Cara Budidaya Ikan Lele

Budidaya Ikan Lele – Lele adalah jenis ikan yang banyak disukai. Selain rasanya yang lezat, juga mengandung nutrisi bermanfaat untuk tubuh. Itulah alasan kenapa budidaya ikan lele hingga saat ini masih sangat potensial. Minat masyarakat terhadap ikan yang satu ini, belum juga surut.

Cara Budidaya Ikan Lele yang Tepat

Cara Budidaya Ikan Lele yang Tepat
elnandar.com

Cara membudidayakan ikan lele bisa dikatakan susah-susah gampang. Susahnya, kita harus jeli dan paham langkah-langkahnya agar tidak terjadi kesalahan pada prosesnya. Namun mudahnya, budidaya ini bisa kita lakukan di halaman rumah. Selain itu, Anda harus konsisten karena prosesnya cukup panjang hingga menunggu masa panen.

Keuntungan Budidaya Ikan Lele

Keuntungan Budidaya Ikan Lele
gdmorganic.com

Permintaan pasar untuk ikan lele cukup besar. Modal untuk budidayanya pun tergolong murah. Itulah beberapa alasan kenapa bisnis ternak lele sangat potensial. Keuntungannya bahkan tidak hanya sampai di situ saja. Simak keuntungan lainnya di bawah ini:

1. Ikan Lele Mudah Sekali Beradaptasi

Lele merupakan salah satu jenis ikan tawar. Ikan ini bisa hidup di mana saja, selama air yang ditempatinya tawar. Untuk membudidayakannya, Anda hanya perlu menyiapkan kolam luas dan kedalaman yang ideal.

Lele adalah jenis ikan yang bisa hidup di kolam yang dilapisi semen, terpal, empang, atau kolam yang sekedar tanah. Lele akan berkembang biak dengan baik dan cepat, jika dipelihara secara rutin.

2. Memiliki Kekebalan Tubuh yang Kuat

Lele adalah jenis ikan tawar dengan kekebalan tubuh yang kuat. Sehingga, ikan tawar ini tidak mudah terkena serangan penyakit. Lendir yang ada pada tubuh lele memiliki fungsi untuk melindunginya dari berbagai penyakit.

Dengan begitu, lele termasuk ke dalam salah satu ikan yang tidak mudah mati.

3. Benih Murah dan Mudah Dicari

Benih ikan lele mudah sekali ditemukan. Pasalnya, ikan ini banyak ditemukan di perairan tawar, di sungai-sungai, dan tempat lainnya. Dengan begitu, mudah sekali para pembibit untuk membudidayakannya.

Benih lele bisa Anda beli dengan harga terjangkau. Sedangkan, harga jual lele terbilang cukup mahal. Tentu ini akan menjadi keuntungan untuk Anda yang berencana membudidayakannya.

Jenis-Jenis Kolam

Jenis Jenis Kolam Budidaya Ikan Lele
analisausaha.id

Untuk membudidayakan ikan lele, Ada beberapa tipe kolam yang bisa dipilih. Namun, Anda harus memperhatikan jenis kolam yang akan dipilih. Pasalnya, setiap kolam memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk memilih jenis kolam yang cocok, pertimbangkanlah kondisi budgeting, lingkungan, hingga ketersediaan tenaga kerja.

Untuk jenis kolam yang biasa digunakan, di antaranya seperti:

  • Kolam tanah
  • Kolam semen
  • Kolam jaring apung
  • Kolam terpal
  • Keramba

Namun, yang akan kami bahas di sini adalah jenis kolam tanah dan terpal yang banyak diminati.

Persiapan Kolam Tanah

Persiapan Kolam Tanah Budidaya Ikan Lele
sangkutifarm.com

Pertama-tama, kami akan membahas bagaimana cara mempersiapkan kolam tanah. Jika Anda memilih kolam ini, perhatikanlah tahapan-tahapan berikut:

1. Lakukan Pengolahan dan Pengeringan Tanah

Keringkan terlebih dahulu tanah sebelum menebar benih ikan lele. Lama pengeringan 3 hingga 7 hari, atau tergantung terik matahari. Sebagai patokan, kolam bisa dianggap kering jika tanahnya sudah mengalami retakan.

Tujuan pengeringan kolam yaitu untuk memutus keberadaan mikro organisme jahat. Karena, keberadaannya dapat menyebabkan bibit penyakit. Mikro organisme tersebut bisa saja berkembang pada periode budidaya sebelumnya.

Melalui proses pengeringan ini, sebagian besar dari mikro organisme akan mati.

Cangkul atau bajak tanah jika permukaannya sudah kering. Tujuannya untuk membuang gas beracun yang tertimbun dalam tanah dan memperbaiki kegamburan tanah. Gas-gas beracun tersebut terbentuk akibat menumpuknya sisa pakan ikan yang tidak dimakan.

2. Proses Pemupukan dan Pengapuran

Pemupukan bertujuan agar menyediakan nutrisi bagi biota air seperti cacing dan fitoplankton. Biota tersebut, nantinya akan bermanfaat sebagai makanan alami ikan lele. Gunakanlah jenis pupuk organik yang ditambah urea dan TPS.

Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kompos dan kandang. Gunakan dosis sebanyak 250 hingga 500 gram per meter persegi. Untuk pupuk kimia, yaitu urea dan TPS, masing-masing 15 gram saja dan 10 gram untuk per meter persegi.

Selanjutnya lakukanlah pengapuran. Tujuannya untuk menyeimbangkan keasamaan kolam dan membantu memberantas mikro organisme pathogen. Gunakanlah jenis kapur tohor atau dolomite.

Cara pengapuran sangat mudah. Anda hanya perlu menaburkannya secara merata pada permukaan dasar kolam. Setelah itu, baliklah tanah agar mudah meresap ke dalam. Dosis yang dianjurkan adalah 250 hingga 750 gram per meter persegi. Atau, dosis bisa disesuaikan tergantung tingkat keasaman tanah.

3. Cara Pengaturan Air kolam

Setelah kolam siap, selanjutnya aturlah ketinggian air. Ketinggian air yang ideal untuk kolam ikan lele adalah 100 hingga 120 cm. Lakukanlah pengisian air secara bertahap. Setelah proses pemupukan selesai, isi kolam dengan air 30 – 40 cm. Biarkanlah kolam agar tersinari matahari selama 7 hari.

Dengan kedalaman yang dangkal, sinar matahari akan tembus ke dalam dasar kolam. Sehingga, biota seperti fitoplankton akan tumbuh dengan baik di dasar kolam. Nantinya, air kolam yang telah ditumbuhi fitoplankton akan berwarna kehijauan.

Persiapan Kolam Terpal

Persiapan Kolam Terpal Budidaya Ikan Lele
kombespagi.com

Selain kolam tanah, kolam terpal pun bisa digunakan untuk membudidayakannya. Kolam terpal bisa Anda buat sendiri di halaman rumah. Cara menyiapkannya adalah sebagai berikut:

  1. Bersihkan kolam terpal terlebih dahulu dengan sabun kemudian bilas hingga bersih, lalu keringkan.
  2. Bentangkan kolam menyerupai kolam. Terpal juga bisa Anda sanggah dengan besi atau buat kolam dengan susunan balok yang dilapisi terpal.
  3. Isilah air ke dalam terpal setinggi 20-30 cm.
  4. Diamkan air selama 7 hingga 10 hari. Tujuannya agar terjadi pembentukan lumut dan fitoplankton. Setelah itu, tambahkan air dengan kedalaman ideal yaitu 80-90 cm.
  5. Sesudah kolam siap, masukan beberapa irisan daun singkong dan pepaya untuk mengurangi bau air pada kolam.

Cara Memilih dan Menebar Benih Ikan Lele

Cara Memilih dan Menebar Benih Ikan Lele
yuriebsf.com

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele ditentukan dari kualitas benihnya. Untuk benihnya sendiri, mudah didapatkan. Anda bisa membelinya atau melakukan pembenihan. Pada saat membeli benih, pastikan benih yang Anda beli sehat. Untuk menilai kesehatannya, perhatikanlah hal berikut:

  1. Tidak terdapat luka pada permukaan tubuhnya
  2. Gerakannya lincah
  3. Bebas dari bibit penyakit
  4. Gerakan renangnya normal

Untuk menguji gerakan bibit ikan lele, tempatkanlah pada arus air. Jika ikan menentang arus dan dapat bertahan, berarti gerakannya baik.

Benih ikan lele umumnya memiliki panjang 5 – 7 cm. Usahakanlah ukuran benihnya rata agar bisa tumbuh dan berkembang serempak.

Setelah benih siap, sebelum ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Masukanlah benih beserta wadahnya (jerigen/ember) ke dalam kolam. Biarkanlah selama 15 menit.

Tujuannya agar melakukan penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam. Miringkan wadah benih dan biarkanlah benih keluar sendiri. Metode ini pun bermanfaat agar benih tidak stres.

Pastikan kepadatan benih berjumlah 200 hingga 400 ekor untuk 1 meter persegi. Kepadatan jumlah benih tergantung dari kualitas air kolam. Semakin baik kualitasnya, semakin tinggi jumlah benih yang dapat ditampung.

Pastikan ketinggian air tidak lebih dari 40 cm pada saat penebaran. Tujuannya agar ikan lele dapat menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan dan bernafas.

Cara Memilih dan Pemberian Pakan

Cara Memilih dan Pemberian Pakan Ikan Lele
okdogi.com

Pakan adalah komponen paling vital pada saat proses budidaya ikan lele. Ada banyak merek dan ragam pakan yang ada di pasaran. Jenis pakan terbaik untuk lele adalah yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR).

FCR sendiri merupakan rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Lebih jelasnya, semakin kecil nilai FCR-nya, maka semakin bagus kualitas pakan tersebut.

Untuk pakan, Anda bisa mencapai hasil maksimal dengan biaya minimal. Caranya adalah dengan menerapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara seimbang. Jika papan dari pabrik dirasa cukup mahal, Anda bisa membuat sendiri pakan alternatif.

Untuk pakan utama, pilihlah yang memiliki kandungan protein hewani. Anda bisa memilih jenis pelet yang dijual di pasaran. Pastikan pelet mengandung protein minimal 30%, lemak 4 – 16%, karbohidrat 15 – 20%, vitamin dan mineral. Kandungan tersebut bisa Anda lihat di balik kemasan pelet yang Anda beli.

Selain pakan utama, Anda juga bisa memberi pakan tambahan. Pakan ini akan membantu menghemat biaya pengeluaran pakan. Jenis pakan tambahan yang bisa diberikan seperti:

  • Limbah ayam
  • Keong mas
  • Ikan rucah segar
  • Membuat belatung dari campuran ampas tahu
  • Dan lain-lain

Pakan harus diberikan sesuai kebutuhan. Umumnya, setiap hari ikan lele membutuhkan pakan 3 – 6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, lele dengan ukuran 50 gram, memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram per ekor. Lalu, setiap 10 hari Anda harus mengambil sampling ikan lele untuk ditimbang.

Kemudian, sesuaikan lagi jumlahnya. Jangan lupa untuk terus memperhatikan pemberian pakannya. Karena, ikan lele memiliki sifat kanibal. Jika kekurangan makanan, bisa jadi mereka akan memakan satu sama lain.

Cara Panen Budidaya Ikan Lele

Cara Panen Budidaya Ikan Lele

Ikan lele baru bisa dipanen jika beratnya sudah mencapai 9 hingga 12 kg. Ukuran itu bisa didapat dalam waktu 2,5 hingga 3,5 bulan. Ukuran tersebut diperoleh dari benih yang berukuran 5 hingga 7 cm. Namun, jika lele akan dipasarkan secara ekspor, umumnya berat ikan lele hanya 500 gram saja per ekornya.

Sebelum Anda memanen ikan lele, satu hari sebelumnya jangan diberi dulu pakan. Tujuannya agar lele tidak buang kotoran pada saat diangkut. Lakukan juga sortasi untuk memisahkan ikan lele berdasarkan ukuran.

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Ikan Lele

Hama dan Penyakit Pada Budidaya Ikan Lele
youtube.com

Hama pada budidaya lele yang harus diwaspadai adalah linsang, musang air, burung, dan ular. Hama lain yang menjadi pesaing juga harus diwaspadai, seperti mujair. Untuk mencegahnya, pasanglah saringan pada jalan masuk dan keluar air. Selain saringan, juga bisa menggunakan pagar pada sekeliling kolam.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Lele Bioflok

Sedangkan untuk penyakit yang biasa muncul pada lele datang dari protozoa, virus, dan bakteri. Ketiganya merupakan jenis mikro organisme yang dapat mengganggu budidaya ikan lele Anda. Efek yang ditimbulkan di antaranya seperti terdapat luka pada kepala dan ekor, bintik putih, dan perut kembung.

Untuk mencegah infeksi, lakukanlah langkah-langkah berikut:

  • Kontrol kelebihan pakan
  • Pertahankan suhu pada kolam sekitar 28 derajat celcius
  • Menjaga kebersihan kolam secara rutin dan berkala

Video Ternak Lele Tanpa Biaya Tambahan


Demikian ulasan seputar cara dan keuntungan budidaya ikan lele. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda yang tertarik membudidayakannya.

Budidaya Ikan Lele

Categories Lele

Leave a Comment