Budidaya Belut di Kolam Terpal

Budidaya Belut di Kolam Terpal – Belut merupakan salah satu jenis hewan yang banyak dikonsumsi oleh manusia. Dengan khasiat dan rasanya yang lezat, maka tidak heran jika belut banyak dikonsumsi.

Sayangnya, harga belut terus meningkat hingga mencapai Rp100.000/kilogram di musim kemarau. Peluang inilah yang dilihat para pengusaha untuk membuat budidaya belut di kolam terpal.

Ada banyak sekali media budidaya belut yang bisa digunakan. Kolam terpal adalah salah satu alternatif yang biasanya dipakai pemilik budidaya untuk memelihara ikan belut. Budidaya belut di kolam terpal bisa dengan menggunakan lumpur atau air bersih sebagai bahan medianya.

Tips Membuat Budidaya Belut di Kolam Terpal

 

kolam terpal untuk budidaya belut
eckoeffendi.wordpress.com

Dari sekian banyak cara tempat untuk budidaya belut, salah satu wadah termudah dan termurah adalah menggunakan kolam terpal.

Belut merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki toleran tinggi sehingga tidak akan mudah rusak atau mati. Namun, untuk memastikan bahwa proses budidayanya berhasil, berikut adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan:

Baca Juga: Budidaya Belut dalam Ember

1. Lokasi dan Jumlah Kolam Terpal

Hal pertama yang perlu diketahui ketika ingin membuat budidaya belut adalah lokasi yang tepat agar belut dapat tumbuh dengan baik.

Meskipun tergolong hewan yang mudah beradaptasi, lokasi terbaik untuk budidaya belut adalah di dataran 0 hingga 1.200 m diatas permukaan laut. Namun, ketinggian yang terbaik adalah sekitar 0-1.000 m diatas permukaan laut.

Untuk dapat mengeksekusi rencana ini, maka paling tidak dibutuhkan 4 terpal yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Terpal tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai macam tujuan seperti pemisahan belut hingga pemisahan belut yang remaja hingga yang siap konsumsi. Pastikan untuk membangunnya dengan kuat agar tidak mudah roboh.

2. Media Budidaya Belut

Selain memilih lokasi yang tepat, maka dibutuhkan media yang tepat pula agar belut dapat tumbuh dengan sehat. Salah satu jenis media yang bisa digunakan adalah bahan organic seperti tanah dan kedeboh pisang.

Pastikan agar media tersebut sudah siap dan matang untuk dijalankan. Apabila belum siap, jangan taburkan belut ke dalam kolam karena dapat mengganggu proses berkembangnya.

 3. Pemilihan Bibit Belut

Cara untuk mendapatkan bibit belut dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menangkapnya di alam bebas atau membelinya dari hasil budidaya. Jika ingin proses perawatannya menjadi lebih mudah, ada baiknya untuk membelinya dari hasil budidaya. Hasilnya akan lebih pasti dan pembeli bisa meminta umur atau ukuran yang sama.

Sedangkan bagi yang ingin mendapatkan untung lebih banyak, maka tangkaplah dari alam bebas. Selain hasil tangkapannya bisa lebih banyak, rasanya juga biasanya lebih gurih. Namun kekurangannya hanyalah ukurannya yang tidak seragam.

4. Pengaturan Air & Jumlah Belut

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya belut di kolam terpal adalah ukuran dari kolamnya. Meskipun belut dapat dibudidayakan dengan kepadatan yang cukup tinggi, namun pastikan untuk menebar hanya 50-100 ekor/meter persegi. Hal ini bertujuan untuk menghindari pertumbuhan dan perkembang belut ke depannya.

Sedangkan untuk komposisi airnya, pastikan untuk selalu memberikan air yang lebih. Pastikan air kolam tidak pernah sampai kurang karena hal ini bisa menyebabkan belut tidak bisa tumbuh dengan baik. Namun, jangan sampai berlebih atau tumpah karena hal ini bisa membuat belut kesulitan dalam menangkap makanannya.

5. Pemberian Pakan

Belut dapat mengkonsumsi hampir segala hal yang berhubungan dengan media tanah seperti jentik nyamuk dan cacing. Bagi yang kesulitan mendapatkan makanan tersebut juga bisa memasukkan binatang yang sudah mati namun telah direbus. Beberapa contoh diantaranya adalah bekicot, keong maupun ikan kecil.

Pemberian pakan pada belut dapat dilakukan pada sore hari karena biasanya belut makan pada saat malam. Namun, pastikan untuk jangan sampai memberikan pakannya secara telat karena belut bisa menjadi rakus dan agresif ketika lapar.

Ini Dia Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Belut di Kolam Terpal

Ini Dia Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Belut di Kolam Terpal
trubus.id

Namun, media kolam tetap mempunyai kelebihan dan kekurangan seperti halnya media yang lain. Berikut ini adalah ulasannya:

Artikel Lain: Budidaya Belut Tanpa Lumpur

Kelebihan Kolam Terpal dalam Budidaya Belut

Kelebihan Kolam Terpal dalam Budidaya Belut
pinterest.com

Yang pertama kali akan dibahas adalah kelebihan media kolam terpal pada budidaya ikan belut yaitu:

1. Persentase Hidup Lebih Lama

Kelebihan pertama yang akan Anda dapatkan adalah persentase hidup ikan yang lebih lama dibanding dengan media lainnya. Utamanya ketika menggunakan bahan air bersih. Hal ini dikarenakan air dalam kolam dapat dikontrol dengan baik sehingga ikan lebih sehat.

2. Meminimalisir Serangan Hama dan Penyakit

Ketika budidaya ikan dilakukan serangan hama dan penyakit adalah hal yang biasa dan wajar terjadi. Namun, dengan menggunakan kolam terpal hal tersebut dapat diminimalisir. Sebab kondisi kelembapan kolam terpal dengan kolam tanah pastinya berbeda.

3. Pekerjaan Lebih Mudah

kelebihan lain menggunakan kolam terpal adalah pekerjaan Anda akan lebih mudah. Dalam pelaksanaan penyebaran benih, perawatan hingga masa panen tidak perlu melibatkan banyak tenaga.

4. Solusi Untuk Daerah Kurang Air

Bagi yang ingin melakukan budidaya ikan belut dan terkendala air, maka bahan media bisa menggunakan lumpur dalam kolam terpal. Bahan ini juga mudah dalam pengerjaannya dan tidak memerlukan banyak biaya.

5. Suhu Lebih Stabil

Dibandingkan dengan media lain, suhu dalam kolam terpal memang lebih stabil karena kolam terpal mampu menahan fluktuasi suhu pada kolam. Sehingga ketika terjadi perubahan musim yang tidak menentu, ikan belut akan tetap sehat dan tidak stres.

Kekurangan Kolam Terpal dalam Budidaya Belut

Kekurangan Kolam Terpal dalam Budidaya Belut
alamikan.com

Di samping mempunyai kelebihan, budidaya dalam kolam terpal pun mempunyai beberapa kekurangan diantaranya adalah:

1. Rawan Bocor

Kekurangan yang harus Anda perhatikan adalah bahwa kolam yang digunakan sangat rawan terkena bocor. Baik itu karena serangan hewan atau tertusuk paku yang digunakan di dalam kolam terpal.

2. Mudah Lapuk Karena Hujan

Musim hujan yang datang dalam tempo yang sering, tentu akan sedikit menyusahkan sebab bagian luar kolam apabila sering terkena hujan akan rawan mengalami lapuk dan membuat kolam terpal cepat rusak.

3. Tidak Awet

Kekurangan lain adalah usia kolam terpal yang tidak lama. Maksimal 2 tahun saja dan Anda harus segera menggantinya dengan yang baru. Lebih dari masa itu kondisi kolam akan mudah lapuk, rusak dan banyak kendala lain yang dihadapi.

4. Air Dalam Kolam Cepat Berbau

Utamanya ketika Anda menggunakan bahan air jernih dalam kolam terpal, maka kondisi air dalam kolam akan cepat berbau dan kotor apabila Anda tidak sering melakukan pengurasan. Kondisi kolam terpal yang kotor akan mempengaruhi kesehatan dan perkembangan ikan belut dalam kolam tersebut.

Setiap media budidaya belut pastinya ada kekurangan dan kelebihan yang harus tetap diperhatikan. Begitu juga dengan budidaya belut di kolam terpal. Meskipun terdapat kekurangan banyak para peternak ikan belut yang lebih menyukai kolam terpal karena simple, efektif dan efisien dalam penggunaannya.

Tidak membutuhkan banyak tenaga serta modal yang tidak banyak menjadi alasan lain mengapa media ini tetap menjadi favorit budidaya ikan yang menyenangkan dan menguntungkan.

Budidaya Belut di Kolam Terpal

Leave a Comment