan utamanya adalah prosesnya yang mudah kemudian hasil panennya yang melimpah ruah.

Apa Itu Sistem Budidaya Ikan Nila Bioflok?

Apa Itu Sistem Budidaya Ikan Nila Bioflok?
mongabay.co.id

Dibandingkan dengan sistem konvensional, sistem bioflok dapat menekan kematian ikan lebih tinggi.

Tak sedikit pembudidaya yang mampu meraup keuntungan besar dalam satu kali panen lantaran persentase ikan yang layak jual dengan ikan cacat mencapai sembilan banding satu. Artinya, 90% ikan dapat dipanen dan dijual dengan harga tinggi.

Dengan metode bioflok, bakteri akan menguraikan kotoran atau sisa pakan ikan menjadi makanan yang dapat dikonsumsi ikan. Sistem ini meminimalisasi penggunaan air, mengingat adanya penerapan aturan kepadatan ikan.

Keunggulan Sistem Bioflok

Keunggulan Sistem Bioflok Ikan Nila
news.kkp.go.id

Lantas apa saja keuntungan menerapkan sistem bioflok dalam budidaya ikan nila? Berikut uraiannya.

Meningkatkan Survival Rate (SR)

Penerapan metode bioflok dapat meningkatkan survival rate atau kelangsungan hidup ikan nila. Hal ini diperkuat dari hasil panen yang mampu mencapai 90 persen dengan penggantian air yang sangat minim.

Menariknya, air bekas budidaya ikan nila tidak berbau menyengat layaknya metode lain, sebut saja metode kolam beton atau tanah. Selain bagus untuk kesehatan ikan, hal ini juga baik bagi lingkungan sekitar.

Tak hanya itu saja, jika disinergikan dengan pemeliharaan tanaman, seperti buah dan sayur, hal ini bisa membuka peluang bisnis baru dengan omzet tanpa batas.

Feed Conversion Ratio (FCR)

Menerapkan metode bioflok sama artinya Anda telah menggunakan sistem perbandingan optimal antara makanan dengan berat ikan. Misalnya, perbandingan berat pakan dengan massa ikan selama satu periode mencapai 1.05.
Artinya, 1.05 kilogram pakan akan menghasilkan satu kilogram ikan nila. Jika dibandingkan dengan metode konvensional yang umumnya mencapai angka 1.5, maka perbandingan sistem bioflok lebih efektif dan hemat pakan.

Tebar Padat

Tebar padat dalam metode bioflok sangat tinggi, rata-rata mencapai 100 hingga 150 ekor per meter kubik. Jika dibandingkan dengan tebar padat metode konvensional, maka perbandingannya mencapai sepuluh hingga lima belas kali lipat.

Pasalnya, tebar padat kolam konvensional sangat rendah, hanya mencapai sepuluh ekor per meter kubik. Inilah salah satu alasan kuat mengapa pembudidaya ikan mulai meninggalkan sistem budidaya ikan konvensional.

Meningkatkan Produktivitas

Metode bioflok sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas ikan. Pada metode konvensional, produktivitas ikan hanya mencapai dua kilogram per meter kubik. Sementara pada metode bioflok bisa mencapai 25 hingga 30 gram per meter kubik.

Artinya, penerapan metode bioflok meningkatkan produktivitas hingga lima belas kali lipat dibandingkan metode budidaya konvensional.

Waktu Pemeliharaan Singkat

Waktu pemeliharaan relatif singkat. Dengan benih ikan berukuran 8 hingga 10 cm, Anda hanya membutuhkan waktu selama tiga bulan sebelum masa panen tiba.

Artikel Terkait: Makanan Ikan Nila

Dalam waktu tiga bulan pemeliharaan, ikan dapat mencapai ukuran hingga tiga ratus gram per ekor atau lebih. Sementara pada kolam konvensional, waktu yang dibutuhkan sekitar empat hingga enam bulan dengan ukuran yang sama.

Hasil Lebih Optimal

Hasil ikan nila pada metode bioflok lebih optimal. Daging yang dihasilkan lebih gurih, minim kandungan air, tidak berbau, dan lebih sehat.

Lebih Menguntungkan

Dari sisi bisnis, budidaya ikan nila dengan metode bioflok sangat menguntungkan karena harga jualnya yang tinggi dan stabil.

Demikianlah informasi mengenai keuntungan sistem budidaya ikan nila bioflok yang perlu Anda ketahui. Dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, Anda bisa meraup omzet puluhan juta setiap kali panen. Tertarik?

Budidaya Ikan Nila Bioflok

Leave a Comment