Cara Budidaya Ayam Petelur

Cara budidaya ayam petelur memang cukup mudah, hal ini membuat banyak orang ingin belajar membudidayakan ayam petelur. Karena bisa menjadi komoditas yang menguntungkan baik untuk usaha kecil ataupun skala besar. Ayam petelur adalah ayam yang memang dipelihara sebagai penghasil telur.

Sekilas Tentang Ayam Petelur

Sekilas Tentang Ayam Petelur
agrowindo.com

Ayam petelur merupakan ayam betina yang diternak sehingga menghasilkan telur. Sejarah awal hewan ini adalah ayam liar yang ditangkap dan mampu bertelur banyak. Dari tahun ke tahun ayam liar diseleksi untuk mendapatkan gen berkualitas. Persilangan dilakukan hingga ditemukan unggas unggulan yang sesuai dengan harapan.

Seleksi dilakukan untuk membuang sifat tidak baik dari ayam lalu mempertahankan sifat baik. Ayam petelur yang unggul mampu menghasilkan bibit bermutu di kemudian hari. Setiap tahun ayam petelur mampu menghasilkan 200 butir telur. Hewan ini sudah bisa menghasilkan telur setelah berumur 5 bulan sampai batas umurnya mencapai 2 tahun.

Jenis Ayam Petelur yang Cocok Untuk Dibudidayakan

Jenis Ayam Petelur yang Cocok Untuk Dibudidayakan
alatternakayam.com

Untuk menghasilkan telur yang baik, tidak boleh asal memilih jenis ayam. Setidaknya ada 2 jenis ayam petelur yang cocok untuk dibudidayakan. Yaitu ayam ras petelur ringan dan ras petelur medium. Berikut akan dijelaskan kedua jenis hewan petelur ini.

1. Ayam Ras Petelur Ringan

Ayam petelur jenis ini mengasumsikan telur dengan cangkak berwarna putih. Ciri-ciri ayam jenis ini adalah kurus, mungil, ramping, dan mata bersinar. Asalnya adalah dari white legorn, berbulu putih dengan jengger merah. Ayam ras petelur ringan mampu menghasilkan telur kira-kira 260 telur per tahun.

Jenis ini cukup sulit ditemukan namun untuk ras petelur ringan komersial bisa ditemukan di pasaran dengan berbagai nama.
Hewan penghasilan telur satu ini tidak tahan dengan cuaca panas dan suasana berisik. Bila hal tersebut terjadi akan menyebabkan produksi telur menurun.

2. Ayam Ras Petelur Medium

Ciri-ciri ras petelur medium adalah lebih berat dari ras petelur ringan namun tidak lebih berat dari ayam pedaging. Hal ini yang membuat namanya menjadi ayam ras petelur medium. Memiliki bulu dan cangkang telur berwarna cokelat. Meski harga telurnya cenderung lebih mahal ayam ras satu ini juga banyak di budidayakan. Tak hanya jadi ayam petelur saja karena dagingnya juga lagu dan sering disebut sebagai ayam dwiguna.

Artikel Lain: Cara Budidaya Jangkrik

Cara Budidaya Ayam Petelur

Cara Budidaya Ayam Petelur
hafizfarm.com

Banyak hal yang harus diperhatikan dari cara budidaya ayam petelur. Meski terbilang mudah namun punya resiko yang besar pula bila tidak belajar dan teliti. Berikut beberapa hal yang harus diketahui dan jadi perhatian saat budidaya ayam petelur.

1. Persiapan Kandang

Hal paling penting dari budidaya hewan adalah persiapan lokasi atau kandang, begitu juga pada ayam petelur. Lokasi kandang harus jauh dari perumahan warga agar bau kotoran ayam tidak mencemari lingkungan hidup. Hal ini juga penting agar hewan tidak stress akibat berisik yang timbul di pemukiman penduduk.

Meski harus jauh dari pemukiman, hendaknya lokasi kandang masih mudah dijangkau oleh transportasi untuk keperluan pemeliharaan dan perawatan.

Ada 2 tipe kandang yang bisa dipilih yaitu pertama kandang umparan. Teknik kandang umparan adalah banyak ayam ditempatkan dalam satu ruangan kandang. Resiko menggunakan kandang jenis ini adalah ayam langsung bertelur di lantai sehingga harus memiliki tempat khusus untuk telurnya.

Kandang jenis kedua adalah baterai, satu kandang hanya berisi 1 ayam saja hal ini membuat gerak ayam menjadi terbatas sehingga ayam fokus untuk bertelur saja. Selain itu kandang jenis ini mampu menghemat ruang karena kandang ayam bisa disusun ke atas sampai 4 tingkatan.

2. Memilih Bibit

Dalam pemilihan bibit ayam petelur, tidak hanya memperhatikan jenisnya saja. Karena baik ayam ras petelur ringan ataupun ras petelur medium memiliki kandungan nutrisi yang sama. Saat memilih bibit pastikan harus dari indukan unggul yang memang sudah terpercaya. Bibit sehat, tidak cacat, bulu menutup normal, pertumbuhan normal, nafsu makan bagus, memiliki ukuran badan ideal dan tidak ada feses dibagian duburnya.

3. Pemberian Pakan Dan Minum

Saat budidaya ayam petelur ada beberapa jenis pakan yang bisa dipilih yaitu sentrat, tepung ikan, dan juga jagung. Masing-masing dari jenis pakan ini memiliki kelebihan sendiri bagi ayam. Variasi dalam pemberian pakan memang perlu dilakukan untuk meningkatkan nutri pada ayam petelur.
Selain pilihan jenis pakan, dalam masa pembibitan ada 2 fase pemberian pakan. Yaitu saat ayam masih berumur 0 – 4 Minggu disebut fase starter.

Dan saat ayam berusia 4 – 6 Minggu disebut fase starter dengan pola pemberian pakan 3 kali sehari dan intensitas pemberian pakan yang terus naik setiap Minggunya.

Untuk pemberian minum pada ayam, di awal-awal bibit diberi minum denga tambahan obat anti stress. Hal ini berlaku bagi ayam yang didatangkan dari tempat lain. Agar ayam lebih tenang dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Ayam yang mengalami stress akan menurunkan produksi telur.

4. Perawatan dan Pemeliharaan

Cara budidaya ayam petelur hendaknya memperhatikan proses merawat dan memelihara ayam. Yang pertama kali harus di perhatikan adalah kebersihan kandang untuk menjaga kesehatan dan kualitas telur. Wajib membersihkan kandang dari kotoran setiap hari untuk menjaga kesehatan ayam. Pembersihan kandang bisa dilakukan dengan pemberian disinfektan dan cuci kutu agar kandang tetap steril.

Untuk pemeliharaan ayam bisa dengan menggunakan vaksin dan vitamin. Hal ini bertujuan menjaga ayam dari serangan penyakit dan untuk kekebalan tubuh. Vaksinasi mampu bekerja dengan baik dengan membentuk antibodi pada tubuh ayam.

Ayam yang tertular penyakit sebaiknya sudah di deteksi sejak awal dan dipisahkan dari kumpulan ayam sehat lainnya. Lalu setelah dipisah kemudian diberi vitamin secara rutin hingga nutrisi kembali tercukupi dan sehat. Ayam yang tidak sehat memicu penurunan produksi. Jika bertelur dikhawatirkan telur yang dihasilkan dibawah standard kualitas seharusnya.

Resiko Budidaya Ayam Petelur

Resiko Budidaya Ayam Petelur
pertaninak.blogspot.com

Meski menjadi komoditas yang menjanjikan pastinya budidaya jenis ini juga sarat akan resiko. Cara budidaya ayam petelur harus memperhatikan resiko yang bisa terjadi. Yang pertama adalah faktor kematian. Resiko satu ini wajar terjadi karena yang dibudidayakan merupakan makhluk bernyawa. Nah, hal ini bisa diatasi dengan selalu mengontrol ayam yang ada di kandang. Dan menjaga kesehatan ayam ras petelur supaya kebal terhadap penyakit.

Harga telur yang tidak stabil juga menjadi salah satu faktor budidaya satu ini beresiko. Harga telur yang terus mengalami perubahan bisa membuat peternak mengalami kerugian apalagi untuk pemula dan pelaku usaha kecil. Akhir-akhir ini musim memang semakin tidak menentu. Cuaca ekstrim juga kerap terjadi.

Tentu bisa menyebabkan kerugian bila melakukan budidaya saat musim kemarau panjang yang berakibat pakan sulit ditemukan dan harganya jadi melambung. Selain itu yang dari sisi kerajinan si peternak juga bisa menjadi resiko untuk hasil ayam petelur di kemudian hari. Beternak ayam petelur haruslah rajin, ulet, gigih dan semangat pantang menyerah.

Video Ternak Ayam Petelur Modal Tipis Ekonomis Minimalis

Cara budidaya ayam petelur untuk pemula tidaklah sulit. Namun perlu ketelitian dan memperhatikan banyak faktor. Agar telur-telur yang dihasilkan punya kualitas unggul.

Cara Budidaya Ayam Petelur

Leave a Comment