Cara Budidaya Kelinci

Posted on

Cara budidaya kelinci tidak mudah. Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran ketika merawatnya. Sekalipun begitu, memelihara kelinci adalah aktivitas menguntungkan. Selain hewan tersebut lucu jika dipelihara, dagingnya juga bisa dikonsumsi.

Jika membaca penjelasan di atas, tentu budidaya kelinci bisa mendatangkan pendapatan kepada peternak. Bahkan ini bisa menjadi usaha yang bagus. Bukan tidak mungkin pula, jika stok kelinci berlebihan, justru hewan ini bisa dijadikan komoditas ekspor yang juga bagus untuk negara.

Dalam Buku Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2018, kelinci termasuk kategori aneka ternak bersama dengan puyuh dan merpati. Populasi kelinci sendiri terus meningkat secara stabil meskipun tidak signifikan. Mulai dari 1.102.964 ekor pada 2015 menjadi 1.251.018 pada 2018.

Namun bila dibandingkan dengan 2 ternak dalam kategori yang sama, jumlah populasi kelinci merupakan yang terendah. Data tersebut menunjukkan bahwa budidaya kelinci belum menjadi hal yang populer. Oleh karena itu, mengetahui cara budidaya kelinci bisa menjadi langkah awal yang bagus dalam mengambil peluang.

Persiapan Budidaya Kelinci

Persiapan Budidaya Kelinci
aces.edu

Budidaya kelinci tidak mudah, diperlukan persiapan yang matang. Jika ini tidak dilakukan, justru proses pembudidayaan menjadi tidak maksimal. Jangankan keuntungan bisa didapatkan, bisa jadi kelinci akan mati. Ini akibat perawatan yang kurang lengkap atau salah. Berikut persiapan budidaya kelinci, yaitu:

Baca Juga: Cara Budidaya Lobster Air Tawar

1. Memilih Ras Kelinci

Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah menentukan ras kelinci yang akan dipelihara. Ini merupakan langkah tersulit, karena jenis kelinci cukup banyak dengan tindakan pemeliharaan yang berbeda. Jika masih pemula, lebih baik banyak bertanya kepada ahlinya. Ini untuk mencegah terjadinya kesalahan pembudidayaan.

Apalagi tidak semua ras kelinci memiliki imunitas yang tinggi. Ada beberapa yang justru tidak bisa hidup lama akibat suhu ekstrem maupun karena penyakit. Tentu hal ini merugikan peternak. Maka dari itu, perlu keahlian khusus untuk menentukan jenis kelinci yang akan dipelihara.

Berikut ini beberapa ras kelinci yang bisa dipelihara, yaitu jenis Angora, Jawa, Lyon, dan Sumatera. Selain populer dan memiliki daya jual, spesies di atas lebih mudah dipelihara. Selain itu, persiapan pemeliharaan juga lebih simpel.

2. Membuat Kandang Kelinci

Sebelum membeli bibit kelinci, pastikan kandangnya sudah tersedia. Modelnya juga harus tepat plus ukurannya harus ideal untuk hewan mamalia ini. Pastikan, kandang dibangun di area yang luas dan jauh dari pemukiman. Jangan membangun kandang di dekat pabrik. Karena asap produksi justru bisa menimbulkan gangguan pada kelinci.

BACA JUGA  Cara Budidaya Marmut di Rumah

Kandang kelinci bisa dibuat dengan berbagai bahan seperti kawat, bambu, kayu, bahkan pipa. Sebelum membuat, pastikan dulu berapa ekor yang akan dibudidayakan pada tahap awal. Ini dikarenakan desainnya dibuat untuk setiap ekor mendapat kandang sendiri.

Ukuran kandang yang ideal adalah sekitar 50cm ke samping, 45cm ke bawah, dan 80cm ke belakang. Jangan lupa untuk membuat tambahan bidang miring di bawahnya yang disambungkan dengan talang yang menuju ke pembuangan. Ini berguna sebagai saluran untuk membuang kotoran kelinci.

Setiap 4 buah kandang bisa digabung memanjang ke samping sehingga panjangnya mencapai 2 meter namun bersekat setiap 50cm. Untuk menghemat lahan, kandang ini juga bisa dibuat hingga 4 tingkat dengan komponen-komponen yang sama.

3. Pilih Indukan yang Tepat

Persiapan selanjutnya ialah pilih induk kelinci yang tepat. Baik dari segi kesuburan maupun kesehatannya. Persiapan ini penting karena menjadi syarat, perkembangbiakan kelinci. Jika salah pilih, bisa jadi peternak mendapatkan induk yang mandul dan berpenyakitan.

Itu artinya uang untuk membeli induk kelinci terbuang percuma. Karena tidak mungkin ada kelinci yang bisa dipelihara. Kecuali harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli induk yang baru.

4. Belajar Membedakan Jenis Kelamin Kelinci

Persiapan budidaya kelinci yang menurut kami terpenting ialah, peternak harus tahu dulu perbedaan jenis kelamin kelinci. Karena hal inilah yang menentukan perkawinan antara kelinci betina dengan jantan bisa berjalan tanpa hambatan.

