Cara Menanam Brokoli

Posted on

Cara Menanam Brokoli – Brokoli merupakan salah satu sayuran yang sangat terkenal dengan kandungan asam folat yang tinggi. Tak heran banyak orang yang mencari jenis sayuran tersebut.

Bahkan tidak sedikit orang yang membudidaya sayuran brokoli tersebut. cara menanam brokoli juga terbilang sangat mudah ketika mengetahui bagaimana langkah serta perawatan yang tepat. Tertarik akan hal ini? Simak informasinya!

Cara Menanam Brokoli

cara menanam brokoli
polybag99.com

Berbicara mengenai brokoli, sayuran yang satu ini terbilang sangat mudah tumbuh. Bahkan hanya membutuhkan sedikit saja pemeliharaan sepanjang penanaman sayuran yang kaya akan asam folat tersebut. Sebelum disemai sebuah benih, tentunya diperlukan sebuah sterilisasi benih.

Memilih Varietas Brokoli

Memilih Varietas Brokoli Untuk Penanamannya
earthboundfarm.com

 

Langkah pertama dari cara menanam brokoli adalah memilih dan mengenali varietas brokoli yang akan ditanam. Iklim, kualitas tanah, dan tempat menanam brokoli akan mempengaruhi varietas

Untuk lahan yang tersedia dalam jumlah besar, varietas brokoli yang paling tepat untuk ditanam adalah brokoli yang memiliki mahkota besar seperti Archadia, Belstar, Munchkin, Nutri-Bud, dan Packman.

Sementara itu, apabila iklim di tempat penanaman dingin dan sejuk, varietas brokoli terbaik yang bisa ditanam adalah brokoli dengan banyak tunas. Brokoli dengan varietas ini ditandai dengan mahkota yang kecil dan penampilan yang lebat. Termasuk dalam varietas ini adalah Calbrese, De Cicco, dan Purple Peacock.

Apabila kualitas tanah baik, maka brokoli varietas romanesco dapat ditanam. Ciri-ciri yang paling kentara dari varietas ini adalah mahkota yang berbentuk kerucut dan jika dimakan terasa renyah. Veronica, dan Natalino adalah contoh dari varietas ini.

Lalu, pada tempat dengan iklim sejuk, brokoli varietas raab merupakan varietas terbaik yang bisa ditanam untuk panen yang lebih cepat. Contoh dari varietas ini adalah Sorrento dan Zamboni.

Memilih dan Menyiapkan Benih Brokoli

Memilih dan Menyiapkan Benih Brokoli
theseedcollection.com.au

Setelah menentukan varietas brokoli yang akan ditanam, langkah selanjutnya adalah memilih benih brokoli. Agar brokoli yang panen memiliki kualitas superior, maka benih yang ditanam pun harus berkualitas tinggi. Untuk membedakan benih berkualitas baik dan buruk, ada beberapa ciri yang bisa diperhatikan, diantaranya:

  • Benih utuh dan tidak cacat
  • Terbebas dari hama
  • Tidak tercampur dengan kotoran dan benih lain
  • Diambil dari bibit unggul
  • Peluang untuk jadi kecambah lebih dari 80%
  • Tenggelam saat direndam air
BACA JUGA  Cara Menanam Ginseng

Selain kualitas benih, hal lain yang harus diperhatikan adalah dataran tempat brokoli akan ditanam. Apabila brokoli akan ditanam pada dataran rendah, maka pilihlah benih untuk dataran rendah.

Sebaliknya apabila brokoli akan ditanam pada dataran tinggi, maka benih terbaik adalah benih untuk dataran tinggi.

Apabila benih terbaik telah dipilih, selanjutnya adalah menyiapkan benih untuk menjadi bibit. Agar benih tumbuh menjadi bibit terbaik, ada baiknya jika benih disterilisasi terlebih dahulu.

Penyiapan Bibit Brokoli

Penyiapan Bibit Brokoli
britaniasari.com

Cara sterilisasi tersebut yaitu dengan merendam benih brokoli dengan menggunakan fungisida selama kurang lebih 15 hingga 30 menit. Setelah hal tersebut, dilakukan penyeleksian benih dan rendam benih selama kurang lebih 12 jam sampai benih terlihat pecah agar mudah berkecambah.

Penanaman Bibit Brokoli

Penanaman Bibit Brokoli
youtube.com

Setelah mengetahui bibit mana yang cocok dan sehat untuk ditanam, saatnya melanjutkan ke langkah berikutnya. Langkah tersebut yaitu penanaman bibit brokoli. Namun dalam cara menanam brokoli ini terdapat langkah yang penting untuk diperhatikan dan harus dilakukan dengan seksama, antara lain:

1. Memeriksa Keadaan pH Tanah

pH yang paling cocok untuk ditanami brokoli yaitu kisaran 6,0 dan juga 7,0. Untuk menguji pH tanah tersebut, bisa dengan menambah nutrisi yang berbeda pula untuk menyesuaikan sebuah keasaman pada tanah. Tentunya pengujian tanah ini dilakukan secara berkala sesuai dengan proses pertumbuhan yang ada.

Adanya kesalahan terhadap pH tentunya akan mempengaruhi kualitas hasil tanaman di kemudian hari. Keadaan tanah yang terlalu masam atau bahkan juga basa akan mempengaruhi bagaimana penyerapan suatu unsur hara.

Pengambilan sampel tanah untuk pengukuran pH ini dengan mengambil 5 titik tanah di sudut yang berbeda.

Baca Juga: Cara Menanam Cabe Merah Keriting

Ketika pH yang ada di lahan ternyata di bawah 6,0, tentunya diperlukan penambahan kompos atau campuran sebuah tanaman untuk menambah pH tanah. Namun sebaliknya, jika pH pada lana ternyata di atas 7,0, bisa digunakan butiran sulfur.

2. Memastikan Pasokan Air

Pasokan air ini penting untuk diperhatikan sebelum melakukan penanaman brokoli. Hal ini karena ada beberapa kriteria untuk bisa memastikan pemasokan air ini cukup untuk ditanami brokoli atau tidak. Kriteria tersebut yaitu:

  • Ketika tanah rentan atau berpeluang untuk terkena banjir, pastikan untuk membangun sebuah petak perkebunan yang bisa digunakan untuk menaikkan tinggi lahan. Untuk membangun petak perkebunan, bisa menggunakan kayu pohon aras yang dikenal bagus digunakan untuk penyemaian. Hal ini karena tidak akan membusuk jika terkena air.
  • Ketika pasokan air berkurang, dan supaya tanah bisa lebih subur, campurkan pupuk dengan tebal kurang lebih 10 cm dengan pada tanah. Jika tanah yang ingin ditanami sangat terlihat buruk, bisa menambahkan pupuk organik yang memiliki kandungan nitrogen banyak untuk menyuburkan tanah.
BACA JUGA  Cara Menanam Apel

3. Memilih Lahan yang Digunakan Untuk Menanam

Sinar matahari menjadi faktor terpenting dalam bercocok tanam. Hal ini karena dengan matahari, akan mampu membantu dalam melakukan kegiatan fotosintesis secara sempurna. Cara menanam brokoli yang tepat, yaitu dengan memilih lahan yang benar-benar terkena sinar matahari secara keseluruhan.

Meskipun begitu, pastikan juga waktu terpapar sinar matahari tidak terlalu lama. Hal ini karena brokoli juga menyukai keadaan yang sedikit redup. Dalam artian lain bahwa antara terkena sinar matahari dan keredupan seimbang.

4. Penyemaian Benih di Dalam Ruangan

Agar benih bisa berubah menjadi bibit, benih harus disemai terlebih dahulu. Hal ini merupakan langkah yang penting dari cara menanam brokoli. Benih dapat disemai di media semai yang terbuat dari tanah halus yang telah dicampur pupuk kandang. Sebelum benih disemai, media semai harus disterilkan terlebih dahulu dengan cara dikukus pada suhu 55-100०CF selama 30 hingga 60 menit.

Apabila media semai telah steril, benih dapat disemai dengan menggunakan polybag atau tray semai. Benih disemai dengan cara disebar dalam barisan dengan kedalaman 0,2-1 cm.

5. Menabur Benih di Luar Ruangan

Untuk menabur benih ini, bisa menaburkan bibit brokoli antara 2 hingga 3 minggu sebelum musim semi berakhir atau pada saat musim panas. Namun jika untuk panen pada musim gugur, bisa langsung menaburkan bibit antara 85 hingga 100 hari.

Pastikan untuk menabur bibit diluar ruangan agar sirkulasi udara bisa lebih lancar. Biasanya kelembaban diluar ruangan akan lebih bagus dibandingkan ketika berada di dalam sebuah ruangan. Menabur bibit tersebut bisa menggali lubang 1 cm dengan jarak yang terpisah sekitar 7-15 cm.

6. Merawat Benih yang Disemai

Agar proses penyemaian berjalan lancar, benih harus dirawat dengan baik. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah menyiram benih sebanyak dua kali dalam sehari untuk mencegah benih kekeringan.

Selain itu, penutup media juga harus diatur agar intensitas matahari yang menyinari benih tidak berlebihan mau pun kurang. Sinar matahari terbaik bagi benih brokoli adalah pada jam 09.00 dan 15.00.

Penyiangan dan pemberian pupuk juga tidak kalah penting agar benih tumbuh menjadi bibit yang sehat. Kemudian, bibit brokoli juga harus dijaga dari hama dan penyakit yang mungkin dapat menyerang tanaman.

Perlu diingat bahwa penyakit yang menyerang brokoli dapat membuat tanaman tersebut gagal berbuah. Bahkan, kerugian yang diakibatkan penyakit pada brokoli bisa mencapai 35 hingga 100%, oleh karena itu penting bagi petani untuk menjaga bibit brokoli dari penyakit.

BACA JUGA  Cara Menanam Glodokan Tiang

7. Mengatur Ketinggian Tanaman

Ukuran tinggi bibit ini sangat penting untuk diperhatikan. Ketika bibit sudah mencapai 2,5 cm tentunya harus menipiskan tanaman agar bisa lebih optimal tumbuh.

Artikel Lain: Cara Menanam Ginseng

Pilihlah mana saja tanaman yang sehat dan juga segar. Tentunya hal tersebut akan menentukan bagaimana pertumbuhan brokoli tersebut menjadi sangat baik.

Pemindahan Bibit Brokoli untuk Ditanam

Pemindahan Bibit Brokoli Untuk Di Tanam
petanirumahan.com

Pemindahan bibit brokoli ini menjadi langkah akhir dalam cara menanam brokoli. Ketika penanaman bibit dan juga pemilihan bibit sangat diperhatikan, tentunya kualitas brokoli yang hendak ditanamkan sangat bagus. Dalam melakukan pemindahan bibit brokoli untuk ditanam tersebut, dengan melakukan hal sebagai berikut:

1. Memindahkan dengan Mencangkok Ketika Brokoli Sudah Tinggi

Untuk memindahkan brokoli ini, pastikan tinggi brokoli sudah mencapai antara 10 hingga 15 cm. untuk bisa mencapai tinggi tersebut, biasanya membutuhkan waktu kisaran 6 minggu. Ketinggian brokoli sangat penting untuk diperhatikan karena akan berimbas pada perkembangan.

2. Mengaliri Air sebelum Dilakukan Pemupukan

Sebelum melakukan penanaman, tanah yang telah disiapkan sebelumnya dialiri air hingga dirasa pas untuk dilakukan penanaman brokoli. Pastikan dalam melakukan penyiapan tanah telah benar agar hasil yang dihasilkan sesuai dengan harapan.

3. Menggali Lubang untuk Ruangan Bibit

Lubang yang terlalu dalam akan menyebabkan pertumbuhan yang lambat. namun ketika lubang dangkal, tentu juga tidak baik untuk pertumbuhan karena akan cepat kering.

Sehingga dalam hal ini, intensitas lubang sangat perlu diperhatikan. Setelah hal tersebut, lepaskan bibit brokoli dari wadah persemaian dengan sangat hati-hati dan masukkan dalam lubang dengan posisi tegak lurus.

4. Mengatur Temperatur Tanah yang Ada

Untuk bisa mengatur temperatur tanah ini, bisa menggunakan sebuah mulsa organik. Mulsa tersebut bisa berasal dari dedaunan, kompos matang, kulit kayu atau yang lainnya.

Kegunaan dari mulsa organik ini digunakan untuk menjaga kestabilan tanah. Bahkan untuk menjaga temperatur tanah, bisa menggunakan plastik hitam yang digunakan sebagai pelindung.

5. Membasahi Tanah Setelah Ditanam

Membasahi atau menyiram tanah setelah ditanam akan menjadikan tanah tersebut lebih padat dan juga menyambung dengan akar. Sehingga antara akar dan tanah akan sangat kuat.

Pastikan tidak menghiraukan penyiraman ini supaya brokoli yang ditanam benar-benar kuat dan bisa cepat tumbuh. Penyiraman ini juga peru dilakukan secara rutin dengan menyirami satu persatu tanaman yang ada.

Hal Penting Ketika Menanam Brokoli

Hal Penting Ketika Menanam Brokoli
mediaindonesia.com

Ada hal yang perlu diketahui dan harus diperhatikan ketika melakukan penanaman brokoli ini. Setelah brokoli ditanam, pastikan untuk selalu mengamati brokoli yang ditanam secara rutin. Ketika terdapat tanaman yang mati, pastikan untuk segera mencabutnya. Hal ini karena akan menular dengan yang lainnya.

Rutin melakukan pemberian pupuk dan juga menjaga konsentrasi air bahkan jangan sampai memberikan pupuk hingga mengenai daun. Pupuk yang digunakan bisa menggunakan NPK pada saat tanaman memasuki umur 10 hst. Atau bisa menggunakan urea, ZA, dan KCL ketika berusia 35 hst.

Cara menanam brokoli ini terbilang sangat mudah bahkan akan membuahkan hasil yang maksimal jika dilakukan dengan benar. Dengan pengetahuan dan persiapan yang matang, tentunya ketiak panen nanti brokoli akan sesuai harapan.

Cara Menanam Brokoli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *