gdmorganic.com

Cara Budidaya Ikan Lele

Posted on

Cara Budidaya Ikan Lele – Banyak yang menyukai Lele, bukan hanya karena rasanya yang enak, tetapi juga karena kandungan nutrisinya yang bermanfaat bagi tubuh. Karena alasan ini, budidaya Lele masih sangat menjanjikan hingga saat ini. Minat masyarakat terhadap ikan ini tetap tinggi.

Selain itu, Lele dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomis tinggi. Seorang petani Lele dapat memanfaatkannya untuk menjalankan bisnis produksi pangan olahan. Bagaimana cara budidaya Lele? Mari kita bahas.

Cara Budidaya Ikan Lele yang Tepat

Cara Budidaya Ikan Lele yang Tepat
elnandar.com

Cara membudidayakan ikan lele bisa dikatakan susah-susah gampang. Susahnya, kita harus jeli dan paham langkah-langkahnya agar tidak terjadi kesalahan pada prosesnya. Namun mudahnya, budidaya ini bisa kita lakukan di halaman rumah. Selain itu, Anda harus konsisten karena prosesnya cukup panjang hingga menunggu masa panen.

Selain konsisten dan juga telaten menjalankan semua langkah budidaya lele, peternak lele juga harus memahami bagaimana menghasilkan lele yang sehat dan baik. Yaitu dengan menjaga kebersihan air kolam, menjaga lele dari penyakit atau hama, serta juga terus meningkatkan pengetahuan tentang budidaya lele.

Keuntungan Budidaya Ikan Lele

Keuntungan Budidaya Ikan Lele
gdmorganic.com

Permintaan pasar untuk ikan lele cukup besar. Modal untuk budidayanya pun tergolong murah. Itulah beberapa alasan kenapa bisnis ternak lele sangat potensial. Keuntungannya bahkan tidak hanya sampai di situ saja. Simak keuntungan lainnya di bawah ini:

1. Ikan Lele Mudah Sekali Beradaptasi

Ikan Lele Mudah Sekali Beradaptasi
ikan lele mudah adaptasi – zerbejewelers.com

Lele merupakan salah satu jenis ikan tawar. Ikan ini bisa hidup di mana saja, selama air yang ditempatinya tawar. Untuk membudidayakannya, Anda hanya perlu menyiapkan kolam luas dan kedalaman yang ideal.

Lele adalah jenis ikan yang bisa hidup di kolam yang dilapisi semen, terpal, empang, atau kolam yang sekedar tanah. Lele akan berkembang biak dengan baik dan cepat, jika dipelihara secara rutin.

2. Memiliki Kekebalan Tubuh yang Kuat

Ikan Lele Memiliki Kekebalan Tubuh yang Kuat
daya tahan ikan lele kuat – lassernewstoday.com

Lele adalah jenis ikan tawar dengan kekebalan tubuh yang kuat. Sehingga, ikan tawar ini tidak mudah terkena serangan penyakit. Lendir yang ada pada tubuh lele memiliki fungsi untuk melindunginya dari berbagai penyakit. Dengan begitu, lele termasuk ke dalam salah satu ikan yang tidak mudah mati.

3. Benih Murah dan Mudah Dicari

Benih Ikan Lele Murah dan Mudah Dicari
rumahbudidaya.net

Benih ikan lele mudah sekali ditemukan. Pasalnya, ikan ini banyak ditemukan di perairan tawar, di sungai-sungai, dan tempat lainnya. Dengan begitu, mudah sekali para pembibit untuk membudidayakannya.

Benih lele bisa Anda beli dengan harga terjangkau. Sedangkan, harga jual lele terbilang cukup mahal. Tentu ini akan menjadi keuntungan untuk Anda yang berencana membudidayakannya.

4. Mudah Dipasarkan/Dijual

Ikan lele banyak diminati oleh masyarakat Indonesia dan permintaan akan ikan ini sangat tinggi. Ikan lele bisa dengan mudah dijual segar ke pasar tradisional, supermarket, agen-agen ikan, bahkan langsung ke tangan konsumen. Olahan ikan lele pun juga bisa dengan mudah dipasarkan baik secara online atau konvensional.

5. Nilai Ekonomis Tinggi

Permintaan ikan lele yang tinggi membuat peternak lele terus terus meningkatkan dan mempertahankan produksi. Di pasaran, harga ikan lele per kilonya adalah sekitar 14-17 ribu Rupiah.

Jika harga pakan stabil, harga 13 ribu saja peternak sudah untung. Dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan permintaan ikan lele yang signifikan sekitar 38%. Jadi budidaya lele sangat menguntungkan.

BACA JUGA  Cara Budidaya Ikan Lele Bioflok

Baca Juga:

Jenis-jenis Kolam

Jenis Jenis Kolam Budidaya Ikan Lele
analisausaha.id

Untuk membudidayakan ikan lele, Ada beberapa tipe kolam yang bisa dipilih. Namun, Anda harus memperhatikan jenis kolam yang akan dipilih.

Pasalnya, setiap kolam memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk memilih jenis kolam yang cocok, pertimbangkanlah kondisi budgeting, lingkungan, hingga ketersediaan tenaga kerja.

Untuk jenis kolam yang biasa digunakan, di antaranya seperti:

  • Kolam tanah
  • Kolam semen
  • Kolam jaring apung
  • Kolam terpal
  • Keramba

Namun, yang akan kami bahas di sini adalah jenis kolam tanah dan terpal yang banyak diminati.

Persiapan Kolam Tanah

Persiapan Kolam Tanah Budidaya Ikan Lele
sangkutifarm.com

Pertama-tama, kami akan membahas bagaimana cara mempersiapkan kolam tanah. Jika Anda memilih kolam ini, perhatikanlah tahapan-tahapan berikut:

1. Lakukan Pengolahan dan Pengeringan Tanah

Lakukan Pengolahan dan Pengeringan Tanah Kolam Lele
kolam lele kering – pixnio.com

Keringkan terlebih dahulu tanah sebelum menebar benih ikan lele. Lama pengeringan 3 hingga 7 hari, atau tergantung terik matahari. Sebagai patokan, kolam bisa dianggap kering jika tanahnya sudah mengalami retakan.

Tujuan pengeringan kolam yaitu untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat. Karena, keberadaannya dapat menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa saja berkembang pada periode budidaya sebelumnya.

Melalui proses pengeringan ini, sebagian besar dari mikro organisme akan mati. Cangkul atau bajak tanah jika permukaannya sudah kering.

Tujuannya untuk membuang gas beracun yang tertimbun dalam tanah dan memperbaiki kegemburan tanah. Gas-gas beracun tersebut terbentuk akibat menumpuknya sisa pakan ikan yang tidak dimakan.

2. Proses Pemupukan dan Pengapuran

Proses Pemupukan dan Pengapuran
proses pengapuran kolam – semangatlagi.blogspot.com

Pemupukan bertujuan agar menyediakan nutrisi bagi biota air seperti cacing dan fitoplankton. Biota tersebut, nantinya akan bermanfaat sebagai makanan alami ikan lele. Gunakanlah jenis pupuk organik yang ditambah urea dan TPS.

Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kompos dan kandang. Gunakan dosis sebanyak 250 hingga 500 gram per meter persegi. Untuk pupuk kimia, yaitu urea dan TPS, masing-masing 15 gram saja dan 10 gram untuk per meter persegi.

Selanjutnya lakukanlah pengapuran. Tujuannya untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Gunakanlah jenis kapur tohor atau dolomit.

Cara pengapuran sangat mudah. Anda hanya perlu menaburkannya secara merata pada permukaan dasar kolam. Setelah itu, baliklah tanah agar mudah meresap ke dalam. Dosis yang dianjurkan adalah 250 hingga 750 gram per meter persegi. Atau, dosis bisa disesuaikan tergantung tingkat keasaman tanah.