Jika belum memahami perbedaan jantan dan betina hewan kelinci, bisa jadi yang dipelihara jantan atau betina semua. Sehingga wajar, sekalipun ditunggu untuk waktu yang lama, perkembangbiakan tidak akan terjadi. Atas dasar itu, belajar membedakan sejak dini adalah persiapan yang sangat vital.

5. Menentukan Teknik Perkawinan Kelinci

Ada beberapa teknik perkawinan kelinci yang bisa dilakukan. Namun, tidak semua kelinci bisa melakukannya. Maka dari itu, peternak harus mengetahui terlebih dahulu, teknik apa yang cocok untuk spesies yang dipelihara.

Ini juga persiapan yang penting. Karena perkawinan kelinci jantan dengan betina adalah awal mula pembudidayaan. Tanpanya, dipastikan tidak ada budidaya kelinci dan hewan apapun.

6. Mempersiapkan Alat-Alat Budidaya

Persiapan budidaya kelinci yang terakhir ialah menyediakan alat-alat budidaya yang lengkap. Dari tempat minum dan makan, hingga sarana untuk membantu induk melahirkan bayi kelinci.

Persiapan ini perlu dilakukan. Karena, tidak semua aktifitas budidaya, bisa dilakukan secara langsung melalui tangan peternak. Justru semakin sering disentuh, kelinci bisa ketakutan dan stres. Maka dari itu, diperlukan alat-alat tertentu dalam melakukan budidaya.

Alat yang dimaksud ialah ember, lampu untuk penerangan kandang, obat-obatan, alat pembersih kandang dan lain sebagainya. Dengan peralatan inilah, peternak bekerja setiap hari merawat kelinci dengan sebaik-baiknya.

BACA JUGA  Cara Budidaya Ikan Black Molly

Cara Budidaya Kelinci

Cara Budidaya Kelinci
cbfmrembang.com

Setelah persiapan sudah matang dan alat-alat budidaya sudah lengkap, silakan mulai budidaya kelinci. Namun caranya harus tepat dan ideal.

Karena, sekalipun perlengkapan sudah tersedia, tetapi cara budidaya kelinci tidak benar, justru masalah pembudidayaan muncul. Karena latar belakang ini, berikut adalah cara budidaya hewan pemalu ini dengan benar:

Artikel Lain: Cara Budidaya Kura-Kura Brazil

1. Mulai Beli Bibit Kelinci

Cara pertama ialah, silakan mulai dengan membeli bibit kelinci yang unggul. Maksudnya ialah, indukan kelinci yang memiliki riwayat kesuburan cukup tinggi. Pastikan potensi genetiknya juga bagus sehingga lebih kebal dari penyakit. Ciri-cirinya ialah pergerakannya aktif, mata lebih bersih dan bulu tidak kusam.

2. Lakukan Perawatan Bibit

Langkah yang kedua adalah mulai melakukan perawatan bibit. Caranya dengan memberikan makanan dan minuman pada induk kelinci. Pada tahap ini, sanitasi yang baik serta suhu, cukup berpengaruh pada kesehatan induk kelinci. Maka dari itu, perawatannya harus benar dan rutin.

Tidak lupa, kandang harus dibersihkan setiap hari. Supaya bibit bisa tinggal lebih nyaman dan tidak stres. Karena jika sudah stres, mereka tidak akan bisa berkembangbiak.

3. Berikan Obat-Obatan

Cara selanjutnya ialah, jaga kesehatan induk dengan diberikan obat-obatan tertentu. Pastikan obat yang digunakan berbahan dasar alami yang aman untuk hewan. Biasanya, obat yang bisa diberikan adalah obat yang merangsang pertumbuhan dan pro imun. Karena obat jenis inilah yang bisa meningkatkan kesehatan kelinci.

4. Kelinci Mulai Dikawinkan

Jika bibit kelinci yang betina sudah berusia 5 bulan, maka peternak sudah bisa mengawinkannya dengan kelinci jantan. Karena jika di bawah usia tersebut, perkawinan justru bisa membuat kelinci stres bahkan enggan untuk berkumpul dengan pejantannya.

Sedangkan waktu yang tepat untuk mengawinkan kedua induk tersebut adalah di sore atau pagi hari. Durasi kawinnya sendiri tidak perlu lama. Cukup dua kali saja. Setelah itu, pisahkan kembali kedua indukan tersebut.

5. Menunggu Proses Kelahiran

Jika induk betina sudah hamil, maka peternak tinggal menunggu proses kelahirannya. Untuk mendeteksinya, silakan raba perut si betina, minimal dua minggu dari perkawinan dengan yang jantan.

Biasanya, kalau induk hamil, di dalam perutnya akan terasa bulatan-bulatan kecil. Jika sudah ditemukan, maka peternak mulai melakukan perawatan kehamilan.

6. Memindahkan Ke Kandang Persalinan

Biasanya usia kehamilan induk kelinci adalah satu bulan. Paling lama adalah tiga puluh dua hari. Pada usia ini, perawatannya harus ditingkatkan. Caranya dengan memindahkan indukan ke kandang khusus yang diberi nama kandang persalinan.

Letakkan induk di kandang tersebut, hingga tiba masa kelahiran. Fungsinya sendiri ialah, untuk memberikan keleluasaan induk untuk memberikan penghangatan yang baik supaya bayi kelinci yang keluar, bisa melepaskan bulu secara alami.

Biasanya, induk ketika sudah dipindah ke kandang persalinan, proses kelahirannya lebih cepat. Sebagian besar adalah malam hari dengan jumlah bayi 3-6 ekor. Namun, semuanya masih dalam kondisi lemah. Karena itu masih diperlukan perawatan maksimal hingga masa panen tiba.

BACA JUGA  Cara Budidaya Ikan Aquaponik

7. Lakukan Panen Ternak

Jika semua cara budidaya kelinci di atas sudah dilakukan dengan baik, maka sudah saatnya peternak untuk memanen kelinci. Sedangkan komoditi yang mau dipasarkan tergantung si peternak.

Jika ingin menjual indukannya saja, pastikan usianya sudah mencapai satu tahun. Tetapi jika ingin menjual kelinci untuk konsumsi, maka pastikan beratnya sudah mencapai 3 kg per ekor. Jadi untuk panen indukan disesuaikan dengan usianya. Sedangkan untuk konsumsi disesuaikan dengan ukuran berat tubuhnya.

Perawatan dalam Budidaya Kelinci

Perawatan dalam Budidaya Kelinci
medilinkvet.wordpress.com

Dalam pembudidayaan, termasuk cara budidaya kelinci, perawatan merupakan bagian yang cukup krusial. Proses perawatan menuntut peternak untuk bersikap telaten, sabar, serta peka terhadap hewan ternak dan lingkungannya. Setidaknya ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan, yaitu pakan, kebersihan kandang, dan kesehatan.

1. Pakan yang Tepat

Pemberian pakan merupakan proses yang terus berjalan dan tetap berlanjut selama kegiatan ternak. Proses ini menentukan kecukupan gizi kelinci yang tentunya berpengaruh terhadap pengembangbiakan kelinci itu sendiri.

Oleh karena itu, pemberian pakan yang tepat merupakan hal yang sangat penting dan berkaitan dengan harapan hidup kelinci.

Terdapat beberapa pakan alami yang bagus untuk memenuhi gizi kelinci. Salah satunya adalah hijauan yang telah dikurangi kadar airnya dengan cara dilayukan. Contoh hijauan adalah dedaunan seperti daun lamtoro, daun pepaya, serta daun kacang tanah. Sisa sayuran, jerami kering, hay, dan biji-bijian juga merupakan pakan alami kelinci.

Selain pakan alami, terdapat juga pakan konsentrat buatan pabrik alias pelet. Ada berbagai macam pelet untuk hewan ternak yang berbeda-beda. Pastikan pilih pelet khusus kelinci dengan gizi yang seimbang agar kelinci selalu bugar.

2. Kebersihan dan Kenyamanan Lingkungan

Kandang yang bersih adalah salah satu faktor yang menunjang tumbuh kembang kelinci. Selain itu, kebersihan kandang juga bisa mempengaruhi daya tahan dan kerentanan kelinci terhadap penyakit. Bersihkan kotoran dan sisa-sisa makanan yang berada di kandang secara berkala agar tidak menumpuk dan berdampak buruk pada kelinci.

Tidak hanya soal kebersihan, kenyamanan kelinci pun perlu mendapat perhatian. Usahakan untuk menempatkan kandang di lokasi dengan lingkungan yang tenang. Jangan sampai kelinci, terutama yang masih anakan, menjadi stres akibat lingkungan yang terlalu bising.

3. Kesehatan Kelinci

Semua peternak tentu ingin menerapkan cara budidaya kelinci yang menjamin kesehatan kelinci tersebut. Oleh karena itu, penting pula untuk memahami dan peka terhadap tanda-tanda pada tubuh kelinci yang berkaitan dengan kesehatannya. Dengan begitu, perawatan khusus bisa segera dilakukan untuk memulihkannya.

Terdapat beberapa ciri kelinci yang sedang sakit. Ciri pertama berkaitan dengan nafsu makan. Kelinci yang sakit akan berkurang nafsu makannya bahkan terhadap makanan favoritnya. Perlu juga mencurigai kelinci yang minum lebih banyak dari biasanya karena bisa jadi juga merupakan tanda kurang sehat.

Sementara dilihat dari fisiknya, kelinci yang sakit matanya tidak cerah dan tampak lelah. Bulunya pun akan rontok dan tampak kusam. Tanda lainnya bisa diperhatikan dari kandangnya yang lembab serta berbau tidak sedap. Hal itu bisa disebabkan adanya bakteri di dalam kandang.

Video Ternak Kelinci Pedaging Modern

Bagaimana dengan cara budidaya kelinci, cukup mudah bukan? Silakan dicoba, pasti menguntungkan. Apalagi budidaya hewan ini lebih ramah lingkungan dibandingkan ayam pedaging.

Cara Budidaya Kelinci

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *