Cara Budidaya Ayam Petelur

Cara Budidaya Ayam Petelur – Sebagai salah satu sumber protein, telur hampir selalu dicari oleh masyarakat. Oleh karena itu, permintaan kebutuhan akan telur tidak pernah habis.

Pada pertengahan tahun ini saja, kebutuhan telur mencapai 2,06 juta ton. Permintaan telur yang tinggi ini didukung pula oleh kemampuan produksi telur yang mumpuni.

Meski demikian, bisnis budidaya telur tidak pernah kehilangan minat dan terus melahirkan peternak baru. Bagi peternak pemula, cara budidaya ayam petelur menjadi hal pertama yang harus dipelajari.

Cara budidaya ayam petelur memang cukup mudah, hal ini membuat banyak orang ingin belajar membudidayakan ayam petelur. Karena bisa menjadi komoditas yang menguntungkan baik untuk usaha kecil ataupun skala besar. Ayam petelur adalah ayam yang memang dipelihara sebagai penghasil telur.

Sekilas Tentang Ayam Petelur

Sekilas Tentang Ayam Petelur
agrowindo.com

Ayam petelur merupakan ayam betina yang diternak sehingga menghasilkan telur. Sejarah awal hewan ini adalah ayam liar yang ditangkap dan mampu bertelur banyak. Dari tahun ke tahun ayam liar diseleksi untuk mendapatkan gen berkualitas. Persilangan dilakukan hingga ditemukan unggas unggulan yang sesuai dengan harapan.

Seleksi dilakukan untuk membuang sifat tidak baik dari ayam lalu mempertahankan sifat baik. Ayam petelur yang unggul mampu menghasilkan bibit bermutu di kemudian hari.

Setiap tahun ayam petelur mampu menghasilkan 200 butir telur. Hewan ini sudah bisa menghasilkan telur setelah berumur 5 bulan sampai batas umurnya mencapai 2 tahun.

Jenis Ayam Petelur yang Cocok Untuk Dibudidayakan

Jenis Ayam Petelur yang Cocok Untuk Dibudidayakan
alatternakayam.com

Untuk menghasilkan telur yang baik, tidak boleh asal memilih jenis ayam. Setidaknya ada 2 jenis ayam petelur yang cocok untuk dibudidayakan. Yaitu ayam ras petelur ringan dan ras petelur medium. Berikut akan dijelaskan kedua jenis hewan petelur ini.

Artikel Lain: Cara Budidaya Ayam Hutan Hijau

1. Ayam Ras Petelur Ringan

Ayam petelur jenis ini mengasumsikan telur dengan cangkak berwarna putih. Ciri-ciri ayam jenis ini adalah kurus, mungil, ramping, dan mata bersinar. Asalnya adalah dari white leghorn, berbulu putih dengan jengger merah. Ayam ras petelur ringan mampu menghasilkan telur kira-kira 260 telur per tahun.

Jenis ini cukup sulit ditemukan namun untuk ras petelur ringan komersial bisa ditemukan di pasaran dengan berbagai nama.

Hewan penghasilan telur satu ini tidak tahan dengan cuaca panas dan suasana berisik. Bila hal tersebut terjadi akan menyebabkan produksi telur menurun.

2. Ayam Ras Petelur Medium

Ciri-ciri ras petelur medium adalah lebih berat dari ras petelur ringan namun tidak lebih berat dari ayam pedaging. Hal ini yang membuat namanya menjadi ayam ras petelur medium. Memiliki bulu dan cangkang telur berwarna coklat.

Meski harga telurnya cenderung lebih mahal ayam ras satu ini juga banyak dibudidayakan. Tak hanya jadi ayam petelur saja karena dagingnya juga lagu dan sering disebut sebagai ayam dwiguna.

Cara Budidaya Ayam Petelur

Cara Budidaya Ayam Petelur
hafizfarm.com

Banyak hal yang harus diperhatikan dari cara budidaya ayam petelur. Meski terbilang mudah namun punya resiko yang besar pula bila tidak belajar dan teliti. Berikut beberapa hal yang harus diketahui dan jadi perhatian saat budidaya ayam petelur.

Baca Juga: Cara Budidaya Ayam Joper

1. Persiapan Kandang

Hal paling penting dari budidaya hewan adalah persiapan lokasi atau kandang, begitu juga pada ayam petelur. Lokasi kandang harus jauh dari perumahan warga agar bau kotoran ayam tidak mencemari lingkungan hidup. Hal ini juga penting agar hewan tidak stress akibat berisik yang timbul di pemukiman penduduk.

Meski harus jauh dari pemukiman, hendaknya lokasi kandang masih mudah dijangkau oleh transportasi untuk keperluan pemeliharaan dan perawatan.

Ada 2 tipe kandang yang bisa dipilih yaitu pertama kandang umbaran. Teknik kandang umbaran adalah banyak ayam ditempatkan dalam satu ruangan kandang. Resiko menggunakan kandang jenis ini adalah ayam langsung bertelur di lantai sehingga harus memiliki tempat khusus untuk telurnya.

Kandang jenis kedua adalah baterai, satu kandang hanya berisi 1 ayam saja hal ini membuat gerak ayam menjadi terbatas sehingga ayam fokus untuk bertelur saja. Selain itu kandang jenis ini mampu menghemat ruang karena kandang ayam bisa disusun ke atas sampai 4 tingkatan.

2. Mempersiapkan Peralatan Kandang

Mempersiapkan peralatan kandang merupakan salah satu cara budidaya ayam petelur. Hal ini dilakukan setelah peternak menentukan lokasi kandang. Dalam melakukan budidaya ayam petelur, peralatan kandang yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Kandang ayam dengan ukuran yang tidak terlalu sempit dan tidak terlalu luas. Selain ukuran, peternak juga perlu memperhatikan suhu kandang. Pada anak ayam, suhu optimal kandang yaitu 30ºC-32ºC dan harus stabil. Sedangkan untuk ayam dewasa suhu optimal kandang adalah 32,2ºC-35ºC dengan kelembaban 60-70%.
  • Litter atau alas kandang dengan ketebalan kurang lebih 10 cm. Bahan untuk membuat liter terdiri dari sekam atau kulit padi yang dicampur dengan sedikit kapur dan juga pasir. Jika kulit padi tidak tersedia, bisa digantikan dengan serutan kayu dengan panjang 3-5 cm.
  • Tempat bertelur. Biasanya tempat bertelur berbentuk kotak dan diletakan lebih tinggi daripada tempat bertengger. Sebaiknya tempat bertelur dibuat agar bisa menampung telur dari 4-5 ekor ayam.
  • Tempat bertengger atau beristirahat. Biasanya tempat bertengger dibuat lebih rendah daripada tempat bertelur. Ketika membuat tempat ini pastikan tempat bertengger dibuat tertutup. Dengan begitu, angin tidak akan masuk ke dalam tempat ini.
  • Tempat pakan, dan minum. Dalam membuat tempat pakan dan minum yang perlu diperhatikan adalah kekuatan tempat pakan dan minum serta bahan yang digunakan. Pastikan bahwa bahan pembuat tempat pakan dan minum tidak akan berkarat.
  • Alat pemanas. Pemanas digunakan untuk menghangatkan anak ayam. Alat pemanas bisa digantungkan pada ketinggian 80-120 cm dari permukaan kandang.

3. Memilih Bibit

Dalam pemilihan bibit ayam petelur, tidak hanya memperhatikan jenisnya saja. Karena baik ayam ras petelur ringan ataupun ras petelur medium memiliki kandungan nutrisi yang sama.

Saat memilih bibit pastikan harus dari indukan unggul yang memang sudah terpercaya. Bibit sehat, tidak cacat, bulu menutup normal, pertumbuhan normal, nafsu makan bagus, memiliki ukuran badan ideal dan tidak ada feses di bagian duburnya.

4. Pemberian Pakan Dan Minum

Saat budidaya ayam petelur ada beberapa jenis pakan yang bisa dipilih yaitu konsentrat, tepung ikan, dan juga jagung. Masing-masing dari jenis pakan ini memiliki kelebihan sendiri bagi ayam. Variasi dalam pemberian pakan memang perlu dilakukan untuk meningkatkan nutrisi pada ayam petelur.

Selain pilihan jenis pakan, dalam masa pembibitan ada 2 fase pemberian pakan. Yaitu saat ayam masih berumur 0 – 4 Minggu disebut fase starter.

Dan saat ayam berusia 4 – 6 Minggu disebut fase starter dengan pola pemberian pakan 3 kali sehari dan intensitas pemberian pakan yang terus naik setiap Minggunya.

Untuk pemberian minum pada ayam, di awal-awal bibit diberi minum dengan tambahan obat anti stress. Hal ini berlaku bagi ayam yang didatangkan dari tempat lain. Agar ayam lebih tenang dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Ayam yang mengalami stress akan menurunkan produksi telur.

5. Perawatan dan Pemeliharaan

Cara budidaya ayam petelur hendaknya memperhatikan proses merawat dan memelihara ayam. Yang pertama kali harus diperhatikan adalah kebersihan kandang untuk menjaga kesehatan dan kualitas telur.

Wajib membersihkan kandang dari kotoran setiap hari untuk menjaga kesehatan ayam. Pembersihan kandang bisa dilakukan dengan pemberian desinfektan dan cuci kutu agar kandang tetap steril.

Untuk pemeliharaan ayam bisa dengan menggunakan vaksin dan vitamin. Hal ini bertujuan menjaga ayam dari serangan penyakit dan untuk kekebalan tubuh. Vaksinasi mampu bekerja dengan baik dengan membentuk antibodi pada tubuh ayam.

Ayam yang tertular penyakit sebaiknya sudah dideteksi sejak awal dan dipisahkan dari kumpulan ayam sehat lainnya. Lalu setelah dipisah kemudian diberi vitamin secara rutin hingga nutrisi kembali tercukupi dan sehat. Ayam yang tidak sehat memicu penurunan produksi. Jika bertelur dikhawatirkan telur yang dihasilkan di bawah standar kualitas seharusnya.

6. Pemilihan Telur

Cara budidaya ayam petelur selanjutnya adalah memilih telur yang berkualitas. Telur dari ayam ini biasanya bisa dipanen setiap hari setelah berumur 4 bulan dengan syarat ayam berada dalam kondisi prima dan sehat.

Telur-telur yang dihasilkan oleh ayam-ayam tersebut tentu tidak sama kualitasnya. Beberapa telur mungkin berkualitas baik, sedang sebagian yang lain berkualitas rendah. Oleh karena itu, setelah mengumpulkan telur-telur, peternak sebaiknya menyortir telur tadi guna mengetahui kualitasnya.

Telur yang tidak berkualitas baik biasanya berbentuk gepeng atau lonjong dan berukuran lebih besar atau lebih kecil dari biasanya. Dengan menyortir telur, peternak akan menjual telur yang berkualitas, sehingga bisa meningkatkan kepercayaan konsumen.

Resiko Budidaya Ayam Petelur

Resiko Budidaya Ayam Petelur
pertaninak.blogspot.com

Meski menjadi komoditas yang menjanjikan pastinya budidaya jenis ini juga sarat akan resiko. Cara budidaya ayam petelur harus memperhatikan resiko yang bisa terjadi. Yang pertama adalah faktor kematian.

Resiko satu ini wajar terjadi karena yang dibudidayakan merupakan makhluk bernyawa. Nah, hal ini bisa diatasi dengan selalu mengontrol ayam yang ada di kandang. Dan menjaga kesehatan ayam ras petelur supaya kebal terhadap penyakit.

Harga telur yang tidak stabil juga menjadi salah satu faktor budidaya satu ini beresiko. Harga telur yang terus mengalami perubahan bisa membuat peternak mengalami kerugian apalagi untuk pemula dan pelaku usaha kecil. Akhir-akhir ini musim memang semakin tidak menentu. Cuaca ekstrim juga kerap terjadi.

Meskipun tidak berdampak langsung, tapi cuaca ekstrem bisa jadi faktor yang merugikan budidaya ayam petelur. Ketika terjadi musim kering yang berkepanjangan, krisis jagung akan terjadi. Seperti yang diketahui, jagung adalah pakan utama bagi ayam.

Kelangkaan jagung ini akan berakibat pada tingginya harga jagung, sehingga peternak harus merogoh kantong yang tidak sedikit guna memberi makan ayam. Hal ini tentu bisa membuat peternak rugi dengan jumlah yang tidak sedikit.

Tentu bisa menyebabkan kerugian bila melakukan budidaya saat musim kemarau panjang yang berakibat pakan sulit ditemukan dan harganya jadi melambung. Selain itu yang dari sisi kerajinan si peternak juga bisa menjadi resiko untuk hasil ayam petelur di kemudian hari. Beternak ayam petelur haruslah rajin, ulet, gigih dan semangat pantang menyerah.

Risiko lain yang perlu diwaspadai dan diperhatikan saat melakukan budidaya ayam petelur adalah limbah kotoran yang dihasilkan. Limbah ini tentu sangat mengganggu lingkungan apalagi jika ayam petelur yang dipelihara memiliki jumlah yang besar. Oleh karena itu, sebelum melakukan budidaya ayam petelur, peternak wajib merencanakan pembuangan limbah kotoran.

Video Ternak Ayam Petelur Modal Tipis Ekonomis Minimalis

Cara budidaya ayam petelur untuk pemula tidaklah sulit. Namun perlu ketelitian dan memperhatikan banyak faktor. Agar telur-telur yang dihasilkan punya kualitas unggul.

Cara Budidaya Ayam Petelur

Leave a Comment