produsenjamurtirambojonegoro.blogspot.com

Harga Jamur Tiram per Kg

Posted on

Harga Jamur Tiram per Kg – Harga adalah faktor penentu bisnis yang harus diperhitungkan dengan baik, salah satunya dalam bisnis budidaya jamur tiram.

Lebih-lebih dalam usaha ini, Anda melakukan budidaya seorang diri, sehingga harus ada keuntungan yang disisihkan untuk diri sendiri. Untuk itu, perlu menentukan harga jamur tiram per kg.

Usaha ini terbilang menguntungkan karena pasarnya sudah sampai ke mancanegara. Ekspor jamur tiram asal Indonesia bisa membukukan penjualan hingga 9 juta USD.

Pentingnya Mempertimbangkan Harga Jamur Tiram Per Kg Saat Menjalankan Bisnis

Pentingnya Mempertimbangkan Harga Jamur Tiram Per Kg Saat Menjalankan Bisnis

Di tengah persaingan yang begitu padat, bagaimana cara menentukan harga jamur tiram per kg? Seperti bisnis pada umumnya, bisnis budidaya jamur tiram juga menganut strategi penetapan harga. Ada beberapa jenis strategi penetapan harga yang bisa digunakan oleh pelaku usaha budidaya jamur tiram ini.

Artikel Terkait: Budidaya Jamur Tiram dari Ampas Kopi

1. Strategi Markup Pricing

Strategi markup pricing ini adalah strategi menentukan harga dengan cara menambahkan persentase pada harga bahan baku. Pada strategi ini, perlu diketahui dulu kalkulasi dari modal awal yang diperlukan. Persentase inilah yang nantinya digunakan untuk meraih keuntungan.

Contoh perhitungannya adalah seperti ini:

Misalnya usaha budidaya jamur tiram ini memerlukan bahan baku senilai Rp. 1.500.000. Markup yang ingin ditambahkan adalah 20 persen dari nilai modal bahan baku ini. Maka, perhitungan keuntungannya adalah sebagai berikut :

1.500.000 + (1.500.000 x 20%) = 1.800.000

Keuntungan = 1.800.000 – 1.500.000 = 300.000

Jadi, keuntungan untuk budidaya jamur tiram dengan modal 1.500.000 adalah sebesar 300.000

2. Margin Pricing

Strategi margin pricing adalah menentukan harga jual berdasarkan berapa banyak keuntungan yang ingin didapat. Untuk bisa menetapkan strategi ini, pengusaha harus tahu berapa kisaran jumlah produk yang akan dijual, dalam kasus ini adalah jamur tiram. Setelah itu, barulah bisa dihitung berapa besaran persentase profit yang akan diambil.

Ilustrasi perhitungannya adalah sebagai berikut :

Harga jual-Harga modal/Harga jual

Harga jual disini ditentukan tentu saja setelah mempertimbangkan modal dan biaya operasional. Nah, jika ingin tahu berapa margin keuntungannya, masukkan saja angka-angka ke dalam rumus di atas. Maka akan terlihat berapa prosentase keuntungan atau margin yang didapat.

BACA JUGA  Cara Budidaya Jamur Tiram

3. MSRP

Manufactured Retail Price atau MSRP adalah penentuan harga dengan menggunakan rekomendasi dari produsen. Menggunakan strategi ini adalah untuk menstabilkan harga pasar sehingga tidak terjadi perang harga antara pengusaha satu dan lainnya.

Untuk usaha budidaya jamur tiram, maka bisa dengan memperhatikan kisaran harga jamur tiram di pasaran.

Namun, ketika menetapkan strategi ini, produsen tidak bisa leluasa menentukan keuntungan karena bisa dibilang harga sudah standar.

Kekurangan lainnya adalah ketika harga bahan baku naik, otomatis keuntungan jadi berkurang karena harga tidak banyak berubah. Kelebihannya adalah tidak perlu pusing-pusing memikirkan harga jual karena hanya tinggal mengikuti harga pasar saja.

Berbagai Faktor yang Mempengaruhi Harga Jamur Tiram

Berbagai Faktor yang Mempengaruhi Harga Jamur Tiram

Pada dasarnya, ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi harga jual jamur tiram per kg. Berikut beberapa di antaranya:

Baca Juga: Cara Membuat Baglog Jamur Tiram

1. Adanya Permintaan Produk

Harus dipahami, semakin banyak permintaan produk, harga yang dimiliki akan menjadi semakin mahal. Anda bisa menyesuaikan permintaan jamur tiram saat ini dengan harga yang akan Anda buat.

Namun begitu, penetapan harga tetap harus juga memperhatikan harga pasar, strategi harga mana yang akan digunakan, dan juga harga pasaran jamur tiram itu sendiri. Untuk komoditas seperti ini, tidak bisa semena-mena menentukan harga tinggi atau rendah.

2. Target Pasar

Siapa target pasar yang Anda miliki? Jika target pasar yang Anda miliki berasal dari kalangan menengah ke atas, Anda dapat membanderol jamur tiram dengan harga yang sedikit lebih mahal.

Namun jika ingin menyasar pasar kelas atas, Anda harus memastikan jika kualitas jamur tiram yang Anda hasilkan sudah sesuai dengan harga tersebut. Jangan sampai, Anda menyasar pasar kelas atas, namun kualitas jamur tidak sesuai.

3. Biaya Promosi

Apakah Anda melakukan promosi secara besar-besaran seperti di media internet? Jika demikian, jangan lupa menambahkan biaya promosi ini ke dalam penentuan harga Anda.

Di dalam bisnis, sekecil apapun biaya yang Anda keluarkan dalam menjalankan usaha, harus diperhitungkan dengan baik, sehingga tidak akan muncul kerugian yang besar.

4. Biaya Produksi

Biaya produksi juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Anda bisa menghitung biaya produksi yang Anda butuhkan dalam satu bulan, selain itu Anda juga harus memperhatikan hal-hal yang tidak terduga seperti jamur banyak yang mati, jamur membusuk dan yang lainnya.

BACA JUGA  Bibit Jamur Tiram

Biaya produksi ini jugalah yang nantinya menjadi komponen dalam menentukan harga. Perhitungan biaya produksi ini bisa dijadikan dasar juga untuk menghitung keuntungan atau proyeksi keuntungan.

5. Harga Pesaing

Anda bisa melakukan survei kecil-kecilan, berapa harga yang dimiliki oleh pesaing. Dengan demikian, Anda tidak akan membanderol harga terlalu jauh dari harga pesaing. Selain melakukan survey mengenai harga pesaing, cari tahu juga bagaimana pesaing menetapkan harganya.

Misalnya harga jamur tiram di pesaing lebih murah. Cari tahu komponen apa yang menyebabkan harga mereka lebih murah. Apakah dari bahan baku, biaya operasional, atau karena faktor lain. Jangan sungkan untuk melakukan benchmark ke sesama pelaku usaha budidaya jamur tiram.

Bolehkah Memasang Harga Rendah Sebagai Promosi?

Bolehkah Memasang Harga Rendah Sebagai Promosi?
youtube.com

Mungkin, muncul di benak Anda untuk memasang harga jamur tiram lebih murah dibandingkan dengan pesaing untuk menarik pembeli. Sebenarnya hal tersebut tidak menjadi masalah.

Namun, jika melakukan metode promosi demikian, Anda harus memiliki uang lebih untuk biaya operasional di bulan berikutnya. Karena, sudah pasti keuntungan yang Anda dapatkan menjadi semakin kecil.

Harga rendah memang dapat dengan mudah menarik konsumen. Namun, sebagai pengusaha, kita juga membutuhkan laba untuk terus beroperasi, sehingga jangan terlalu sering memberikan promo harga murah.

Lebih baik beri promo jamur tiram murah di waktu-waktu tertentu seperti seminggu sekali, sebulan sekali, atau saat momen-momen tertentu.

Daripada semata-mata membanderol harga yang terlalu murah, lebih baik gunakan sistem minimal pembelian atau menerapkan harga grosir. Sistem ini lebih baik dan lebih beretika daripada langsung membanderol harga terlalu murah. Selain itu, dengan menetapkan minimal pembelian, produk lebih cepat terjual.

Banyak petani jamur yang menerapkan sistem harga seperti ini. Harga satuan (kiloan) biasanya akan lebih mahal daripada harga per 5 kiloan dan seterusnya. Jadi, jika ingin mendapat harga lebih murah, maka harus melakukan pembelian yang lebih banyak.

Itulah tadi ulasan mengenai harga jamur tiram per kg. Jangan ragu untuk memulai bisnis ini karena potensi usahanya yang bagus dan cepat mendatangkan keuntungan. Walaupun harga per kilo nya terbilang murah, namun tingginya permintaan tetap membuat usaha ini banjir keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *