Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tembok

Cara budidaya ikan lele di kolam tembok adalah salah satu pilihan media terbaik untuk ternak lele. Kolam ini dibangun dengan menggunakan bahan pasir dan semen. Para peternak memilih kolam tembok karena daya tahannya yang bagus dan awet.

Cara Budidaya Ikan lele di Kolam Tembok untuk Pemula

Cara Budidaya Ikan lele di Kolam Tembok untuk Pemula
youtube.com

Cara membudidayakan lele di kolam tembok pun terbilang cukup mudah. Nah, kali ini kami akan mengulas tata cara dan tips membudidayakan ikan lele pada kolam tembok.

Langkah-Langkah Mempersiapkan Kolam

Langkah-Langkah Mempersiapkan Kolam Ikan Lele
youtube.com

Mempersiapkan kolam adalah salah satu langkah awal berternak ikan lele. Adapun persiapan yang harus Anda perhatikan adalah sebagai berikut:

Pembuatan Kolam

Kolam dibuat dengan menggunakan campuran semen dan pasir serta kerangka besi. Pembuatan konstruksi di bagian dasar dibuat agak miring dari arah masuknya air ke arah keluarnya air. Hal tersebut agar Anda mudah dalam melakukan pengurasan. Jangan lupa juga membuat parit di tengah kolam agar mudah saat proses panen.

Pengeringan Kolam

Pastikan kolam kering dan harus disterilkan terlebih dahulu. Caranya yaitu dengan mengisi air ke dalam kolam separuh dari tinggi kolam. Kemudian, masukan batang pohon pisang. Biarkanlah batang tersebut di dalam kolam hingga membusuk. Tujuannya yaitu untuk menghilangkan racun dari sisa zat kimia dari bahan konstruksi kolam. Setelah itu, keringkanlah air dalam kolam.

Pemupukan

Setelah kering dan batang pohon pisang diangkat, taburkanlah pupuk. Gunakanlah pupuk kotoran kambing, kotoran sapi, ataupun kompos yang dicampur tanah. Tujuannya agar cacing kecil dan plankton tumbuh sebagai pakan alami lele.

Pengisian Air

Pengisian air dilakukan secara bertahap. Pertama masukkan sekitar 30 cm, lalu diamkan 3 hari. Biarkan kolam tersinari cahaya matahari agar biota air dan plankton tumbuh dengan baik. Setelah 3 hari, tambahlah air sekitar 90 – 100 cm, atau tergantung kedalaman kolam.

Tahapan Produksi

Tahapan Produksi Budidaya Lele
contohternak.blogspot.com

Pada tahapan ini, Anda akan mengetahui bagaimana proses pemilihan bibit hingga panen. Berikut ulasannya:

Cara Memilih Bibit

Pilihlah jenis bibit yang bagus. Ciri-ciri bibit bagus dapat dilihat dari kelincahan gerakannya. Pastikan juga bibit yang Anda pilih tidak mengalami cacat tubuhnya dan tidak memiliki bercak.

Penebaran bibit

Masukkan bibit lele ke dalam kolam. Usahakan agar Anda tidak langsung memasukannya. Tujuannya agar lele dapat beradaptasi dengan suhu air. Pasalnya, suhu pada jerigen atau ember tempat benih lele berbeda dengan kolam.
Caranya, masukkanlah benih lele dengan wadahnya. Biarkan selama kurang lebih 15-30 menit. Biarkan lele keluar dengan sendirinya.

Artikel Lain: Biaya Ternak Lele Kolam Terpal

Pemberian Pakan

Pastikan Anda memberi pakan yang memiliki kandungan protein tinggi, vitamin, mineral, dan berbagai gizi lainnya. Untuk pakan alami, sudah tersedia di dalam kolam berupa cacing kecil dan plankton-plankton. Namun, pastikan pakan tambahannya Anda penuhi. Untuk pakan tambahan, Anda bisa menggunakan ikan rucah, bekicot, dan lainnya.

Pemeliharaan

Untuk pemeliharaan, pastikan Anda selalu membersihkan kolamnya secara rutin. Kuraslah kolam dan bersihkan jangan sampai ada endapan pakan di dasar kolam. Karena, endapan pakan mengandung zat ammonia yang dapat menyebabkan kematian pada lele. Pasanglah strimin untuk melindungi pipa atau pintu masuk air agar hama tidak masuk.

Masa Panen

Lele bisa dipanen setelah melewati masa 2,5 bulan hingga 3,5 bulan. Dua Minggu sebelum dipanen, pastikan frekuensi pakan Anda kurangi. Jangan lupa untuk menggunakan sarung tangan pada saat memanen agar tidak terluka. Untuk 1 kg lele, bisa berisi 5 hingga 9 ekor.

Nah, itulah cara budidaya ikan lele di kolam tembok. Prosesnya pun tergolong cukup mudah. Tertarik untuk memulainya? Siapkanlah tempat dan bahan-bahan untuk pembuatan kolamnya. Selamat mencoba.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tembok

Leave a Comment