3. Cara Pengaturan Air kolam

Cara Pengaturan Air Kolam Lele
pengaturan air kolam lele – farming.id

Setelah kolam siap, selanjutnya aturlah ketinggian air. Ketinggian air yang ideal untuk kolam ikan lele adalah 100 hingga 120 cm. Lakukanlah pengisian air secara bertahap. Setelah proses pemupukan selesai, isi kolam dengan air 30 – 40 cm. Biarkanlah kolam agar tersinari matahari selama 7 hari.

Dengan kedalaman yang dangkal, sinar matahari akan tembus ke dalam dasar kolam. Sehingga, biota seperti fitoplankton akan tumbuh dengan baik di dasar kolam. Nantinya, air kolam yang telah ditumbuhi fitoplankton akan berwarna kehijauan.

Persiapan Kolam Terpal

Persiapan Kolam Terpal Budidaya Ikan Lele
kombespagi.com

Selain kolam tanah, kolam terpal pun bisa digunakan untuk membudidayakannya. Kolam terpal bisa Anda buat sendiri di halaman rumah. Apalagi, kolam terpal model baru yang cocok digunakan untuk lahan sempit. Kolam terpal ini disebut dengan kolam metode bioflok. Cara menyiapkannya adalah sebagai berikut:

  • Bersihkan kolam terpal terlebih dahulu dengan sabun kemudian bilas hingga bersih, lalu keringkan.
  • Bentangkan kolam menyerupai kolam. Terpal juga bisa Anda sanggah dengan besi atau buat kolam dengan susunan balok yang dilapisi terpal.
  • Isilah air ke dalam terpal setinggi 20-30 cm.
  • Diamkan air selama 7 hingga 10 hari. Tujuannya agar terjadi pembentukan lumut dan fitoplankton. Setelah itu, tambahkan air dengan kedalaman ideal yaitu 80-90 cm.
  • Sesudah kolam siap, masukan beberapa irisan daun singkong dan pepaya untuk mengurangi bau air pada kolam.
BACA JUGA  Budidaya Ikan Lele di Drum

Saat ini penggunaan kolam bundar dari terpal ini banyak dilakukan oleh para peternak lele di Indonesia. Pasalnya kolam ini sangat praktis dan ukurannya bisa dibuat custom menyesuaikan lahan yang ada. Jadi, ternak lele rumahan sangat memungkinkan dengan kolam terpal ini.

Sejak dilakukan pengembangbiakan dengan sistem bioflok ini oleh KKP di tahun 2017, terjadi peningkatan produksi nasional secara signifikan. Pasalnya cara ini lebih mudah, praktis, dan bisa dilakukan dari rumah ke rumah.

Artikel Lain:

Cara Memilih dan Menebar Benih Ikan Lele

Cara Memilih dan Menebar Benih Ikan Lele
yuriebsf.com

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele ditentukan dari kualitas benihnya. Untuk benihnya sendiri, mudah didapatkan. Anda bisa membelinya atau melakukan pembenihan. Pada saat membeli benih, pastikan benih yang Anda beli sehat. Untuk menilai kesehatannya, perhatikanlah hal berikut:

  • Tidak terdapat luka pada permukaan tubuhnya
  • Gerakannya lincah
  • Bebas dari bibit penyakit
  • Gerakan renangnya normal

Untuk menguji gerakan bibit ikan lele, tempatkanlah pada arus air. Jika ikan menentang arus dan dapat bertahan, berarti gerakannya baik. Benih ikan lele umumnya memiliki panjang 5 – 7 cm. Usahakanlah ukuran benihnya rata agar bisa tumbuh dan berkembang serempak.

Setelah benih siap, sebelum ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Masukkanlah benih beserta wadahnya (jerigen/ember) ke dalam kolam. Biarkanlah selama 15 menit.

Tujuannya agar melakukan penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam. Miringkan wadah benih dan biarkanlah benih keluar sendiri. Metode ini pun bermanfaat agar benih tidak stres.

Pastikan kepadatan benih berjumlah 200 hingga 400 ekor untuk 1 meter persegi. Kepadatan jumlah benih tergantung dari kualitas air kolam. Semakin baik kualitasnya, semakin tinggi jumlah benih yang dapat ditampung.

Pastikan ketinggian air tidak lebih dari 40 cm pada saat penebaran. Tujuannya agar ikan lele dapat menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan dan bernafas.

Cara Memilih dan Pemberian Pakan

Cara Memilih dan Pemberian Pakan Ikan Lele
okdogi.com

akan adalah komponen paling vital pada saat proses budidaya ikan lele. Ada banyak merek dan ragam pakan yang ada di pasaran. Jenis pakan terbaik untuk lele adalah yang menawarkan Food Conversion Ratio (FCR).

FCR sendiri merupakan rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Lebih jelasnya, semakin kecil nilai FCR-nya, maka semakin bagus kualitas pakan tersebut.

Untuk pakan, Anda bisa mencapai hasil maksimal dengan biaya minimal. Caranya adalah dengan menerapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara seimbang. Jika papan dari pabrik dirasa cukup mahal, Anda bisa membuat sendiri pakan alternatif.

Untuk pakan utama, pilihlah yang memiliki kandungan protein hewani. Anda bisa memilih jenis pelet yang dijual di pasaran. Pastikan pelet mengandung protein minimal 30%, lemak 4 – 16%, karbohidrat 15 – 20%, vitamin dan mineral. Kandungan tersebut bisa Anda lihat di balik kemasan pelet yang Anda beli.

Selain pakan utama, Anda juga bisa memberi pakan tambahan. Pakan ini akan membantu menghemat biaya pengeluaran pakan. Jenis pakan tambahan yang bisa diberikan seperti:

  • Limbah ayam
  • Keong mas
  • Ikan rucah segar
  • Membuat belatung dari campuran ampas tahu
  • Dan lain-lain

Pakan harus diberikan sesuai kebutuhan. Umumnya, setiap hari ikan lele membutuhkan pakan 3 – 6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, lele dengan ukuran 50 gram, memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram per ekor. Lalu, setiap 10 hari Anda harus mengambil sampling ikan lele untuk ditimbang.

Kemudian, sesuaikan lagi jumlahnya. Jangan lupa untuk terus memperhatikan pemberian pakannya. Karena, ikan lele memiliki sifat kanibal. Jika kekurangan makanan, bisa jadi mereka akan memakan satu sama lain.

Cara Panen Budidaya Ikan Lele

Cara Panen Budidaya Ikan Lele
Ikan lele baru bisa dipanen jika beratnya sudah mencapai 9 hingga 12 kg. Ukuran itu bisa didapat dalam waktu 2,5 hingga 3,5 bulan. Ukuran tersebut diperoleh dari benih yang berukuran 5 hingga 7 cm. Namun, jika lele akan dipasarkan secara ekspor, umumnya berat ikan lele hanya 500 gram saja per ekornya.

BACA JUGA  Cara Budidaya Ikan Lele di Terpal

Sebelum Anda memanen ikan lele, satu hari sebelumnya jangan diberi dulu pakan. Setidaknya 24 jam sebelum panen, jangan memberi makan lele. Tujuannya agar lele tidak buang kotoran pada saat diangkut. Lakukan juga sortasi untuk memisahkan ikan lele berdasarkan ukuran.

Panenlah ikan lele dengan cara menyurutkan air kolam dulu. Lalu gunakan serokan besar untuk memindahkan lele ke dalam wadah plastik. Pindahkan dengan hati-hati dan jangan membuat ikan stress.

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Ikan Lele

Hama dan Penyakit Pada Budidaya Ikan Lele
youtube.com

Hama pada budidaya lele yang harus diwaspadai adalah linsang, musang air, burung, dan ular. Hama lain yang menjadi pesaing juga harus diwaspadai, seperti mujair. Untuk mencegahnya, pasanglah saringan pada jalan masuk dan keluar air. Selain saringan, juga bisa menggunakan pagar di sekeliling kolam.

Sedangkan untuk penyakit yang biasa muncul pada lele datang dari protozoa, virus, dan bakteri. Ketiganya merupakan jenis mikro organisme yang dapat mengganggu budidaya ikan lele Anda. Efek yang ditimbulkan di antaranya seperti terdapat luka pada kepala dan ekor, bintik putih, dan perut kembung.

Untuk mencegah infeksi, lakukanlah langkah-langkah berikut:

  • Kontrol kelebihan pakan
  • Pertahankan suhu pada kolam sekitar 28 derajat celcius
  • Menjaga kebersihan kolam secara rutin dan berkala

Kuncinya adalah menjaga kebersihan air dalam kolam dan jangan biarkan air sampai menjadi keruh dan kotor. Kotoran ikan lele juga menjadi pemicu kotornya air dalam kolam.

Pemasaran Hasil Budidaya Ikan Lele

Pemasaran Hasil Budidaya Ikan Lele
komunitas-lelesangkuriang.blogspot.com

Harga jual ikan lele yang terus naik menandakan permintaan ikan lele yang semakin meningkat. Tahun 2020 ini, produksi ikan lele nasional diprediksi naik hingga 20 persen.

Dalam kondisi pandemi pun permintaan ikan lele tidak mengalami penurunan. Dengan sistem kolam terpal atau Budikdamber produksi ikan lele bisa stabil memenuhi permintaan masyarakat.

Ikan lele bisa dipasarkan dengan berbagai cara misalnya dijual segar, beku, diolah menjadi panganan, atau dimasak. Saluran distribusi untuk ikan lele cukup banyak misalnya supermarket, pasar tradisional, restoran-restoran, dan juga langsung ke konsumen.

Untuk olahan ikan lele, hadirnya e-commerce dan cara pemasaran secara digital memudahkan pelaku bisnis olahan ikan ini.

Saat pandemic ini, permintaan akan lele segar frozen, lele siap masak yang sudah dibumbui frozen, dan nugget lele meningkat drastis. Efek PSBB membuat orang memilih produk olahan frozen yang bisa disimpan lama dan ini merupakan sebuah potensi bisnis.

Pelaku budidaya ikan lele bisa memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan produksi lele atau minimal mempertahankan produksi.

Disaat bisnis lain merugi, peternak lele justru mendulang untung. Untuk menekan cost, bisa dilakukan dengan menanam sayur mandiri atau memanfaatkan sayuran bekas di pasar. Ini bisa menekan cost pakan sampai 30%.

Tanya Jawab Seputar Cara Budidaya Ikan Lele

1. Pertanyaan: Apa persiapan awal yang diperlukan sebelum memulai budidaya ikan lele?

Jawaban: Persiapan awal meliputi pemilihan lokasi yang tepat, persiapan kolam atau wadah budidaya, pengujian kualitas air, serta persiapan pakan dan bibit ikan lele yang berkualitas.

2. Pertanyaan: Bagaimana sistem pemberian pakan yang efektif untuk budidaya ikan lele?

Jawaban: Sistem pemberian pakan yang efektif meliputi pemberian pakan berupa pelet ikan yang mengandung nutrisi lengkap, sesuai dengan kebutuhan ikan lele, dan diberikan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan.

3. Pertanyaan: Apakah budidaya ikan lele memerlukan perawatan khusus?

Jawaban: Ya, budidaya ikan lele memerlukan perawatan khusus seperti pemantauan kualitas air secara rutin, pemberian pakan yang tepat, kontrol terhadap hama dan penyakit, serta pembersihan kolam secara berkala.

4. Pertanyaan: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk masa pemeliharaan sebelum ikan lele siap panen?

Jawaban: Waktu pemeliharaan ikan lele sebelum panen tergantung pada ukuran panen yang diinginkan. Namun, secara umum, ikan lele dapat dipanen dalam rentang waktu 3 hingga 6 bulan setelah masa pemeliharaan dimulai.

5. Pertanyaan: Apakah budidaya ikan lele cocok untuk usaha skala kecil?

Jawaban: Ya, budidaya ikan lele cocok untuk usaha skala kecil karena biaya modal awal yang relatif rendah, serta potensi untuk mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Selain itu, ikan lele juga memiliki pasar yang stabil dan permintaan yang tinggi.

Demikian ulasan seputar cara dan keuntungan budidaya ikan lele. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda yang tertarik membudidayakannya.

Cara Budidaya Ikan Lele

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *