Cara Budidaya Ikan Nila

Cara Budidaya Ikan Nila – Beternak ikan nila sangat menguntungkan. Selain permintaannya banyak, harganya juga cukup tinggi. Namun, cara budidaya ikan nila tidak semudah mengubah telapak tangan. Dibutuhkan keseriusan dan kesabaran yang besar. Terutama untuk menunggu bibit ikan tumbuh menjadi dewasa.

Lain daripada itu, bibit ikan ini rentan mati. Selain akibat penyakit, juga karena adanya predator yang kadang ikut masuk ke dalam tambak atau kolam. Maka dari itu, perawatannya memang harus maksimal, jika ingin panen ikan berlipat ganda.

Tahapan Persiapan Kolam Untuk Budidaya Nila

Tahapan Persiapan Kolam Untuk Budidaya Nila
contohternak.blogspot.com

Jika tertarik membudidayakan, silakan pelajari cara-cara budidaya ikan nila. Namun sebelum itu, pastikan kolam yang akan dijadikan tempat memelihara nila sudah tersedia. Jika masih belum ada, silakan persiapkan dan ikuti tahapan berikut agar kolam memang layak untuk ikan nila berkembang biak, yaitu:

1. Persiapkan Dasar Kolam

Tahapan pertama pembuatan kolam adalah persiapkan terlebih dahulu dasar kolamnya. Caranya ialah, keringkan terlebih dahulu dasar kolam.  Ini tidak membutuhkan waktu lama. Jika musim panas, paling banter membutuhkan waktu satu minggu saja.

2. Lakukan Pembajakan

Setelah proses pengeringan kolam atau tambak sudah selesai, tanah juga sudah terlihat retak, maka baru lakukan pembajakan tanahnya. Pastikan tidak terlalu dalam, maksimal hanya 10cm saja.

Tujuan dari pembajakan ini ialah untuk menghilangkan sisa lumpur dari dasar kolam. Pasalnya di dalam lumpur tersebut terdapat bakteri dari sisa obat di budidaya sebelumnya yang bisa merusak bibit ikan.

3. Lakukan Pengembalian PH Tanah

Untuk tahap persiapan kolam yang ketiga adalah lakukan pengembalian ph tanah. Namun, sebelum melakukannya, cek terlebih dahulu dengan alat pengukur ph. Setelah itu sesuaikan dengan ukuran yang ideal untuk ikan nila.

Sejatinya, ikan nila membutuhkan ph tanah dan air tawar 7 sampai 8 ph. Namun, jika pasca pengukuran tidak sampai ke ukuran tersebut, tanah harus dilakukan netralisasi dengan menggunakan dolomite atau kapur tanah.

4. Terapkan Pemupukan Dasar Kolam

Jika ph tanah sudah sesuai dengan kondisi ikan, atau sudah mencapai 8 ph, maka lanjutkan dengan tindakan pemupukan. Sedangkan untuk pupuknya, bisa menggunakan pupuk kandang. Yang tak kalah pentingnya ialah, silakan pasangkan pupuk penumbuh plankton. Karena, ketika bibit sudah ditebar di kolam, makanan langsung tersedia.

Untuk dosisnya minimal 1 sampai 2 ton perhektar. Sedangkan pemasangannya hampir sama dengan budidaya ikan lain yaitu pupuk disebar di dasar kolam lalu diamkan selama satu minggu hingga pupuk menyerap.

5. Mengisi Kolam Dengan Air

Jika semua tahapan di atas sudah dijalankan dengan benar, baru masuk tahap ke empat yaitu mengisi kolam dengan air. Ketika sampai ke fase ini, harus lebih hati-hati dan jangan asal mengalirkan air.

Cara yang tepat ialah, masukkan air pertama kali dengan ukuran 20 cm dari dasar tanah. Lanjutkan dengan memberikan pupuk yang bisa menumbuhkan plankton. Diamkan selama satu minggu atau sampai air berubah warna.

Jika air sudah berganti hijau, berarti kondisi tanah sudah bagus, plankton juga tumbuh dengan baik. Selanjutnya baru tambahkan air hingga ukuran 75 cm dari dasar kolam.

Artikel Lain: Cara Budidaya Bunga Mawar

Cara Budidaya Ikan Nila

Cara Budidaya Ikan Nila
benihikan.id

Strategi dan cara budidaya ikan nila tidak mudah. Namun, perawatannya jauh lebih simpel, jika kolamnya sudah tersedia dan tinggal dipasangkan bibitnya saja. Nah, jika kolam sesuai narasi di atas sudah ada, tinggal praktekkan saja cara membudidayakan ikan nila seperti di bawah ini, yaitu:

1. Masukkan Bibit Ikan Nila ke Kolam

Cara budidaya ikan nila yang pertama ialah masukkan bibitnya terlebih dahulu ke dalam kolam. Pastikan, bibitnya berkualitas dan tidak mengidap penyakit. Lain daripada itu, perbanyak bibit jantan. Karena ikan ini memiliki pertumbuhan lebih cepat dibandingkan yang betina.

Ciri selanjutnya ialah pastikan kalau pergerakan bibit ikan lincah dan warnanya tidak kusam. Pastikan pula, di sebagian tubuhnya masih terlihat ada lendir.

2. Lakukan Pengelolaan Air

Pengelolaan air maksudnya ialah, menjamin kalau air bisa dijadikan sarana pertumbuhan bibit ikan nila. Caranya ialah selalu mengukur kadar ph dan oksigen yang dikandungnya.

Jika di rasa oksigen mengalami penurunan, maka lakukan penambahan debit air. Selain itu, pemasangan produk organik untuk meningkatkan oksigen juga bisa dilakukan. Karena di dalam produk tersebut, terdapat bakteri yang bertugas mengurai sisa pakan ikan yang tidak bersih pasca proses pembajakan dasar kolam.

3. Bibit Ikan Nila Mulai Diberi Makan

Memberi makan ikan nila tidak boleh asal. Ada ketentuan khusus yang apabila dilanggar, pertumbuhan ikan tidak akan maksimal. Salah satunya ialah, beri makanan dengan persentase maksimal 3% dari berat tubuhnya. Selain itu, beri pakan ikan dua hari sekali di sore dan pagi hari.

Hal ini dilakukan, untuk mencegah over dosis pakan. Sebab, di kolam, ikan nila juga memangsa plankton yang sudah dipersiapkan di awal.

4. Lakukan Pengukuran Berat Ikan

Untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan, maka berat dari ikan-ikan tersebut harus diketahui setiap saat. Caranya ialah, silakan ambil ikan nila secara acak dengan sistem sampling, baru lakukan tindakan pengukuran.

Lakukan selama dua minggu sekali. Jika pengukuran dilakukan secara rutin, maka tentukan makanan ikan sesuai dengan ukuran tersebut.

5. Lakukan Pengendalian Hama Ikan Nila

Di setiap cara budidaya binatang, termasuk cara budidaya ikan nila, pengendalian hama pasti masuk ke dalamnya. Karena terkadang, penyakit inilah yang membuat bibit mati, pertumbuhan nila dewasa tidak berkembang hingga panen pun gagal.

Untuk pengendalian ini, silakan pakai produk organik dan minimalkan penggunaan obat kimia. Karena dikhawatirkan justru bisa menimbulkan masalah baru kepada ikan, notabene kepada manusia ketika mengkonsumsi ikan tersebut.

Biasanya, produk yang bagus adalah pupuk yang memang sesuai dengan hama yang ingin dicegah. Jika ingin cegah “penyakit bercak merah” pada nila, tentu tidak bisa menggunakan pupuk untuk mencegah penyakit Trichodina Sp.

Pupuk untuk hama larva ucrit, tentu juga tidak bisa digunakan untuk membasmi hama bebeasan atau Notonecta. Jadi intinya, pakai pupuk sesuai dengan hama atau jenis penyakitnya.

6. Mulai Panen Ikan Nila

Jika semua cara di atas sudah dilakukan, berarti perkembangbiakan sudah berjalan, dan tinggal menunggu masa panen saja. Biasanya, patokan panen ada dua yaitu berat ikan dan masa budidaya. Untuk berat ikan, pastikan nila dipanen jika sudah mencapai ukuran 300 sampai 500 gram. Sedangkan masa pembudidayaan harus sudah mencapai 4 atau 6 bulan.

Jika sudah mencapai ketentuan tersebut, silakan keringkan sebagian air, baru lakukan tindakan panen dengan menggunakan alat panen yang sudah dipersiapkan. Pastikan, selama aktifitas ini dilakukan, kondisi air kolam tetap bersih dan segar.

Video Budidaya Ikan Nila di Lahan Sempit

Demikian cara budidaya ikan nila yang termudah serta bisa diterapkan oleh penggarap kolam ikan nila yang masih pemula. Jika cara tersebut dilakukan dengan baik sesuai fase yang ditunjukkan, tentu panen ikan nila akan berlipat ganda. Hal ini disebabkan oleh bibit yang terus sehat hingga masa panen tiba.

Cara Budidaya Ikan Nila

Leave a Comment