Cara Menanam Caisim

Posted on

Cara Menanam Caisim – Terdapat beragam jenis sayuran sawi yang akrab di kalangan masyarakat, salah satunya adalah sawi Cina atau Caisim.

Ia merupakan jenis tanaman semusim yang berarti tanaman berumur pendek. Selain cara menanam caisim yang mudah, ia juga dapat tumbuh dalam kondisi cuaca apapun, bahkan tahan terhadap hujan.

Jenis sayuran ini memiliki bentuk daun yang lebar memanjang serta tipis dan memiliki warna hijau. Sedangkan pelepah daun sayuran ini saling membungkus antara pelepah satu dengan pelepah yang lebih muda. Adapun tulang daunnya menyirip dan bercabang-cabang. Sayuran ini juga merupakan salah satu favorit para pecinta kuliner.

Produksi Caisim di Indonesia

Produksi Caisim di Indonesia
neraca.co.id

Di tahun 2018 saja, produksi caisim atau sawi hijau di Indonesia mencapai sekitar 635 ton. Diperkirakan, pada tahun 2050 akan terjadi konsumsi sayuran oleh masyarakat Indonesia sebanyak 0,4963 kw/kapita. Dengan peningkatan rerata konsumsi sayuran per kapita sebesar 0.7% per tahun.

Caisim merupakan tanaman sayur yang bisa ditanam di daerah tinggi maupun rendah. Walaupun begitu, caisim lebih cepat tumbuh jika ditanam di daerah yang lembab. Di Indonesia, Caisim banyak ditanam di daerah seperti Bogor, Lembang, Malang, Pengalengan dan Tosari.

Salah satu petani caisim di Tabanan Bali mengaku bisa memanen 500 kg-1 ton caisim per harinya dari lahan pertanian seluas 14 hektar. Harga jual untuk caisim dari petani ini adalah sekitar Rp. 2.500/kg. Harga caisim sempat mengalami penurunan akibat pandemi virus corona namun kembali stabil.

Cara menanam caisim yang tergolong mudah membuat banyak orang mulai terjun bertani caisim. Bahkan, sayuran ini termasuk dalam tanaman sayur yang bisa ditanam di pekarangan rumah.

Jika ditekuni, produksi caisim rumah tangga ini bisa dikembangkan menjadi urban farming. Selain bisa memenuhi kebutuhan pribadi, juga bisa dijual ke pasar atau warung-warung sayur terdekat.

Cara Menanam Caisim Lengkap

Cara Menanam Caisim Lengkap
thehijau.com

Cara menanam Caisim diperlukan beberapa tahapan-tahapan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Karena penanaman yang mudah, dapat dilakukan sepanjang tahun, sehingga jenis sayuran ini bisa ditanam oleh siapa saja. Oleh sebab itu, simak ulasan berikut ini:

1. Persiapan Benih

Langkah pertama Cara menanam caisim adalah mempersiapkan benih. Seperti halnya dengan tanaman-tanaman lainnya, benih menjadi prioritas utama dalam menanam, begitu pula dengan caisim.

Baik tidaknya benih menjadi faktor utama yang menentukan sukses tidaknya penanaman. Benih caisim memiliki bentuk bulat, keras, kecil dan berwarna hitam, serta permukaan licin dan mengkilap.

BACA JUGA  Cara Menanam Bunga Melati

Untuk mendapatkan benih yang berkualitas, sebelumnya dilakukan pemilihan benih mana yang memenuhi standar pembibitan. Pastikan pula kemasan benih terbuat dari aluminium dan kemasan segel.

Selain itu hal yang perlu diperhatikan juga terkait benih yang akan digunakan. Adapun benih tidak berumur lebih dari 70 hari dan disimpan kurang dari 3 tahun.

Jika benih telah disiapkan dan telah memilih yang berkualitas, langkah selanjutnya yakni dilakukan penyemaian. Terlebih dahulu siapkan lahan khusus penyemaian yang mengandung pupuk kandang, akan lebih baik jika dilakukan pada tanah yang subur.

Baca Juga: Cara Menanam Brokoli

Jangka waktu penyemaian tersebut dilakukan kurang lebih 2 minggu, agar benih caisim sudah siap untuk ditanam.

Untuk penanaman selanjutnya dengan memperbanyak benih caisim dapat dilakukan dengan cara membiarkan tanaman tersebut berbunga sampai menghasilkan biji.

Waktu yang dibutuhkan sampai ia berbunga adalah sekitar 70 hari, jangka waktu ini dimaksudkan agar dapat menghasilkan bunga dengan baik. Setelah berbunga, biji tersebut bisa dipanen kemudian dikeringkan dengan cara dijemur.

2. Persiapan Lahan

Setelah benih telah siap melakukan pembibitan, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan lahan yang akan ditanami. Pengolahan lahan dikerjakan pada 3 sampai 4 minggu sebelum masa penanaman. Terlebih dahulu tanah dicangkul dengan kedalaman 30 cm sembari dibersihkan dari gulma, rumput liar dan tanahnya diratakan.

Alat pertanian yang perlu dipersiapkan dalam proses penanaman caisim seperti cangkul, gembor, kored, garu dan beberapa alat lain. Peralatan ini digunakan terutama pada pembuatan bedeng untuk penanaman caisim. Karena nantinya bedengan juga termasuk salah satu hal yang utama dalam proses penanaman ini.

Meskipun jenis sayuran ini tahan terhadap air, namun yang menjadi kekurangannya ia tidak bisa hidup dengan air menggenang. Maka sayuran ini lebih baik jika ditanam pada penghujung musim hujan dengan kondisi tanah yang gembur. Sehingga akan mendapatkan hasil yang optimal dengan kondisi cuaca stabil.

Setelah gulma dan rumput dihilangkan, mulailah membuat bedengan berukuran 1 m dan dengan ketinggian 25-30 cm. Adapun jarak antara satu bedengan dengan bedengan lainnya diberi parit dengan lebar 40 cm.

Setelah bedengan selesai, langkah selanjutnya yakni menabur pupuk diatas tanah, pupuk yang digunakan bisa menggunakan pupuk organik maupun pupuk kandang.

Pupuk ditaburkan di atas bedengan yang telah disiapkan, dalam satu hektar membutuhkan 100 kg pupuk. Aduk dan campurkan hingga rata pada tanah bedengan, diamkan selama 5 hari sebelum lahan mulai ditanami.

Cara menanam caisim pada tahap ini memang penting diperhatikan, karena menentukan sukses tidaknya penanaman yang dilakukan.

Caisim dapat tumbuh pada tanah dengan pH 6-7 saja, maka melakukan pengukuran kadar asam serta menstabilkannya merupakan hal yang pokok.

Adapun tanah yang memiliki pH rendah atau bersifat asam, hendaknya dilakukan pengapuran agar tanahnya stabil. Pengapuran dilakukan selama 2 sampai 4 minggu sebelum proses tanam dimulai.

BACA JUGA  Cara Menanam Bawang Putih

3. Penanaman Benih

Setelah bibit dan tanah bedengan telah siap, maka tahap selanjutnya dalah penanaman benih. Terlebih dahulu membuat plot berukuran 5x5m yang berjumlah 20 buah.

Dalam satu plot terdapat 4 buah bedengan, dalam setiap bedengan dengan bedengan lainnya berjarak 20 cm. Menjelang proses penanaman, sebelumnya tanah disiram agar lembab.

Bagilah bedengan menjadi 4 baris tanam, sedangkan jarak antar baris sekitar 25 cm. Adapun baris terluar berjarak 12,5 cm terhitung dari pinggir bedengan. Selanjutnya bibit dimasukkan pada lubang tanam dengan kedalaman sekitar 2 sampai 3 cm. Jarak tanam pada baris sepanjang 25 cm, setiap bibit dimasukkan pada satu lubang saja.

Setelah proses tanam selesai dilakukan, selanjutnya membuat alur baris tanaman, alur tersebut dibuat bertujuan untuk proses pemupukan. Jika pemupukan selesai dilakukan, maka lubang tanam dan alur ditutup dengan tanah dan lakukan penyiraman.

Perawatan Budidaya Caisim yang Benar

Perawatan Budidaya Caisim yang Benar
tipspetani.com

Cara menanam Caisim memang terbilang mudah, bahkan tidak membutuhkan lahan yang luas. Karena jika hanya ingin dikonsumsi sendiri cukup ditanam pada lahan sekitar rumah. Berbeda dengan orientasi bisnis, tentu diperlukan lahan yang cukup luas untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Bentuk perawatan caisim adalah sebagai berikut:

  • Penyiraman. Penyiraman dilakukan bukan secara rutin atau sering, namun penyiraman dilakukan tergantung bagaimana musim yang tengah berjalan. Pada musim hujan, dengan kondisi cukup air maka tidak perlu dilakukan penyiraman. Namun hal dilakukan justru mengurangi air yang menggenang di sekitar bedengan. Sebaliknya, jika menanam caisim pada musim kemarau, penyiraman dilakukan karena memang asupan air kurang. Sedangkan jika penanaman dilakukan pada musim yang stabil, maka penyiraman dilakukan dengan intensitas sekali dalam satu hari.
  • Penyulaman. Proses penyulaman dilakukan selama 2 sampai 4x dalam sekali tanam, dengan cara mencabut gulma, rumput liar dan tanaman-tanaman liar lainnya. Pada tahap ini lakukan pula pemupukan tambahan, tepatnya pada masa 2 minggu dari awal tanam. Penambahan pupuk sekitar 20 kg dalam setiap hektar.

Waktu yang Dibutuhkan dalam Penanaman Caisim

Waktu yang dibutuhkan dalam Penanaman Caisim
bragazul.com

Sayuran jenis ini dapat dipanen dalam jangka waktu 20 hari sejak pemindahan bibit dilakukan dari lahan penyemaian. Jika dihitung sejak awal mula pembibitan hingga waktu panen, caisim berumur 40 hari dan selama-lamanya 70 hari sejak pemindahan bibit.

Sedangkan proses panen bisa dilakukan dengan dua cara, yang pertama bisa memotong pangkal batang dan kedua mencabut seluruh  tanaman beserta akarnya. Hal yang perlu diingat adalah jangan sampai terlambat memanen, karena caisim akan segera berbunga.

Persyaratan penanaman jenis sayuran ini tidak memiliki kriteria tertentu sehingga terbilang mudah dilakukan. Caisim dapat tumbuh berkembang hampir di seluruh jenis tanah, baik jenis tanah mineral yang berstruktur ringan, hingga tanah liat bahkan gambut.

BACA JUGA  Cara Menanam Glodokan Tiang

Pemberantasan Hama Caisim

Pemberantasan Hama Caisim
nusfarm.blogspot.com

Caisim merupakan tanaman sayur yang disukai oleh hama yaitu ulat daun kubis atau Plutella Xylostella. Ulat daun kubis ini juga sering disebut dengan ulat grayak yang senang sekali menggerogoti daun-daun caisim. Umumnya, larva dari ulat grayak ini menyerang caisim sehingga proses asimilasi terganggu.

Serangan hama ulat grayak atau ulat daun kubis ini bisa menyebabkan gagal panen yang berujung pada kerugian petani caisim. Penggunaan pestisida dianggap yang paling cepat membasmi hama ini. Namun, saat ini juga sudah ada metode alami membasmi hama ini agar caisim lebih aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Artikel Lain: Cara Membasmi Hama Ulat Kaki Seribu

Alih-alih menggunakan semprotan pestisida kimia, ulat grayak bisa dibasmi dengan pestisida nabati yang berasal dari daun mimba. Gunakan sebanyak 1-2 kilogram daun mimba yang ditumbuk kemudian dicampur dengan 2-4 liter air di dalam ember. Tutuplah ember selama 1-2 hari, kemudian saring dan larutan pestisida ini siap digunakan.

Penggunaan pestisida alami atau nabati sangat baik untuk sayuran seperti caisim. Pada daun caisim tidak ada sisa residu dari pestisida sehingga sayuran lebih aman dikonsumsi. Residu dari pestisida kimia bisa mengakibatkan penyakit seperti kanker pada konsumen.

Urban Farming, Bertani Caisim di Perkotaan

Urban Farming, Bertani Caisim di Perkotaan
liputan6.com

Seperti telah diulas di atas bahwa caisim bisa dengan mudah tumbuh di mana saja baik dataran tinggi maupun rendah. Ternyata, caisim juga bisa ditanam di pekarangan rumah di daerah perkotaan yang padat. Bertani sayur di kota atau urban farming sedang booming beberapa tahun terakhir ini.

Menanam caisim di perkotaan ternyata bisa menjadi mata pencaharian tersendiri. Salah seorang petani sayur di Teluk Naga mengklaim sehari bisa mendapat uang 100 juta rupiah dari menjual sayur hasil panennya. Sayurannya salah satunya adalah caisim yang cenderung sangat mudah ditanam.

Dengan lahan seluas 26 ha yang terletak di dekat bandara, petani ini berkolaborasi dengan petani-petani sayur lainnya.

Hasil panennya, salah satunya caisim dipasarkan ke supermarket seperti Superindo, Alfamidi, dan juga Carrefour. Konsumsi caisim di kota cukup tinggi karena banyak digunakan sebagai campuran mie ayam dan bakso, makanan yang sangat digemari masyarakat perkotaan.

Di rumah, caisim bisa ditanam dengan memanfaatkan pekarangan atau balkon. Caisim bisa ditanam di pot atau bisa juga di tanam di dinding menggunakan polybag gantung. Diharapkan, masyarakat perkotaan mau menekuni urban farming ini karena selain ada nilai ekonomis, kebutuhan pribadi juga bisa terpenuhi dengan mudah dan murah.

Demikianlah ulasan tentang cara menanam caisim lengkap dengan proses perawatan yang dilakukannya. Dapat ditanam dengan kondisi cuaca apapun dan lahan sempit sekalipun, misalnya di sekitar rumah ataupun di pinggir area persawahan. Kalaupun dikonsumsi sendiri, jenis sayuran ini sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Cara Menanam Caisim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *