Jenis Tanaman Pagar Hidup

Jenis Tanaman Pagar Hidup – Pagar rumah bisa dibuat dengan menggunakan bahan yang beragam, bisa dibuat dengan bahan besi, kayu, atau pun bambu. Namun, untuk meningkatkan nilai estetika banyak yang memanfaatkan tanaman pagar hidup untuk menghiasi halaman depan rumah.

Pagar ini tentunya ramah lingkungan, tidak akan berkarat karena berasal dari alam. Jenis tanaman pagar hidup sangatlah beragam, banyak pilihan yang bisa dijadikan pagar sekaligus penghias halaman depan.

Jenis Tanaman Pagar Hidup

Jenis Tanaman Pagar Hidup
idea.grid.id

Sebuah hunian akan lebih menarik jika dihiasi dengan beragam tanaman hias yang memanjakan mata. Salah satu yang kerap dimanfaatkan yakni tanaman pagar hidup.

Selain memberikan hiasan yang indah, juga bisa membuat lingkungan lebih asri dan menyejukkan. Banyak pilihan tanaman yang bisa dijadikan sebagai pagar hidup antara lain sebagai berikut.

1. Tanaman Bambu Hias

Pilihan pertama yakni bambu hias yang bisa dijadikan pagar hidup. Batangnya bisa tumbuh hingga puluhan meter dan dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama.

Jenis tanaman pagar hidup yang satu ini cukup mudah ditanam serta perawatannya pun tidak terlalu rumit. Hampir setiap jenis bambu bisa dijadikan bambu hias, namun yang paling umum digunakan adalah jenis bambu jepang.

2. Bunga Soka

Selanjutnya terdapat bunga soka yang bisa dijadikan sebagai tanaman pagar hidup. Bunga soka ini merupakan tanaman perdu yang kerap disebut api di hutan dengan warna yang bervariasi.

Tanaman bunga ini meskipun tumbuh dengan lebat, namun bisa dipangkas secara mudah dengan bentuk sesuai yang keinginan masing-masing. Bunganya yang indah dilengkapi dengan dedaunan yang kecil berwarna hijau tua menghasilkan pemandangan yang indah di halaman depan rumah.

3. Clementis

Tanaman clementis merupakan salah satu jenis tanaman pagar hidup yang tumbuhnya merambat mencari sebuah pijakan. Tumbuhan yang menjalar ini akan menghasilkan bunga yang indah, merekah dengan enam kelopak dan warnanya pun beragam.

Tanaman ini bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk dijadikan tanaman pagar hidup rumah hunian agar terlihat lebih estetis.

4. English Ivy

Tanaman lainnya yang tumbuh merambat dan bisa dijadikan tanaman pagar hidup adalah english ivy. Jenis tanaman yang satu ini cukup unik dan khas, karena biasanya hanya terdapat di tembok kastil tua Eropa.

Baca Juga: Jenis Tanaman Budidaya Dataran Rendah

Pertumbuhannya yang begitu cepat membuat tanaman ini mudah memenuhi seluruh tembok yang dipijakinya dan akan menghasilkan nuansa yang begitu unik dan menarik. Tidak heran, banyak yang menggunakan tanaman ini untuk menutupi bagian dinding bangunan.

5. Pucuk Merah

Jenis tanaman pagar hidup lainnya yakni pucuk merah. Salah satu jenis tanaman perdu ini cocok untuk dijadikan pagar hidup, pasalnya pucuk merah akan menimbulkan kesan rimbun dan meningkatkan estetika halaman rumah. Tanaman yang satu ini cukup populer dijadikan pagar hidup.

Nuansa rumah menjadi lebih asri dan menyegarkan. Pucuk merah dapat tumbuh tinggi, sehingga kerap dijadikan sebagai pelindung rumah. Gradasi warna yang ditimbulkan dari tanaman pucuk merah sangatlah khas dan tentunya akan menarik perhatian setiap mata.

6. Pohon Cedar

Tanaman cedar atau cemara-cemaraan sangat cocok untuk dijadikan pagar hidup rumah hunian. Pohon ini dapat tumbuh tinggi hingga menutupi bangunan rumah yang tentunya akan memberikan kesejukan pada lingkungan rumah.

Bentuknya hampir serupa dengan pohon cemara dengan daunnya yang berwarna hijau menyegarkan menimbulkan nuansa rumah yang asri dan menyejukkan. Pohon yang satu ini tentunya tidak membutuhkan pijakan untuk tumbuh, melainkan bisa tumbuh berjejer di bagian halaman rumah.

7. Tanaman Pakis

Selanjutnya terdapat tanaman pakis yang bisa dijadikan sebagai tanaman pagar hidup. Bentuknya yang unik dan beragam membuat tanaman jenis paku-pakuan ini banyak diminati.

Warna daunnya yang hijau sangat menyejukkan suasana rumah. Banyak jenis pakis yang bisa dipilih untuk dijadikan pagar hidup, salah satunya jenis pakis boston yang cukup populer digunakan sebagai tanaman pagar hidup. Nuansa rumah pun akan lebih menyejukkan dan tampak lebih asri.

8. Teh-Tehan

Strukturnya yang memiliki kemiripan dengan tanaman teh membuat jenis tanaman pagar hidup yang satu ini disebut sebagai tanaman teh-tehan. Penampilannya memang serupa, namun tanaman teh-tehan tidak bisa dikonsumsi seperti pucuk tanaman teh yang ada di daerah perkebunan atau puncak.

Keberadaannya merupakan khusus dijadikan sebagai tanaman hias. Pertumbuhannya yang cepat membuat tanaman ini lebih mudah rimbun dan selanjutnya daun bisa dipangkas sesuai bentuk yang diinginkan. Salah satunya dibentuk menyerupai bentuk hewan atau pun berbentuk kotak, bulat dan bentuk lainnya.

Cara Merawat Tanaman Pagar Hidup

Cara Merawat Tanaman Pagar Hidup
rumah123.com

Ketika  memutuskan untuk menggunakan tanaman pagar hidup, maka harus dilakukan perawatan yang maksimal.

Proses perawatan yang dilakukan secara efektif akan membuat jenis tanaman pagar hidup lebih indah, terawat serta memiliki batas waktu yang lebih lama. Di antara perawatan yang biasanya dilakukan pada tanaman pagar hidup yakni sebagai berikut.

1.   Menggunakan Kawat Sebagai Pijakan

Tanaman pagar hidup tidak sesederhana yang dibayangkan, bisa tumbuh manasuka. Tentunya untuk tumbuh teratur terutama tanaman yang tumbuhnya merambat membutuhkan jalur sebagai pijakan sehingga dapat tumbuh secara teratur tanpa berantakan.

Pemanfaatan kawat ini bisa diaplikasikan pada tanaman pagar hidup jenis englis ivy, bougenvile dan sebagainya. Namun, untuk beberapa tanaman pagar hidup juga bisa berpijak pada beton atau pun pijakan lainnya.

2. Melakukan Pemupukan Secara Berkala

Perawatan lainnya yang harus dilakukan yakni proses pemupukan secara berkala. Tanaman yang dimanfaatkan sebagai pagar ini tentunya harus dirawat sebaik mungkin sehingga bisa tumbuh lebih lama. Perawatan yang bisa dilakukan yakni dengan melakukan pemupukan secara teratur.

Proses pemberian pupuk pada tanaman pagar hidup bisa dilakukan minimal satu kali dalam sebulan. Pemberian pupuk yang tepat akan memenuhi kebutuhan mineral yang dibutuhkan tanaman.

3. Mendapatkan Asupan Sinar Matahari yang Cukup

Sinar matahari sangatlah penting untuk pertumbuhan tanaman pagar hidup. Pastikan tanaman mendapatkan asupan sinar matahari selama tiga hingga empat jam dalam setiap harinya.

Dengan paparan sinar matahari yang cukup, maka nutrisi tanaman pun dapat terpenuhi dengan baik. Hal ini dapat mendukung proses pertumbuhan tanaman pagar hidup tumbuh secara baik. Selain itu, tanaman yang tumbuh dengan baik akan menimbulkan nuansa yang asri dan menyejukkan.

4. Melakukan Pemangkasan

Ketika jenis tanaman pagar hidup tumbuh menjulang tinggi disertai daun yang rimbun, tentunya harus segera dilakukan pemangkasan. Hal ini dilakukan untuk mencegah rumah terhalang paparan sinar matahari. Dahan yang sudah memanjang dan membuat suasana rimbun dapat beresiko sebagai sarang laba-laba.

Proses pemangkasan ini bisa dilakukan sesuai dengan keinginan masing-masing. Biasanya dibentuk semenarik mungkin menyerupai binatang atau pun bentuk kotak, bulat atau pun silinder. Pemangkasan ini tentunya akan mengasah kemampuan kreatifitas seseorang.

5. Membersihkan Setiap Helaian Daun

Selanjutnya perawatan yang biasa dilakukan yakni membersihkan setiap helaian daun dalam kurun waktu 2 hingga 4 minggu. Hal ini dilakukan untuk menghindari munculnya ulat bulu yang bisa merusak tanaman. Selain itu membersihkan daun yang sudah kering pun sangat penting guna menghindari pembusukan yang akan berpengaruh pada daun lainnya.

Nah, itulah beberapa jenis tanaman pagar hidup yang bisa dipilih sebagai hiasan halaman depan rumah. Begitu pun jangan lupa dengan cara perawatannya yang harus dilakukan secara teratur, sehingga tanaman bisa terjaga dengan baik.

Jenis Tanaman Pagar Hidup

Leave a Comment