Cara Budidaya Kroto

Cara Budidaya Kroto – Budidaya Kroto adalah yang masih baru untuk saat ini, karena memang cara budidaya kroto ini tidak semudah kelihatannya. Meskipun begitu tetap saja budidaya kroto ini sangat menguntungkan karena jumlah peminat yang lebih besar daripada jumlah pembudidaya.

Maka dari itu, budidaya kroto ini masih sangat membuka peluang yang besar bagi para budidaya pemula.

Namun sayangnya, tidak semua orang bisa membudidayakan si kroto ini. Meskipun biaya operasionalnya lebih ringan dari budidaya lainnya dan keuntungannya juga lebih besar sayangnya hanya sebagian orang yang berhasil.

Sedikit tentang Kroto, kroto merupakan pakan burung ataupun ikan yang saat ini pasokannya sangat sedikit. Untuk itu, kali ini artikel dibawah ini akan membahas berbagai hal menyangkut tentang cara budidaya kroto, manfaat serta hal-hal lainnya.

Pengertian Budidaya Kroto

Pengertian Budidaya Kroto
bisnisukm.com

Kroto sebenarnya adalah telur yang di hasilkan semut rangrang, pada saat menjadi telur berukuran sangat kecil. Seiring berjalannya waktu maka ukurannya senantiasa bertambah dan barulah disebut kroto. Kroto ini pada umumnya dijadikan pakan untuk berbagai ternak. Contohnya seperti, Cucok Rowo, Murai, Jalak, dan masih banyak contoh burung kicau lainnya.

Dulunya, kroto hanya dapat ditemukan pada sarang semut rangrang yang dapat diterima di pepohonan di alam liar. Namun, jumlahnya yang sangat terbatas dan minim dan jumlah pemburunya semakin banyak membuat kroto ini menjadi sangat langka. Maka, saat ini budidaya kroto dianggap sebagai alternatif untuk penyediaan kroto untuk keperluan pakan ternak.

Cara Budidaya Kroto

Cara Budidaya Kroto
faktanews.co

Cara budidaya kroto atau semut rangrang ini memiliki langkah yang bertahap. Dibawah ini adalah tahap-tahap yang harus dilakukan oleh para pembudidaya.

1. Menyiapkan Kandang

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika ingin membudidayakan kroto adalah membuat kandangnya terlebih dahulu. Kroto bisa hidup di kandang buatan yang terbuat dari bambu, toples maupun pipa plastik. Penggunaan pipa paralon lebih disarankan untuk pembudidayaan ini.

Dikarena pipa paralon memerlukan perawatan yang lebih mudah dari kandang buatan lainnya. Selain itu, pipa paralon sendiri juga memiliki daya tahan yang cukup lama dibandingkan dengan bahan yang lainnya. Hal lainnya adalah penggunaan pipa paralon tersebut juga dapat membantu menghemat biaya operasional pembudayaan.

Hal penting lainnya adalah, letakkan kandang di tempat yang senyap. Usahakan juga tempat tersebut jauh dari kebisingan dan gangguan apapun. Hal itu supaya semut tidak mudah stress dan mau bertelur dengan teratur. Jika menggunakan pipa paralon pun akan lebih memudahkan proses pemanenan dan meminimalisir bahaya yang ditimbulkan.

2. Menyiapkan Bibit Koloni Semut Rangrang

Setelah kandang buatan telah siap huni untuk para penghuni barunya maka tahap selanjutnya adalah menyiapkan bibitnya untuk menjadi penghuninya. Biasanya bibit-bibit semut rangrang ini dijual menggunakan kemasan botol air mineral.

Setelah bibit telah tersedia makan langkah selanjutnya adalah membuka tutup boleh tersebut dan menempatkannya di atas kandang baru. Jangan lupa untuk selalu menyediakan pakan dan air gula disekitar kandang. Maka setelah itu semut rangrang akan berkembang biak dengan sendirinya.

Untuk pemilihan bibit-bibit koloni semut pun pembudidaya harus tau dan memperhatikan jenis-jenis semut. Populasi jenis-jenis semut ini harus seimbang untuk menghasilkan perkembangan biakan yang bagus. Berikut contoh jenis-jenis semut yang harus diperhatikan oleh para pembudidaya :

  • Ratu semut, setiap koloni semut sudah tentu harus memiliki Ratu Semut ini. Ratu Semut ini jugalah yang berperan sebagai petelur dan penghasil utama kroto.
  • Semut jantan, peraturan semut ini pun tak kalah penting dengan si Ratu Semut. Semut jantan ini tugasnya adalah membuahi Ratu Semut agar bisa menghasilkan telur dan kroto. Namun umur dari semut jantan ini hanya berkisar satu mingguan saja.
  • Semut Pekerja, semut ini secara keseluruhan adalah semut betina. Jenis ini terdiri dari semut betina yang tidak bisa bertelur atau disebut juga semut mandul. Semut ini bertugas untuk menjaga telur-telur hingga menetas.
  • Semut Prajurit, para semut jenis ini bertugas untuk menjadi makanan dan menjaga koloni mereka dari berbagai ancaman.

3. Pemberian Pakan

Para pembudidaya bisa memberi pakan kroto dengan hewan maupun serangga kecil contohnya adalah cicak, ulat, belalang jangkrik. Alternatif lainnya adalah daging ayam yang sudah direbus maupun tulang sapi yang sudah dipecahkan. Makanan-makanan tersebut bisa menjadi sumber protein bagi semut rangrang agar mempercepat proses perkembangan biakannya.

Selain protein, semut rangrang juga membutuhkan asupan gula. Jika berada dialam liar maka semut tersebut mendapatkannya dari nektar yang ada di tumbuhan sekitar. Maka dari itu, pembudidaya kroto atau semut rangrang ini harus menyediakan gula yang dilarutkan dengan air untuk mencukupi asupan gula tersebut. Untuk lebih jelasnya pemberian pakan ini dapat mengikuti langkah berikut :

  • Wadahi pakan kroto yang berupa serangga-serangga kecil kedalam piring/wadah plastik yang berbentuk ceper.
  • Jika pembudidaya ingin memberikan pakan yang masih hidup seperti jangkrik, maka lumpuhkan terlebih dahulu. Hal itu untuk menghindari pakan tersebut lepas atau malah balik menyerang kroto.
  • Untuk larutan gula, gunakan gelas kecil yang tidak terlalu tinggi. Masukkan 2-4 sendok gula kedalam 300ml air lalu aduk rata.

Selalu usahakan memberikan pakan tepat pada waktunya. Supaya semut-semut tersebut tidak mencari makanan diluar yang justru dapat memperlambat proses panen nantinya.

Artikel Lain: Cara Budidaya Ayam Petelur

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Perkembangan Budidaya Kroto

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Perkembangan Budidaya Kroto
apkpure.com

Tentu saja dalam cara budidaya kroto pasti ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangannya. Baik itu faktor eksternal maupun faktor internal. Dibawah ini adalah beberapa faktor yang harus diperhatikan pembudidaya karena dapat mempengaruhi perkembangan dari kroto.

Faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan kroto adalah gizi. Sebagaimana kroto yang nantinya akan dijadikan pakan ternak, maka sudah tentu kroto itu sendiri harus penuh dengan nutrisi.

Jika kroto yang bernutrisi di konsumsi oleh para burung kicau maka akan menghasilkan kicauan yang lebih nyaring lagi. Satu hal lagi, jika kroto yang dihasilkan berkualitas maka akan sangat membantu dalam hal pemasaran.

Faktor kedua sekaligus faktor terakhir ini adalah yang mempengaruhi pemasaran dari kroto itu sendiri. Pada saat ini, seperti yang sudah dikatakan diaaa bahwa masih minim sekali pembudidaya kroto, maka pasokannya pun sangat tipis sekali. Disamping itu hobby memelihara burung kicau semakin meningkat hal itu juga secara otomatis sangat memengaruhi kebutuhan kroto.

Tidak heran lagi jika semakin banyak orang yang ingin mengetahui cara budidaya kroto ini. Selain peluang keuntungannya besar, dan biaya operasionalnya pun tergolong rendah jika dibandingkan budidaya lainnya. Hal lainnya adalah budidaya kroto ini akan berlangsung lama dan terus menerus. Hal itu disebabkan karena a kebutuhan kroto yang selalu meningkar seiring banyaknya peminat burung kicau.

Video Kisah Sukses Ternak Semut Kroto

Cara budidaya kroto sendiri bisa dipelajari sendiri secara otodidak. Di internet dan berbagai buku sudah banyak sekali yang membahas budidaya satu ini. Adanya artikel ini juga bertujuan ikut membantu menginformasikan hal-hal yang menyangkut budidaya kroto.

Cara Budidaya Kroto

Leave a Comment