Cara Budidaya Jangkrik

Posted on

Cara Budidaya Jangkrik – Pada tahun 2023, pasar serangga diproyeksikan meningkat hingga empat kali lipat. Di Asia Pasifik, pada tahun 2018, pasar serangga yang dapat dimakan menyentuh angka $173,9 juta.

Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi $476 juta pada tahun 2023. Di Indonesia, salah satu serangga yang banyak dibudidayakan adalah jangkrik. Itulah sebabnya, banyak yang mencari tahu cara budidaya jangkrik.

Usaha jangkrik adalah salah satu usaha yang cukup menjanjikan saat ini. Terlebih lagi bagi para pecinta hewan peliharaan, khususnya pecinta burung dan ikan arwana.

Hewan ini bisa dimanfaatkan untuk pakan. Sebelum membahas cara budidaya Jangkrik, alangkah lebih baik untuk mengenal perbedaan jenis jangkrik secara umum berikut ini

Jenis Jangkrik Budidaya

Jenis Jangkrik Budidaya
nusabudaya.com

Binatang yang memiliki nama lain Gryllidae memiliki kurang lebih 900 spesies di Dunia. Indonesia sendiri tercatat memiliki 123 jenis diantaranya yaitu kalung madu, genggong, gangsir putih sliring alam dan masih banyak lagi.

Namun artikel ini hanya akan membahas secara lebih spesifik beberapa jenis jangkrik yang secara umum biasa dibudidayakan untuk keperluan pakan saja, diantaranya yaitu sebagai berikut:

Artikel Lain: Cara Budidaya Kutu Air

1. Jangkrik Kebun (Field Cricket)

Sesuai namanya, jangkrik yang satu ini mudah ditemui di alam dengan tanah yang lembab. Misalnya, yaitu di dekat rawa, ladang, sawah, dan lain sebagainya.

Jangkrik dengan nama ilmiah Acheta Domesticus ini pada musim hujan biasanya akan mengeluarkan suara yang khas. Namun, suara khas tersebut dihasilkan oleh jangkrik jantan untuk menarik jangkrik betina.

Jangkrik alam atau biasa disebut dengan jangkrik karet/kebun ini memiliki warna yang agak coklat kekuningan dan abu. Biasanya jika dibudidayakan akan memakan waktu 28 hingga 35 hari lamanya untuk memasuki masa panen.

Hewan yang memiliki nama lain Field Cricket ini kurang memiliki peluang bisnis yang bagus. Pembudidayaan yang masih jarang dan cara budidaya yang cukup susah membuatnya belum diterima oleh pasar. Namun, kelebihan jangkrik ini adalah dagingnya kering dan tidak banyak mengandung air akan tetapi lunak.

2. Bering/Seliring

Pada umumnya jangkrik yang diberi nama oleh Burmeister Valid pada tahun 1838 ini memiliki warna coklat kehitaman dan memiliki ciri khas leher yang lunak. Karakter itu diperkuat dengan warna putih yang melingkar saat jangkrik berumur 20 hari.

Jangkrik yang bernama Seliring Teleogryllus Mitratus ini memiliki suara yang nyaring dan tubuh yang kecil. Namun, jika dibandingkan, suara jangkrik ini tidak begitu nyaring dari jangkrik kalung. Daerah di Indonesia yang paling banyak membudidayakan jangkrik jenis ini adalah Jawa Timur.

BACA JUGA  Jenis Tanaman Budidaya Dataran Rendah

Masa panen yang cukup lama sekitar 30-35 hari ini membuat para pembudidaya harus sedikit bersabar. Namun, jangkrik ini lebih disukai oleh burung kicau karena tidak memiliki ukuran yang terlalu besar dan memiliki protein yang tinggi. Selain itu, jangkrik yang satu ini tidak terlalu banyak mengandung air dan zat racun atau memabukkan.

3. Kalung/Genggong

Jenis jangkrik yang satu ini memiliki nama ilmiah Gryllus bimaculatus. Jangkrik yang biasa dijuluki jangkrik genggong ini banyak dibudidayakan di Indonesia. Sesuai namanya, jenis jangkrik ini memiliki ciri khas yaitu terdapat ‘kalung-kalung’ berwarna putih yang ada di badannya.

Berbeda dengan seliring, saat menetas lingkaran putih akan memudar setelah berumur 5 hari. Perawatan yang mudah dan memiliki waktu panen selama 25-30 hari ini memiliki postur tubuh yang besar dan sangat berisik. Namun, dengan suaranya yang amat berisik tersebut, jangkrik kalung bisa digunakan untuk mengusir hama, seperti tikus.

Suara berisik yang dihasilkan oleh jangkrik kalung berasal dari gesekan-gesekkan sayapnya. Jenis jangkrik yang satu ini bisa diadu, sehingga nama lain dari jangkrik kalung atau genggong adalah jangkrik aduan.

Kelemahan jangkrik jenis ini adalah banyak mengandung air dan sangat rentan terhadap perubahan cuaca. Selain itu, imun dari jangkrik kalung amat lemah sehingga mudah sakit dan stress.

Oleh karena itu, salah satu tantangan dalam membudidayakan jangkrik kalung yaitu saat pengiriman dalam jarak jauh. Populasi terbanyak saat ini terdapat pada kepulauan jawa termasuk jakarta.

4. Jaliteng

Ciri dari jenis jangkrik yang satu ini adalah tubuhnya hitam legam namun mengkilap. Pada ujung sayap atas terdapat sedikit warna kuning. Sedangkan pada betina, pada bagian ujung kakinya memiliki warna kuning kecoklatan. Jangkrik yang hidup ditempat lembab ini memiliki sifat yang pemberani sehingga tidak mudah stress.

Sifat itulah yang membuat jangkrik jaliteng mudah untuk dipelihara. Banyak orang yang memanfaatkan jangkrik ini sebagai jangkrik aduan karena suaranya nyaring dan memiliki sifat yang perkasa. Biasanya jangkrik jantan akan mengeluarkan suara yang nyaring untuk menarik perhatian betina pada musim kawin (pertengahan musim hujan).

Jenis jangkrik jaliteng banyak pula yang membudidayakan karena pemeliharaannya yang mudah. Pasalnya, jenis jangkrik yang satu ini mudah menyesuaikan dengan lingkungan baru. Telur yang dihasilkan juga banyak, yaitu sekitar 60-100 sekali bertelur.

5. Kidang

Jangkrik yang satu ini sempat langka karena banyak diburu manusia. Namun, kini jangkrik kidang mulai banyak dibudidayakan karena mengandung banyak protein. Maka, tidak heran jika jangkrik kidang banyak digunakan untuk pakan burung kicau dan hewan peliharan lainnya.

Hampir sama dengan jenis jangkrik lainnya, jangkrik kidang cocok hidup ditanah yang lembab dan luas, seperti di persawahan. Saat musim kawin, jangkrik kidang mengeluarkan suara yang nyaring dan tujuannya untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Masa panen jangkrik kidang cukup singkat, yaitu hanya satu bulan saja.

BACA JUGA  Cara Budidaya Ayam Joper

Makanan Jangkrik

Makanan Jangkrik
caraternakjangkrik.com

Setelah mengerti dan memahami ragam jenis hewan dengan sebutan latin Gryllidae ini, serta memahami kekurangan dan kelebihannya. Selanjutnya hal yang harus diperhatikan sebelum membahas cara budidaya jangkrik adalah makanannya.

Dalam pembudidayaan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah makanan. Agar dapat tumbuh kembang dengan baik selain itu dapat mempersingkat waktu memanen yaitu lebih cepat 3-10 hari dari biasanya.

Makanan yang dimaksud di atas antara lain yaitu pemberian voer dan ampas tahu. Hal ini tentunya dapat memberikan protein yang tinggi untuk tumbuh kembang jangkrik. Namun jangan lupa untuk memberikan tambahan seperti sayuran hijau seperti krokot dan dedaunan segar agar jangkrik tidak kekurangan cairan.

Pemberian pakan umumnya bervariasi, ada yang setiap hari dan ada juga yang 2 hari sekali. Tergantung pembudidayanya, namun hal itu hanya berguna untuk penghematan penggunaan voer saja, makin rutin tentunya akan memberikan hasil yang lebih baik.

Cara Budidaya Jangkrik

Cara Budidaya Jangkrik
budidayanews.blogspot.com

Budidaya Jangkrik harus memiliki ketelatenan saat memelihara baik dari pembibitan hingga memanen. Bukan hanya itu, pemeliharaan kandang dan pencegahan hama penyakit serta jauh dari predator pemangsa juga harus diperhatikan. Berikut adalah cara budidaya jangkrik :

Baca Juga: Cara Budidaya Kroto Media Toples

1. Menyiapkan Kandang Jangkrik

Pemilihan lokasi kandang jangkrik dan suhu lingkungan akan mempengaruhi hasil ternak nantinya. Jangkrik tidak tahan terhadap suhu panas akibatnya jangkrik akan mudah mati karena mengering. Tips saat musim kemarau dilakukan penyemprotan yang rutin atau dengan menutup peti dengan karung goni yang basah.

Langkah pertama untuk memulai cara budidaya jangkrik adalah dengan menyiapkan kandang jangkrik. Menyiapkan bahan dapat berupa kardus, papan atau triplek yang membentuk seperti peti. Gunanya agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar dari kotak peti dan jangan lupa untuk memberi lubang ventilasi di bagian atas.

Selanjutnya menempelkan isolasi dan memberi kaki atau jarak pada lantai pada ruang dalam peti. Gunanya agar jangkrik tidak merayap ke atas dan mencegah hama pengganggu.

Untuk hasil yang lebih optimal, kandang jangkrik harus diletakkan pada ruangan gelap dan suhu berangin, serta dijauhkan dari sinar matahari serta jauh dari keramaian.

Namun, ketika mempersiapkan kandang, jangan lupa untuk membuat lubang ventilasi, baik dari samping maupun dari atas. Ventilasi tersebut bisa ditutup dengan kasa kawat yang ukurannya sangat rapat atau halus sehingga jangkrik tetap aman di dalam kandang.

Kemudian, perhatikan pula jangan sampai hama seperti semut masuk ke dalam kandang. Pasalnya, hama tersebut bisa merusak populasi jangkrik itu sendiri. Solusinya yaitu dengan memasang kaki-kaki pada keempat sudut kandang. Kaki-kaki tersebut kemudian diletakkan pada mangkuk yang diisi air atau cairan anti hama lainnya.

2. Pembibitan Jangkrik

Tips saat pembibitan jangkrik, Indukan atau sekurang-kurangnya jantan ternak jangkrik yang digunakan sebaiknya ditangkap langsung dari alam karena lebih agresif. Ciri indukan jangkrik yang baik biasanya memiliki antena atau sungut yang masih panjang, berwarna mengkilap dan memiliki badan yang masih lengkap.

BACA JUGA  Budidaya Belut Tanpa Lumpur

Selanjutnya pilih indukan yang tidak mengeluarkan air dan derikan yang keras serta memiliki permukaan sayap yang kasar. Cara membedakannya jantan dan betina pada jangkrik biasanya  terdapat pada  jumlah ekornya. Biasanya jangkrik betina memiliki helai ekor yang lebih banyak dari jantan yaitu 3 helai untuk betina dan 2 untuk jantan.

3. Pemeliharaan Jangkrik

Inti dari cara budidaya jangkrik adalah cara pemeliharaan jangkrik itu sendiri. Biasanya dengan cara membersihkannya terlebih dahulu lalu mengoleskan peti dengan lumpur sawah. Zat yang terkandung dalam lumpur sawah mampu menyerap zat-zat beracun dari peti/kandang. Setelah itu ganti mangkuk air yang sudah disiapkan mengelilingi peti tadi agar selalu bersih.

4. Mengawinkan Jangkrik

Mengawinkan jangkrik tidak selalu harus memasukkan jangkrik dewasa 1:1 seperti hewan pada umumnya. Namun sebelum mengawinkan jangkrik, peti harus dihias terlebih dahulu agar mirip dengan habitat aslinya. Selanjutnya dimasukkan dalam kandang yang berisi lebih banyak betina dengan perbandingan 1:4 ekor

Cara budidaya jangkrik selanjutnya dalam masa mengawinkan adalah menggunakan peti yang cukup besar. Karena akan menampung bak pasir tempat pembuahan nantinya saat jangkrik betina siap dibuahi. Biasanya telur jangkrik akan diletakkan di dalam pasir.

Selama masa kawin, jangkrik harus diberi asupan makanan yang cukup, misalnya sayuran hijau dan ampas tahu. Mengawinkan jangkrik juga memiliki ramuan yang katanya terbukti ampuh untuk masa perkawinan. Misalnya : tepung ikan, vitamin dan kuning telur bebek yang dihaluskan.

5. Fase Bertelur

Jangkrik betina akan mengeluarkan telur setelah 7-10 hari. Setelah 5 hari sebelum telur jangkrik menetas, untuk menghindari induk memakan telurnya sendiri, pindahkanlah ke dalam peti penetasan telur yang digunakan juga sebagai kandang/peti anakan saja.

Ciri telur yang akan menetas setelah 2-3 hari yaitu warna telur akan berubah menjadi keruh dan biasanya setelah 5-6 hari telur telah menetas. Dan perawatan untuk anakan jangkrik haruslah lebih diperhatikan. Terutama kelembaban/suhu.

6. Panen

Panen sendiri lebih kepada hasil yang didapatkan pembudidaya, baik jangkrik yang sudah dewasa atau telur jangkrik sudah dapat dijual. Biasanya telur jangkrik berharga lebih mahal dari jangkrik yang sudah dewasa. Ternak jangkrik sudah mulai bisa dikatakan masa panen setelah mencapai kurang lebih 25-30 hari terhitung sejak fase bertelur.

7. Pencegahan Penyakit

Biasanya penyakit jangkrik timbul dari daun yang berjamur karena suhu lembab. Oleh karena itu untuk mengatasinya gantilah daun setelah beberapa hari agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada budidaya jangkrik. Bila perlu budayakan memberikan vaksin yang teratur, serta vitamin yang cukup untuk meminimalkan jangkrik terkena penyakit.

Video Cara Ternak Jangkrik dari Nol

Budidaya jangkrik memang dapat menjadi usaha yang menguntungkan bahkan sebelum fase penetasan pun telur jangkrik sudah dapat dijual. Namun tentu harus memperhatikan cara budidaya jangkrik yang baik, agar memberikan hasil yang optimal. Ingin Budidaya Jangkrik ? Jangan lupa baca artikel diatas.

Cara Budidaya Jangkrik

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *