Cara Menanam Apel

Posted on

Cara Menanam Apel – Siapa yang tidak kenal dengan buah yang identik dengan warna merah? Ya, apalagi kalau bukan buah apel. Hampir seluruh kalangan sangat menyukai buah apel dari mulai anak-anak bahkan sampai orangtua. Itulah sebabnya, banyak yang mencari tahu mengenai cara menanam apel.

Selain itu, buah yang satu ini pun kaya sekali akan manfaatnya baik bagi kesehatan tubuh maupun untuk kecantikan. Produksi apel di Indonesia tiap tahunnya meningkat.

Tahun 2017 Indonesia mampu memproduksi apel 319.004 ton dan meningkat tahun 2018 sebanyak 481.651 ton (50.99%). Bagi yang tertarik ingin menanam apel, berikut ini adalah informasi mengenai cara menanam apel yang sangat mudah sekali.

Peralatan yang Harus Disiapkan

Peralatan yang Harus Disiapkan Dalam Menanam Apel
jogjagarden.com

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara menanam apel, terlebih dahulu harus menyiapkan alat-alat terlebih dahulu. Adapun peralatan yang harus disiapkan untuk menanam apel antara lain sebagai berikut.

  • Digunakan untuk mendinginkan biji atau bibit apel agar cepat mengeluarkan tunas
  • Digunakan untuk menyimpan biji atau bibit apel
  • Pot atau polibag. Digunakan untuk menanam tunas apel
  • Tanah gambut yang mempunyai ph netral
  • Kompos digunakan sebagai pupuk
  • Digunakan untuk menggemburkan tanah

Pemilihan Benih

Pemilihan Benih
shopee.com

Setelah mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, kini saatnya mengetahui pemilihan benih apel. Mengetahui pemilihan benih yang baik sangat wajib diketahui sebelum memulai melaksanakan cara menanam apel.

Pasalnya, sebelum masuk dalam tahap penanaman bibit apel, sebaiknya pilihlah benih apel yang unggul dan kualitasnya paling baik. Benih apel yang unggul dan berkualitas tentunya akan menghasilkan pohon apel yang sempurna pula.

Di Indonesia, varietas apel yang paling banyak dibudidayakan adalah Rome Beauty, Manalagi, dan juga Ana. Ciri-ciri dari apel Rome Beauty yaitu berbentuk agak bulat, dengan warna kulit buah merah agak kehijauan. Selain itu, daging buah tersebut agak keras, rasanya sedikit asam, namun aromanya kuat.

Sedangkan buah apel manalagi, ciri khasnya yaitu kulitnya berwarna kuning kehijauan, rasanya manis, dan aromanya wangi. Tekstur dagingnya agak keras dan padat karena kandungan airnya kurang. Di sisi lain, kulit buah apel Ana warnanya adalah merah, tekstur dagingnya lunak, dan rasanya asam.

Cara Menanam Apel

Cara Menanam Apel di Pot atau Polybag
samudrabibit.com

Setelah semua peralatan sudah lengkap, maka langkah selanjutnya adalah proses menanam apel. Bagi yang ingin apel tumbuh dengan lebat dan menghasilkan panen yang melimpah, lakukanlah cara-cara berikut ini. Adapun cara menanam apel agar tumbuh dengan lebat dan hasil yang melimpah antara lain sebagai berikut.

BACA JUGA  Cara Menanam Jeruk Nipis

Baca Juga: Cara Menanam Buah Naga

1. Pastikan Saat Menanam Bibit Apel Suhu di Sekitar Menjadi Dingin

Cara pertama dan menjadi hal yang umum saat menanam bibit apel adalah membuat suhu di sekitar menjadi dingin. Salah satu untuk membuat suhu menjadi dingin adalah dengan cara biji apel yang sudah dikeringkan atau bibit apel dimasukkan ke dalam sebuah wadah yang sudah ditutup secara rapat tanpa ada sedikit celah ke dalam kulkas.

Setelah itu jangan lupa untuk mengeset tingkat kedinginan dari kulkas itu sendiri yakni sekitar 4.4 sampai 10 derajat celcius.

Proses tersebut harus dilakukan selama 8 minggu. Jika belum melewati 8 minggu, maka jangan menanam biji atau bibit apel itu sendiri. Jika sudah mencapai 8 minggu maka biji atau bibit apel pun akan mengeluarkan tunasnya. Pada saat itu lah biji atau bibit apel bisa dipindahkan ke tanah. Cara tersebut biasa juga disebut dengan after ripening.

2. Pindahkan Tunas Pada Pot Atau Polybag

Jika tunas dari biji atau bibit apel sudah keluar, itu berarti tunas sudah siap dipindahkan ke dalam pot atau polybag. Pastikan bahwa pot atau polybag sudah berisi tanah gambut yang mempunyai ph netral. Selain itu, pastikan juga sudah ditambah pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1 (pupuk : tanah).

Pada tahap ini, pindahkan tunas apel dengan cara yang sangat hati-hati. Karena pada saat ini, tunas pohon sendiri sangat rentan dari gangguan. Pada proses ini pula, jangan lupa untuk memberikan asupan air secukupnya.

Namun, sebelum meletakkan benih biji apel, buatlah cekungan pada tanah dua atau tiga kali lebih besar daripada ukuran biji apel. Setelah itu baru letakkan biji benih apel pada cekungan tanah yang telah dibuat. Kemudian, tutup kembali cekungan tersebut dengan tanah.

Setelah biji atau bibit disimpan di dalam pot atau polybag, maka simpanlah di tempat yang terdapat sinar matahari pagi.

Selain itu tempatkan pot atau polybag di tempat yang mempunyai suhu ruangan kurang lebih sekitar 18 sampai dengan 24 derajat celcius. Jangan lupa untuk memberikan air selama 3 sampai 4 minggu secara rutin. Agar tunas bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat.

3. Menaruh Tunas Apel Pada Tanah

Jika tunas apel sudah mengeluarkan helaian daun, maka pada saat itulah waktu yang tepat untuk pemindahan tunas dari pot atau polybag ke tanah. Usahakan tanah yang ingin ditanami buah apel sendiri merupakan tanah yang gembur.

Untuk memperoleh tanah yang gembur sangat mudah sekali, yakni cukup mencangkul tanah terlebih dahulu. Selain itu campurkan pula kompos agar kandungan tanah menjadi lebih baik. Dengan begitu pohon apel pun akan tumbuh dengan sempurna dan maksimal.

BACA JUGA  Cara Menanam Kacang Panjang

Selain membutuhkan tanah yang gembur, pastikan lahan tersebut juga lembab dengan pH yang netral. Setelah itu, pastikan lahan tersebut juga terkena sinar matahari secara langsung agar dapat tumbuh dengan maksimal. Dengan begitu, posisi paling bagus yaitu jika pohon apel menghadap ke arah timur.

Pohon apel tidak berakar tunggang sehingga pastikan lahan tersebut luas sehingga akar bisa tumbuh secara optimal. Jika menanam beberapa pohon apel, beri jarak antara pohon satu sama lainnya. Jarak yang dianjurkan dan aman antar pohon apel yaitu sekitar 4,5 hingga 5 meter.

Jika pohon apel masih berukuran kecil, lakukan penyiraman 10 hingga 12 hari. Namun, apabila pohon apel sudah berukuran agak besar, maka bisa dikurangi frekuensi penyiramannya. Paling penting yaitu menjaga kelembaban pohon apel karena pohon apel tidak bisa tumbuh maksimal pada tanah yang kering dan juga terlalu basah.

Cara Merawat Tunas Apel Sampai Besar

Cara Merawat Tunas Apel Sampai Besar
faunadanflora.com

Jika tunas sudah ditanam di tanah, maka cara yang selanjutnya adalah merawat tunas apel sampai menjadi pohon yang besar. Untuk merawat tunas menjadi pohon besar sangatlah mudah sekali. Yakni berilah air pada pohon apel secara rutin, agar pohon bisa tumbuh menjadi besar sempurna.

Apabila batang pohon sudah terlihat membesar, maka bisa mengkombinasikan dengan cara menyetek pohon apel tersebut.

Selain itu berikan pula pupuk dengan jenis NPK sebanyak ¼ kg dimana pupuk tersebut bisa diganti dalam jangka waktu 4 bulan sekali. Jika perawatan tersebut dilakukan pada tunas yang baru ditanam di tanah dan teratur dalam pemberian air serta pupuk. Maka pohon apel pun akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat.

Proses Memanen

Proses Memanen Apel
byrest.com

Dan yang terakhir adalah saatnya memanen pohon apel. Jika umur pohon apel sendiri sudah berumur 4 sampai 5 bulan, setelah dari penanaman tunas ke tanah maka pohon apel siap dipanen. Namun itu pun tergantung dari perawatan pohon apel itu sendiri.

Jika penanaman dan perawatannya benar sesuai yang dijelaskan di atas, maka dalam waktu 4 sampai 5 bulan setelah penanaman tunas ke tanah maka pohon apel pun sudah dapat dipanen.

Selain itu apakah pohon apel bisa dipanen dengan jangka waktu tersebut atau tidak, bisa juga dipengaruhi oleh hal yang lainnya.

Salah satunya adalah dipengaruhi oleh iklim lingkungan dari pohon apel itu sendiri, yang membuat apakah pohon apel bisa langsung dipanen atau tidak. Namun untuk sebagai patokan, apabila pohon apel sudah berbunga, maka dapat dipastikan bahwa pohon apel tersebut sudah bisa dipanen.

Artikel Lain: Cara Merawat Buah Jambu Kristal

Penyimpanan Setelah Panen

Penyimpanan Setelah Panen
honestdocs.id

Pasca panen, penyimpanan apel tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Oleh karena itu, penyimpanan apel harus dilakukan dengan cara yang benar agar apel tidak mudah busuk. Waktu maksimal penyimpanan apel yaitu 28 hari dan hindari menyimpan apel lebih dari waktu tersebut.

BACA JUGA  Cara Menanam Bunga Wijaya Kusuma

Jika ingin tahan lebih lama, taruhlah di dalam freezer. Oleh karena itu, jika ingin awet lebih lama, simpanlah apel di dalam freezer yang suhunya minus 6 celcius. Sedangkan untuk precooling penyimpanan apel adalah 2 derajat celcius.

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Menanam Apel

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Menanam Apel
tanamanmart.com

Setelah mengetahui bagaimana cara menanam apel, dalam menanam apel sendiri tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah lingkungan hidup tanaman apel itu sendiri. Dimana lingkungan hidup apel sendiri meliputi iklim dan media tanam.

Iklim tanaman apel sendiri harus benar-benar diperhatikan seperti curah hujannya, suhunya, kelembaban udaranya, dan dari cahaya mataharinya. Untuk curah hujan sendiri idealnya agar pohon apel bisa menghasilkan buah yang banyak antara 1000 sampai 2600 mm per tahunnya.

Dengan tingkat curah hujan antara 110 sampai dengan 150 hari per tahunnya. Sedangkan untuk cahaya matahari sendiri pohon apel membutuhkan 50% sampai dengan 60% setiap harinya. Terlebih jika saat pembungaan, maka usahakan pohon apel mendapatkan asupan sinar matahari.

Selain itu, pohon apel membutuhkan suhu yang cukup yakni antara 16 sampai dengan 27 derajat celcius. Sedangkan untuk kelembabannya sendiri membutuhkan 75 sampai dengan 85 persen sagar pohon apel bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat.

Sedangkan untuk media tanam pohon apel sendiri harus memperhatikan beberapa hal diantaranya adalah pot bisa menampung air. Selain itu tanah kebun harus latosol, andosol, dan regosol.

Keasaman tanah pun harus mencapai 6 sampai 7 ph. Kandungan air baik saat penunasan maupun  sudah ditanam di tanah harus cukup. Tingkat kelerengan tanah tidak tajam, dan yang terakhir adalah ketinggian tempat harus 700 sampai dengan 1200 mdpl.

Hama dan Penyakit Utama pada Pohon Apel

Hama dan Penyakit Utama pada Pohon Apel
paktanidigital.com

Tidak hanya soal iklim, suhu, dan juga media tanam tetapi ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan, yaitu hama dan penyakit utama pada pohon apel. Pasalnya, hama dan penyakit juga kerap menyerang tanaman apel.

Biasanya pada pohon apel, masa kritis terhadap serangan hama dan penyakit yaitu ketika 3 bulan setelah daun dirompes.

Hama yang sering menyerang pohon apel yaitu seperti ulat, tips, kutu daun, tungau, maupun kutu sisik. Namun, ada cara untuk mengendalikan hama tersebut, yaitu abamectin, dicofol, piribaden, sipermetrin, imidakloprid, dan lain-lain.

Sedangkan penyakit utama yang hinggap di pohon apel adalah embun tepung (Powdery mildew) dan Marsonia coronaria. Penyakit utama pada pohon apel tersebut bisa dibasmi dengan bahan aktif, seperti Propineb, Difenokonazol, Mankozeb, dan lain sebagainya.

Video Panen Apel India di Atas Atap Rumah

Itulah informasi lengkap mengenai cara menanam apel yang baik dan bisa mendapatkan hasil yang melimpah. Dengan mengikuti cara-cara diatas dengan benar, maka dapat dipastikan bibit atau biji apel yang ditanam akan menghasilkan buah apel yang banyak dan bisa dikonsumsi baik itu untuk kesehatan tubuh maupun untuk kesehatan kulit.

Cara Menanam Apel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *