brataindo.com

Analisa Usaha Jamur Tiram

Posted on

Analisa Usaha Jamur Tiram – Banyak orang yang tidak mengira jika analisa usaha jamur tiram memiliki keuntungan yang begitu besar, padahal modal yang dibutuhkan sangat kecil. Dengan modal kurang dari Rp20 juta saja, Anda dapat memulai bisnis ini dengan lancar, entah sebagai pekerjaan utama, atau sebagai usaha sampingan.

Analisa Usaha Jamur Tiram yang Menggiurkan

Analisa Usaha Jamur Tiram yang Menggiurkan
brataindo.com

Jamur tiram merupakan komoditas hortikultura yang memiliki harga stabil di pasaran. Kisaran harga jamur tiram per kilogramnya adalah 11-13 ribu Rupiah. Harga ini cenderung stabil dan tidak mengalami penurunan bahkan di saat pandemic covid 19. Hal ini karena permintaan yang juga stabil dan malah cenderung meningkat.

Pasar untuk jamur tiram ini sendiri datang dari lokal dan internasional. Sebagai salah satu komoditas ekspor, jamur tiram terus mengalami peningkatan permintaan.

Begitu pula di pasar lokal, walaupun permintaannya tidak sebesar pasar internasional. Tingginya permintaan ini salah satunya karena gaya hidup sehat yang mulai diterapkan orang-orang di seluruh dunia.

Usaha jamur tiram ini juga diklaim sebagai usaha yang langsung bisa balik modal ketika panen. Alasannya adalah karena sudah terbentuknya segmen pasar untuk usaha ini dan juga bisa dimulai dari modal kecil.

Menurut buku karya Wildan Fatoni berjudul Pengangguran Kaya Raya, dengan modal kurang dari 20 juta saja sudah bisa membuka usaha budidaya jamur. Inipun untuk baglog sekitar 7.500.

Padahal, memulai usaha jamur tiram ini tidak harus dengan 7.500 baglog. Anda bisa mencobanya dengan setengahnya dulu sambil belajar. Selain itu, mudahnya pemasaran untuk usaha ini juga membuat banyak orang tergiur menjalankannya. Baik cara konvensional atau digital sama-sama mendatangkan hasil yang menggembirakan.

Lebih-lebih jika Anda memiliki rumah khusus untuk bisnis ini, tentu saja biaya bisa ditekan begitu rendah. Alasannya adalah karena bisa memangkas ongkos sewa lahan dan juga perawatannya. Beruntungnya lagi, budidaya ini tidak memerlukan lahan yang luas. Jadi di awal bisa memanfaatkan ruangan di rumah dulu.

Konsumen Jamur Tiram yang Terus Menerus Bertambah

Konsumen Jamur Tiram yang Terus Menerus Bertambah
resepmasakan95.blogspot.com

Jamur begitu kaya akan kandungan gizi serta vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. kandungan gizi yang berada di dalamnya seperti asam amino, protein, antibiotik dan yang lainnya.

BACA JUGA  Budidaya Jamur Tiram Coklat

Tak hanya itu, jamur juga begitu baik bagi mereka yang mengidap kolesterol karena tak memiliki kandungan lemak tak jenuh. Selain memiliki zat gizi yang tinggi, jamur juga memiliki rasa yang lezat dan enak.

Jamur bisa dibuat menjadi berbagai jenis makanan. Tekstur yang kenyal mirip dengan daging membuatnya banyak memiliki penggemar. Jika dari sisi pengusaha, peluang jamur tiram ini sangat tinggi karena memiliki pemasaran yang mudah, harga yang menguntungkan dan sudah diekspor ke berbagai negara.

Artikel Lain: Keuntungan Budidaya Jamur Tiram

Di masa pandemi, permintaan jamur tiram meningkat karena pergeseran gaya hidup masyarakat. Saat ini, banyak orang yang mulai menerapkan gaya hidup sehat. Jamur tiram dianggap lebih menyehatkan ketimbang daging merah.

Inilah yang membuat bisnis jamur tiram ini layak dijalankan karena tingginya permintaan. Rata-rata ekspor jamur tiram bisa mencapai 5.300 ton.

Selain itu, usaha ini juga sangat ramah lingkungan. Pasalnya, usaha ini bisa menyerap limbah kayu dari rumah-rumah potong kayu menjadi baglog media tanam jamur. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat baglog juga bisa dikatakan hampir 100% bahan dari alam yang mudah didaur ulang.

Analisa Usaha Jamur Tiram

Analisa Bisnis Jamur Tiram
acehbisnis.com

Untuk permulaan analisa usaha jamur tiram, Anda bisa memulai bisnis dengan menggunakan 1000 baglog.

Pembuatan rumah jamur membutuhkan biaya Rp3.000.000, sedangkan untuk sprayer Rp400.000, membeli termometer dan barometer Rp250.000. Total modal awal yang Anda butuhkan untuk kebutuhan operasional Rp3.650.000 kurang lebih.

Namun, Anda juga harus mengeluarkan biaya untuk kebutuhan operasional seperti pembelian baglog Rp1.800.000, bibit Rp200.000, listrik dan air Rp100.000. Sehingga keseluruhan modal yang Anda butuhkan untuk biaya proses dan modal awal sebesar Rp6.750.000.

Bagaimana dengan pendapatan yang bisa kita dapatkan dari bisnis ini? Untuk hasil jamur, Anda bisa mendapatkan 400 kg jamur untuk 1000 baglog. Sedangkan harga jamur per kilogramnya Rp10.000. Sehingga laba kotor yang Anda dapatkan Rp4.000.000. Untuk laba bersih Rp4.000.000 – Rp2.100.000 = Rp1.900.000 dalam 4 bulan.

Mungkin laba tersebut dianggap kecil, namun jangan salah, perhitungan ini merupakan perhitungan untuk pemula, karena Anda hanya memiliki 1000 baglog.

Namun bagaimana jika Anda memiliki 10.000 baglog, dan baglog tersebut didapatkan bukan dengan membeli dari supplier, namun membuat baglog sendiri. Tentu saja modal dapat ditekan dan keuntungan Anda menjadi semakin melimpah ruah.

Agar usaha budidaya yang Anda lakukan semakin menguntungkan, usahakan menggunakan lahan sendiri, karena jika Anda masih menggunakan lahan milik orang lain dan menyewanya, tentu modal operasional yang harus dikeluarkan menjadi semakin besar.

BACA JUGA  Budidaya Jamur Tiram dari Ampas Kopi

Selain menggunakan lahan sendiri, usahakan menggunakan alat-alat dengan merek berkualitas seperti termometer dan sprayer, sehingga kualitas bisa semakin ditingkatkan.

Jika Anda ingin langsung membangun bisnis budidaya jamur yang berskala besar, salah satu tips yang bisa Anda lakukan adalah bekerjasama dengan investor.

Anda bisa memaparkan usaha yang menguntungkan ini dan bagaimana strategi pemasaran yang akan Anda lakukan untuk membuat bisnis ini meroket. Manfaatkan pemasaran digital yang sekarang lebih efektif digunakan di semua bisnis.

Tantangan Bisnis Budidaya Jamur Tiram

Analisa Usaha Jamur Tiram
tulungagungdaring.id

Usaha budidaya jamur tiram tidak lepas dari tantangan. Pelaku usaha budidaya jamur tiram perlu memitigasi tantangan ini agar tidak justru berubah dari kerugian.

Salah satu tantangan datang dari internal usaha itu sendiri. Banyak usaha jamur tiram yang gulung tikar karena pelaku usahanya tidak dibekali dengan pengetahuan tentang administrasi dan manajemen usaha yang baik.

Kebanyakan, usaha ini merupakan usaha keluarga dimana pembagian tugas dan juga perhitungan keuangan menjadi kabur. Pemasukan dan pengeluaran yang tidak terkontrol ditambah dengan konflik internal keluarga bisa berpotensi membuat usaha gulung tikar. Untuk itu, perlu ada pembagian tugas dan keuntungan yang jelas dan tegas jika ingin usaha ini maju.

Kemudian, kurangnya perhatian terhadap distribusi juga bisa menyebabkan usaha ini gagal. Karakteristik jamur tiram yang rapuh tentu memerlukan penanganan khusus ketika pengiriman. Bagi pemula, hal ini bisa membuat kewalahan apalagi jika enggan belajar pada para senior.

Yang tidak kalah pentingnya adalah jangan meremehkan faktor alam. Hama, bencana alam, cuaca merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kesuksesan panen jamur tiram. Untuk itu, semua hal yang berkaitan dengan alam perlu dimitigasi agar panen tidak gagal dan bisa diubah menjadi pundi-pundi uang.

Bisnis budidaya jamur memang usaha yang menggiurkan, lebih-lebih pesaing yang berada di bidang ini masih sangat sedikit.

Banyak yang enggan dan ragu dapat menjalankan bisnis ini dengan baik atau tidak. Namun, dengan perencanaan yang sudah disusun dengan matang dan melakukan analisa usaha jamur tiram dengan tepat, bisnis ini pasti dapat berkembang.

Analisa Usaha Jamur Tiram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *