jatayu.or.id

Pakan Belut

Posted on

Pakan Belut – Melakukan budidaya belut seringkali membuat bingung pakan apakah yang sebaiknya digunakan agar belut yang dibudidayakan bisa tumbuh dengan baik dan besar. Sebenarnya ada beberapa jenis pakan belut yang bisa dengan mudah Anda temukan di lingkungan bahkan dengan harga yang murah.

Namun perlu diingat bahwa memelihara belut tidak hanya menghasilkan yang ukurannya besar saja, tetapi juga harus berkualitas.

Oleh sebab itu, meskipun ada banyak makanan yang murah dan mudah ditemukan tanpa harus mengeluarkan biasa, peternak harus memperhatikan beberapa hal saat memberikan pakan. Apa saja jenisnya dan bagaimana cara memberikan pakan yang tepat? Simak pembahasannya di bawah ini!

Pakan Belut Alami dan Buatan yang Mudah Ditemukan serta Murah

Pakan Belut Alami dan Buatan yang Mudah Ditemukan dan Murah
jatayu.or.id

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan belut yang bisa digunakan, baik yang alami atau pun yang buatan:

1. Cacing Tanah

Ingin menggunakan pakan alami yang mudah dan murah? Anda bisa menggunakan pakan berupa cacing tanah. Pakan ini dapat diperoleh dengan mudah di sekitar tempat Anda.

Bukan hanya mudah untuk didapatkan, cacing tanah juga terkenal mempunyai kandungan gizi yang banyak utamanya protein. Dapat dikatakan cacing inilah makanan terbaik untuk belut yang berasal dari alam.

Menurut sebuah penelitian, kandungan yang terdapat pada cacing tanah adalah 16,3% protein, 17% karbohidrat, dan lemak 4,5%.

Sedangkan untuk cacing tanah yang kering kandungan proteinnya lebih tinggi, bisa mencapai sekitar 70%. Sebelum memberikan cacing tanah sebagai pakan belut, bersihkan dulu dengan air. Jika sudah bersih dari tanah, cacing dipotong-potong menyesuaikan ukuran mulut belut.

2. Keong Mas

Makanan alami lain yang bisa Anda dapatkan dengan mudah adalah keong mas atau keong sawah. Anda bisa mendapatkan makanan alami ini di sawah, rawa-rawa atau sungai. Keong mas juga makanan yang baik untuk perkembangan ikan belut selama budidaya karena kandungan gizinya.

Penelitian dari Positive Deviance Resource Center mencatat kalau keong basah mengandung 12% protein, 217 mg kalsium, rendah kolesterol, serta kaya akan karbohidrat dan fosfor.

BACA JUGA  Budidaya Belut Tanpa Lumpur

Sedangkan dalam kondisi keringnya kandungan protein sebanyak 57,76% dan lebih mudah didapat. Jangan berikan keong begitu saja, tetapi rebus dulu cangkangnya agar keong keluar lalu dicincang-cincang kecil.

3. Cacing Sutera

Hampir semua orang yang melakukan budidaya ikan mengenal jenis pakan alami yang satu ini. Cacing sutra juga baik diberikan pada ikan belut yang Anda budidayakan. Hal ini dikarenakan pakan ini memiliki kandungan gizi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan ikan belut.

Bisa dibilang kalau cacing sutra adalah pakan terbaik untuk belut sebab kandungan gizi di dalamnya cukup tinggi, yaitu 51,9% protein, 20,3% karbohidrat, dan 22,3% lemak. Cara memberi pakan belut ini pun mudah. Tinggal ditimbang sesuai kebutuhan kemudian langsung masukkan ke dalam kolam.

Baca Juga:

4. Bekicot

Makanan alami lain yang baik untuk perkembangan ikan belut adalah bekicot. Anda bisa menemukannya dengan mudah di lingkungan sekitar Anda utamanya area persawahan.

Jumlah bekicot pun amat berlimpah, jadi Anda tidak perlu cemas untuk mendapatkannya. Kandungan gizi dalam makanan ini sangat banyak. Terutama protein yang dibutuhkan oleh ikan belut.

Untuk menjadikan bekicot sebagai pakan belut sebaiknya diberikan dalam versi kering. Kandungan proteinnya sangat tinggi, yaitu hampir 65%. Sisanya adalah kandungan karbohidrat 30,45%, lemak 4,18%, serta kalsium dan fosfor. Cara memberikannya sama seperti dengan keong mas di atas.

5. Kepiting Air Tawar

Berbeda dengan makanan alami lain yang bisa Anda berikan dalam jumlah banyak untuk ikan belut, pemberian kepiting ikan tawar harus Anda batasi. Sebab, pemberian makanan alami ini hanya berfungsi untuk merangsang atau menambah nafsu makan ikan belut.

Kepiting air tawar atau yang lebih familier dengan nama yuyu juga bisa Anda dapatkan dengan mudah. Jangan pula memberikan yuyu begitu saja. Kepiting kecil ini harus dipotong-potong sehalus mungkin untuk ditaburkan di atas kolam.

6. Pakan Buatan Berupa Pasta

Tidak hanya menggunakan makanan alami, Anda dapat memberikan makanan buatan untuk ikan belut yang Anda budidayakan. Contohnya adalah pasta. Makanan ini terbuat dari campuran beberapa bahan seperti pelet ikan, daging dan tepung tapioka yang dicampur dengan air. Daging yang digunakan bisa daging bekicot, keong, atau ikan rucah.

Pemberian makanan berupa pasta dipercaya dapat mempercepat pertumbuhan ikan belut. Yang tentunya akan menguntungkan saat pemanenan nanti. Selain itu, cara membuatnya pun sudah.

BACA JUGA  Cara Budidaya Belut

Setelah daging dan pelet dicampur, buat adonan dengan air bersama tepung tapioka. Kalau daging, pelet, dan adonan tepung selesai, simpan di dalam lemari es. Tapi, ingat, pakan belut ini hanya bertahan 12 jam jadi buat secukupnya saja.

7. Pakan Awal

Selain makanan yang disebutkan di atas, untuk makanan awal yang diberikan pada ikan belut setelah pembenihan harus diperhatikan. Karena ukuran ikan belut yang masih kecil, pakan yang diberikan harus menyesuaikan berupa ikan-ikan kecil , udang air tawar, kecebong atau jentik nyamuk.

8. Temulawak

Mungkin ada yang ragu apakah benar belut bisa diberi makan temulawak? Tentu saja bisa. Justru temulawak dapat menambah nafsu makan belut. Caranya, temulawak harus dibersihkan dulu lalu ditumbuk.

Setelah itu, rebus temulawak beberapa menit kemudian dinginkan. Tempatkan temulawak ini di sudut-sudut biasa tempat belut berdiam.

Tips Memberi Pakan Belut

Cara Memberi Pakan Belut
youtube.com

Pemberian pakan alami atau buatan sejak awal budidaya harus selalu diperhatikan tentang kualitas dan porsi yang diberikan. Jangan karena ingin cepat besar, Anda memberikan pakan berlebih yang justru akan membahayakan budidaya belut yang dilakukan. Berikut adalah beberapa tipsnya:

1. Beri Pakan Sesuai Porsi

Porsinya tergantung dari berapa banyak bibit yang tersedia dalam media. Pemberian makan yang sedikit juga akan membuat ikan belut menjadi kanibal. Jumlah pakan yang diberikan adalah 5% dari total bobot seluruh belut pada kolam. Jadi kalau perkiraan bobot populasi adalah 10 kg, maka jumlah pakan yang diberikan adalah seberat 0,5 kg.

Gampangnya cara menghitungnya adalah seperti itu. Namun apabila ingin lebih tepat, bisa menggunakan rumus: jumlah pakan yang dimakan pada waktu tertentu : pertambahan berat badan selama periode tersebut.

2. Perhatikan Waktu Pemberian Pakan

Berikan pakan secukupnya pada pagi dan sore hari. Namun umumnya para peternak belut memberi pakan di sore hari. Perlu diketahui bahwa kebiasaan belut mencari makan adalah di malam hari, kira-kira pukul 21.00 hingga 23.00. Jadi waktu di sore hari adalah saat yang tepat untuk menyebar pakan di kolam.

Tanya Jawab Seputar Pakan Belut

1. Pertanyaan: Apa jenis pakan yang biasa diberikan kepada belut?
Jawaban: Belut dapat diberi berbagai jenis pakan, termasuk pelet ikan, dedak, cacing sutra, serangga kecil, sisa-sisa makanan seperti sayuran, dan potongan daging.

2. Pertanyaan: Bagaimana cara memberikan pakan yang tepat kepada belut?
Jawaban: Pakan bisa diberikan langsung ke dalam kolam atau wadah tempat belut berada. Pastikan untuk memberikan pakan dalam jumlah yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi belut.

BACA JUGA  Budidaya Belut Air Bersih

3. Pertanyaan: Apakah ada pakan khusus yang dapat meningkatkan pertumbuhan atau kualitas belut?
Jawaban: Beberapa jenis pakan, seperti pelet ikan yang kaya akan protein, dapat membantu meningkatkan pertumbuhan belut. Selain itu, pakan yang mengandung nutrisi seimbang juga dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas belut.

4. Pertanyaan: Berapa sering belut perlu diberi makan?
Jawaban: Frekuensi pemberian pakan bisa bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan dan kebutuhan belut. Umumnya, belut perlu diberi makan satu hingga dua kali sehari, tergantung pada jumlah dan jenis pakan yang diberikan.

5. Pertanyaan: Apakah ada cara untuk memastikan belut mendapatkan nutrisi yang cukup?
Jawaban: Selain memberikan pakan berkualitas, pastikan juga lingkungan tempat belut hidup bersih dan sehat. Pemantauan secara rutin terhadap kondisi belut dan kualitas air juga penting untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup.

Semoga informasi pakan belut ini bermanfaat untuk Anda. Sejumlah orang telah mencoba memberikan pakan-pakan di atas dan mendapatkan hasil panen yang cukup memuaskan.

Pada saat panen, ada dua cara yang bisa dipilih, yaitu memanen semuanya dan sebagian. Adapun masa panen setiap pemilik akan berbeda-beda. Jika dihitung dari pertama kali menyebar benih, lama pemeliharaan belut sekitar 3-4 bulan. Namun untuk belut yang akan diekspor sebaiknya tunggu hingga 6 bulan. Selamat mencoba!

Pakan Belut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *