plasmapatin.wordpress.com

Cara Budidaya Ikan Patin Di Kolam Terpal

Posted on

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal – Ikan yang sangat digemari sebagai menu makanan masyarakat saat ini adalah ikan patin. Ikan patin seperti ikan tawar pada umumnya memiliki kandungan protein yang bagus bagi tubuh kita.

Selain itu termasuk ikan yang sudah dibudidayakan. Salah satu bentuknya adalah dengan cara budidaya ikan patin di kolam terpal yang sangat praktis dilakukan di mana saja.

Pada awalnya ikan patin biasa dibudidayakan dengan sistem keramba. Sistem keramba ini banyak kelemahan. Terutama tidak semua tempat tersedia sungai yang cocok dijadikan tempat keramba ikan patin.

Maka dari itu masyarakat mengembangkannya di tempat lain. Seperti di kolam alami, kolam beton, ataupun kolam terpal. Diantara ketiganya yang paling praktis adalah di kolam terpal.

Memahami Lingkungan Hidup Alami Ikan Patin

Memahami Lingkungan Hidup Alami Ikan Patin
mongabay.co.id

Keberhasil melakukan budidaya ikan patin apakah kita dapat menghadirkan kesesuaian lingkungan hidup ikan patin dari habitat alaminya. Dengan demikian hasil ikan patinnya sehat, besar dan melimpah.

Ikan patin termasuk jenis ikan berkumis (ordo Siluriformes), termasuk dalam genus Pangasius. Ikan ini hidup di air tawar, biasanya di sungai-sungai besar, danau atau muara-muara sungai. Iya suka aktif di malam hari, dan bersembunti di ilalang-ilalang di pinggiran, sungai, danau atau muara.

Hal yang membuat ikan patin mudah dibudidayakan adalah kemampuannya bertahan dalam kondisi perairan yang jelak. Namun sejatinya mereka lebih suka di perairan yang baik. Berada di perairan yang baik, ikan akan lebih sehat, dan lebih berat.

Parameter kondisi baik bisa diperhatikan mulai dari suhu air sekitar 26-28 derajat Celcius. Lalu tingkat keasaman sekitaran pH norrmal antara 6,5-7. Kondisi oksigen erlarut antara 4-6 ppm. Kandungan karbondioksida tidak lebih dari 10 ppm, aminia dan asam belerang tidak lebih dari 0,1 ppm. Serta kesadahan 3 – 8 dGH.

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal
youtube.com

Menjalankan budidaya ikan patin di kolam terpal memiliki beberapa tahapan. Pertama adalah membuat kolamnya. Berikutnya adalah pembibitan dan serta proses pemeliharaan ikan patin. Lebih lengkap lihat penjelasan di bawah ini.

BACA JUGA  Cara Budidaya Burung Merpati Pedaging

1. Pembuatan Kolam Terpal

Pembuatan Kolam Terpal Budidaya Ikan Patin
budidayaperawatan.blogspot.com

Kolam terpal banyak dipilih karena  sangat mudah dilakukan di mana saja. Tidak memerlukan temat yang luas, serta pembuatannya juga murah. Keunggulan lainnya adalah kolam terpal apabila tidak lagi digunakan dapat dibongkar, dan tidak menimbulkan kerusakan pada tanah.

Pada umumnya ukuran kolam sekitar 6×4 meter. Ukuran tersebut membutuhkan terpal 8×6 meter. Jika menginginkan ukuran yang lebih besar, bisa menggunakan terpal yang juga lebih besar misal yang ukuran 12×8 meter.

Bisa juga membuat kolam dengan ukuran lebih kecil, tergantung ketersedian lahan. Perhatikan yang peting penting ukuran terpal harus dilebihkan kurang lebih 1,5 sampai 2 meter dari anjang dan lebar kolam.

Pilihan jenis terpal yang digunakan sebaiknya memilih yang ketebalannya baik. Misal yang jenis ketebalan A5 atau A6. Dengan ketebalan demikian bisa bertahan kurang lebih selama 5 tahun. Berikut cara membuatnya:

  • Pertama ratakan terlebih dahulu permukaan yang akan menjadi dasar kolam.
  • Sebarkan pasir halus seluas area kolam tersebut, hingga ketebalan sekitar 10 cm.
  • Pasang tiang-tiang penyangga mengitari kolam beserta batas melintang sebagai penyangga dinding kolam nantinya. Pastikan tiang-tiang penyangga tersebut kuat menahan air.
  • Pasang terpal menutupi seluruh area dengan kencang. Pastikan tidak ada bagian yang berlubang serta kolam kuat menahan beban air yang besar. Jika sudah, maka berikutnya tinggal memasukkan bibit ikan patin.

Baca Juga: Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal

2. Pengisian Air dan Penyiapan Kolam

Pengisian Air dan Penyiapan Kolam Terpal Ikan Patin
agrowindo.com

Langkah berikutnya adalah menyiapkan kolam agar siap dimasuki bibit ikan. Persiapan yang pertama adalah menyiapkan airnya, alias mengisi kolam dengan air. Kita bisa menggunakan air sungai, air sumur ataupun air, irigasi selama itu cukup bersih dan kondusif untuk ikan patin hidup. Ketinggian air pertama cukup 50 cm saja.

Bisa diuji kadar pH nya, apabila kadar pH tidak baiik bisa diberi tindakan pengaturan utnuk mengendalikannya. Makanan bibit ikan patin adalah plankton, sehingga kita juga perlu menumbuhkan plankton-plankton ke air kolam.

Caranya dengan melakukan penyebaran pupuk ke dalam kolam. Biarkan selama seminggu. Dengan demikian plankton bisa hidurp di kolam tersebut.

3. Pemilihan Bibit Ikan Patin

Pemilihan Bibit Ikan Patin
plasmapatin.wordpress.com

Menerapkan cara budidaya ikan patin di kolam terpal tidak bisa dilepaskan dari pemilihan bibit ikan patin yang baik. Bibit ikan patin yang sehat biasanya memiliki ciri-ciri proposional kepala dan badannya, tampak cerah dan mengkilat, kumis dalam kondisi baik, dan lincah.

BACA JUGA  Cara Budidaya Merica

Mendapakan bibit ikan patin bisa dilakukan dengan membeli di pasar benih ikan, ataupun memijah sendiri. Namun untuk memijah sendiri sangat beresiko terjadi perkawinan sedarah (inbreeding).

Perkawinan inbreeding dapat mengakibatkan kualitas bibit jelek. Jika berencana melakukan sendiri sebaiknya membeli beberapa indukan di tempat yang berbeda dari biasanya.

Belilah bibit ikan patin saat kolam telah siap digunakan. Sebab apabila tidak akan terjadi kematian ikan patin apabila tidak segera di masukkan ke dalam kolam.

Tahap selanjutnya cara budidaya ikan patin di kolam terpal adalah melakukan penyebaran bibit ikan patin ke dalam kolam yang sudah disiapkan. Lakukan penyebaran bibit saat cuaca teduh, misal waktu pagi atau sore hari. Ini supaya suhu air di dalam kolam tidak terlalu tinggi.

4. Pemberian Makan

Pemberian Makan Ikan Patin

Pemberian makan sangat penting bagi petumbuhan ikan patin. Ikan patin untuk tumbuh optimal membutuhkan asupan protein yang banyak agar daging juga banyak, ia juga membutuhkan lemak untuk sumber energi setelah protein.

Pemberian makan ikan pada masa awal bibit tidak diperlukan, biarkan mereka memakan makanan alami mereka plankton. Setelah beberapa hari baru coba dengan memberi makan pelet.

Komposisi makanan pelet sehari sebesar3-5% dari berat badan ikan perhari. Sehingga semakin besar ikan, maka jumlah makanan yang harus diberikan perharinya juga semakin banyak.

Rutin pemberian makan adalah sehari 2x, pagi dan sore. Sesekali bisa memberi makan dari zat yang kaya protein seperti, ikan-ikan kecil, udang, dll. Saat memberi makan penanda mereka sudah kenayang adalah sudah tidak lagi berebut makan.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

5. Perawatan Ikan Patin

Perawatan Ikan Patin Saat Budidaya
youtube.com

Cara budidaya ikan patin di kolam terpal harus memperhatikan perawatan agar berhasil. Perawatan yang pertama adalah menjaga kebersihan kolam. Kolam yang tidak dibersihkan akan mengandung amonia yang sagat tidak baik bagi kesehatan ikan. Maka penggantian air bisa dilakukan setiap 3-4 minggu sekali.

Saat penggantian diusahakan tidak mengganti keseluruhan. Sebab air yang terlalu bersih justru membuat ikan patin tidak selera makan. Butuh 4 hari sampai nafsu makan kembali. Maka dari itu penggantian air lakukan sebannyak 1/3 atau ½ dari volume air seharusnya.

Selain itu juga terkait penyakit jamur yang terkadang menjangkiti ikan. Ikan bisa mati karenanya. Mengatasi hal tersebut kita bisa memberikan obat anti jamur yang tersedia di toko ikan. Dengan mencampurkannya langsung dengan air kolam, dengan kadar 5 ml per meter persegi.

BACA JUGA  Cara Budidaya Anggur

6. Pemanenan Ikan Patin

Pemanenan Ikan Patin

Ikan patin biasanya dipanen bisa mulai pada bulan ke 6. Atau ada beberapa yang dibiarkan sampai bulan ke 12. Bergantung pada keinginan sampai sebesar apa. Pada usia 6-7 bulan biasanya beratnya per ekor sudah mencapai 1 kg per ikan rata-rata.

Ikan patin disarankan dijual dalam keadaan hidup. Sebab ikan patin fresh sangat nikmat untuk di makan. Sehingga saat memanen ikan patin kita memerlukan tempat yang dapat diisi air agar ikan patin dapat tetap hidup.

Saat mau memanen ikan patin, kurangi air kolam sampai menyisakan 1/3 nya. Lalu gunakan jaring. Hati-hati jangan samapi ikan patin terluka.

Penjelasan diatas sudah menerangkan secara praktis bagaimana cara budidaya ikan patin di kolam terpal. Lakukan jika ingin mencoba bisnis budidaya ikan patin yang sangat menguntungkan!

Cara Budidaya Ikan Patin Di Kolam Terpal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *