samarpraktik.com

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah

Posted on

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah – Nila dan lele tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia dalam konsumsi ikan. Fenomena ini tercermin dari meningkatnya jumlah peternak yang memusatkan perhatian pada budidaya lele.

Pada tahun 2023, produksi ikan lele mencapai angka 110.500 ton, menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Perkembangan ini didorong oleh kemudahan dalam metode budidaya, salah satunya adalah melalui kolam tanah. Metode ini semakin populer karena kesederhanaannya serta hasil yang menguntungkan.

Kelebihan dan Kekurangan Kolam Tanah untuk Budidaya Lele

Cara budidaya ikan lele di kolam tanah cukup banyak dilirik. Media kolam ini tergolong lebih mudah dan juga praktis. Kita tidak perlu membuat beton, atau membeli terpal untuk membuat kolam. Untuk lebih detailnya, berikut adalah kekurangan dan kelebihan dari budidaya dengan kolam tanah:

1. Timbulnya Pakan Alami

Salah satu kelebihan menggunakan cara budidaya ikan lele di kolam tanah adalah timbulnya pakan alami. Tanah merupakan tempat tumbuhnya mikroorganisme yang juga merupakan makanan tambahan untuk lele. Jadi, tanpa harus membeli pakan tambahan, lele bisa memakan mikroorganisme yang tumbuh dalam kolam.

2. Lebih Murah

Kelebihan lain dari cara budidaya ikan lele di kolam tanah adalah biayanya yang lebih murah. Untuk membuat kolam tanah, peternak tidak perlu membuat kolam dari semen, melainkan menggali tanah secara dalam. Setelah kolam sudah sering, maka dapat digunakan untuk budidaya lele.

3. Bisa Dialihfungsikan

Bagi yang sudah tidak ingin melanjutkan bisnis lelenya dapat mengalihkan fungsinya untuk hal lain seperti sawah. Bentuk kolam tanah tidak permanen sehingga sangat mudah untuk dialihkan fungsikan.

4. Rentan Bocor

Salah satu hal yang paling sering dikeluhkan oleh para peternak kolam tanah adalah kolamnya yang mudah bocor atau rentan. Karena terbuat dari tanah, maka kolam tanah memang tidak sekuat kolam tembok. Oleh karena itu, dalam pembuatannya, pastikan setiap sisi kolam dibuat dengan benar sehingga tidak ada kebocoran,

BACA JUGA  Cara Budidaya Ikan Lele

5. Mudah Kotor

Kekurangan lain dari kolam tanah adalah dalamnya yang mudah kotor dan tidak terkontrol. Hal ini membuat peternak kesulitan dalam membersihkan dan mengawasi lelenya. Apalagi jika ada hewan predator yang masuk ke dalam kolam. Oleh karena itu, pastikan untuk menjaga kebersihan kolam agar memudahkan proses budidayanya.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah yang Wajib Diketahui

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah yang Wajib Diketahui
bisaternak.blogspot.com

Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas cara membudidayakan lele dengan media kolam tanah. Kami akan ulas secara lengkap dan detail proses-prosesnya.

1. Proses Pembuatan Kolam Tanah

Proses Pembuatan Kolam Tanah Ikan Lele
youtube.com

Siapkanlah lahan yang akan dijadikan kolam. Selanjutnya, ikutilah langkah-langkah berikut ini:

  • Gali tanah dengan kedalaman sekitar 90 hingga 120 cm. Sedangkan untuk luas, Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Penggalian tanah dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul atau alat modern untuk hasil yang lebih cepat.
  • Hasil tanah galian jangan dibuang melainkan dapat dijadikan sebagai tanggul di pinggiran kolam. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar kolam lebih kuat dan tidak mudah bocor.
  • Biarkan tanah mengering hingga retak-retak. Biasanya proses ini membutuhkan waktu 4-7 hari, tergantung dengan sinar matahari yang didapatkan. Tujuannya untuk menghilangkan zat ataupun logam yang ada di dalamnya.
  • Setelah mengalami retak-retak, lakukan penggemburan menggunakan cangkul. Lakukan juga proses pengapuran agar pH tanahseimbang. Tanah yang gembur akan mudah ditumbuhi mikroorganisme yang baik, yang bisa menjadi pakan tambahan untuk lele.
  • Taburkanlah kapur tohor selama 7 hari. Hal ini bertujuan agar tanah tidak terlalu asam untuk kenyamanan lele. Semakin asam tanah, maka jumlah garam yang harus ditaburkan pun semakin tinggi.
  • Selanjutnya campur kapur yang telah ditaburkan dengan tanah yang telah digemburkan. Campur secara merata dan diamkan hingga 7 hari.
  • Lakukan proses pemupukan setelah proses pengapuran. Gunakan pupuk kandang berupa kotoran ternak yang mengering. Tujuan pemupukan agar lele mendapatkan pakan alami berupa cacing dan fitoplankton.
  • Isilah air sekitar 50 hingga 70 cm, lalu biarkan selama satu Minggu. Proses ini bertujuan agar cacing dan fitoplankton dapat berkembang biak. Tahap akhir, masukkanlah air dengan ketinggian ideal, yaitu 80-100 cm.
  • Salah satu cara tips agar kolam tanah tidak mudah bocor adalah dengan membuat tanggul lebih dan lebar. Untuk membuatnya lebih kuat, maka tanamkan tanggul 20 cm di bawah dasar kolam dan lebar atas sepanjang 1 meter.
BACA JUGA  Budidaya Ikan Lele di Drum

Cara lain dalam membuat tanggul adalah dengan membuat dasar kolam dalam posisi miring. Hal ini juga akan memudahkan proses pengurasan air ketika ingin membersihkan atau panen.

2. Pemilihan dan Penebaran Bibit Lele

Pemilihan dan Penebaran Bibit Lele
dewezz.com

Langkah selanjutnya yang perlu Anda siapkan adalah benih lele. Agar mendapatkan kualitas benih terbaik, simak berikut tipsnya:

Pastikan lele bergerak aktif di dalam kemasan

  • Pilihlah lele yang tidak cacat dari ujung kepala hingga ujung ekor
  • Pastikan lele aktif melakukan oksigenasi
  • Warna lele harus sama antara satu dengan yang lainnya

Sedangkan untuk cara penebaran benihnya, ikutilah langkah-langkah berikut:

  • Pastikan Anda memilih benih langsung tebar tanpa proses pemindaian terlebih dahulu.
  • Bibit siap tebar bisa dilihat dari ukurannya yang mencapai 2 hingga 5 cm.
  • Sediakanlah wadah berupa ember dan air bersih. Bersihkanlah benih lele sebelum ditebar. Caranya yaitu dengan memasukan benih ke dalam ember yang berisi air bersih. Diamkan selama 40 hingga 60 menit.
  • Tujuannya agar zat berbahaya pada lele hilang.
  • Pindahkan benih lele ke dalam wadah yang telah diisi dengan air kolam agar benih bisa beradaptasi di kolam.
  • Tebarkanlah benih lele ke dalam kolam yang sudah siap. Lakukan penebaran secara hati-hati agar lele tidak stres.

Triknya adalah, dengan memasukan benih beserta embernya. Kemudian, biarkan benih menyebar dengan sendirinya.

Baca Juga:

3. Pemeliharaan Ikan Lele dalam Kolam Tanah

Pemeliharaan Ikan Lele dalam Kolam Tanah
mcdayfish.blogspot.com

Agar hasil panen melimpah, lakukanlah pemeliharaan secara rutin. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Membersihkan kolam lele secara rutin. Hal ini untuk menghindari dan menghilangkan hama dan penyakit yang berpotensi tumbuh dalam kolam. Apabila frekuensi pemberian pakan tinggi, maka kolam pun harus sering dibersihkan juga. Cara lain untuk mengetahui kapan kolam harus dibersihkan adalah ketika munculnya bau dari kolam. Biasanya bau ini timbul akibat sisa-sisa pakan yang mengendap di dalam kolam.
  • Cara lain untuk menjaga kolam agar tetap bersih adalah dengan memasang jaring-jaring strimin pada kolam. Hal ini untuk menjaga dan mencegah hama untuk masuk ke dalam.
  • Beri pakan berkualitas baik. Pakan harus mengandung vitamin dan mineral yang lengkap.
  • Selain pakan kemasan, beri juga pakan tambahan seperti ikan dan keong sawah yang dicincang.
  • Selain pakan berupa daging-dagingan, Anda juga bisa memberinya sayuran hijau. Namun sebelumnya, iris-iris tipis sayuran sebelum Anda memberikannya.
  • Jagalah suhu air kolam pada kisaran 28 derajat celcius agar lele selalu dalam kondisi nyaman dan baik.
BACA JUGA  Analisa Budidaya Lele 5000 Ekor

4. Panen Ikan Lele

Panen Ikan Lele
samarpraktik.com

Panen lele pada kolam tanah bisa Anda lakukan setelah lele berumur 90 hari setelah ditebar. Adapun cara memanennya adalah sebagai berikut:

  • Buang sebagian air kolam untuk mempermudah Anda memanen lele.
  • Gunakan sarung tangan dan jaring agar tangan tidak terluka.
  • Sortir lele yang sudah dipanen. Pisahkan lele yang akan dijadikan indukan, yang dijual, dan lele yang akan
  • Anda konsumsi sendiri.

Pertanyaan Seputar Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah

1. Pertanyaan: Bagaimana cara mempersiapkan kolam tanah untuk budidaya ikan lele?

Jawaban: Persiapan kolam tanah meliputi pembersihan, pembuatan sistem drainase yang baik, pengukuran kualitas air, serta aplikasi pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas perairan.

2. Pertanyaan: Apa saja jenis pakan yang dapat diberikan pada ikan lele di kolam tanah?

Jawaban: Ikan lele dapat diberi pakan berupa pelet ikan komersial, limbah pertanian seperti dedak atau bekatul, cacing, dan pakan alami lainnya seperti lumut atau plankton.

3. Pertanyaan: Bagaimana cara mengelola kualitas air dalam kolam tanah untuk budidaya ikan lele?

Jawaban: Kualitas air dapat dijaga dengan melakukan penggantian air secara berkala, memantau suhu, pH, oksigen terlarut, dan amonia, serta menjaga kebersihan kolam agar tidak terjadi penumpukan limbah organik.

4. Pertanyaan: Apakah perlu melakukan pengendalian hama dan penyakit pada budidaya ikan lele di kolam tanah?

Jawaban: Ya, pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan dengan memantau kesehatan ikan secara berkala, memberikan pakan yang bergizi, dan menghindari overstocking yang dapat menyebabkan stres pada ikan.

5. Pertanyaan: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk masa pemeliharaan sebelum ikan lele dapat dipanen dari kolam tanah?

Jawaban: Waktu pemeliharaan tergantung pada ukuran panen yang diinginkan. Namun, secara umum, ikan lele dapat dipanen dalam rentang waktu 4 hingga 6 bulan setelah periode pemeliharaan dimulai.

Demikian langkah-langkah cara budidaya ikan lele di kolam tanah untuk pemula. Tertarik untuk berternak lele? Anda bisa memulainya dengan modal yang tidak terlalu besar, lho.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *