Cara Menanam Serai

Cara Menanam Serai – Serai merupakan tanaman yang menyerupai rumput ilalang. Daunnya yang memanjang dan pipih bertekstur keras. Sisi-sisinya tajam dan jika tergores menimbulkan rasa pedih.

Tanaman ini banyak sekali manfaatnya, sehingga sangat cocok untuk ditanam di rumah. Banyak cara menanam serai untuk lahan terbatas dengan menggunakan berbagai media tanam.

Selain memiliki beragam manfaat, tanaman serai juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Hal ini dikarenakan serai merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Diketahui bahwa 50% dari nilai ekspor minyak atsiri berasal dari tanaman ini.

Namun, sebelum membahas cara menanam serai ada baiknya mengetahui terlebih dulu manfaat dari tanaman ini. Tanaman Serai ternyata berasal dari India bagian Selatan dan Srilanka.

Memiliki nama Latin Cymbopogon citratus, termasuk ke dalam keluarga rumput-rumputan. Sebagaimana jenis rumput lainnya, tanaman ini mudah ditanam di pekarangan.

Tanaman serai tidak mempunyai batang, tetapi terdiri dari lapisan pelepah daun yang tumbuh rapat. Termasuk dalam kelompok rimpang walaupun tidak memiliki akar umbi. Daunnya berwarna hijau muda. Jika sudah tua, daun serai akan menguning hingga kecoklatan.

Ada dua jenis tanaman serai, yaitu serai wangi (Cymbopogon citratus) yang mengandung citronella oil (minyak atsiri) serta serai dapur (West Indian Lemongrass) yang banyak mengandung sitral dan menghasilkan lemongrass oil. Di Indonesia yang banyak dibudidayakan adalah jenis serai wangi.

Manfaat Serai

Manfaat Serai
terasjabar.id

Tanaman Serai biasanya digunakan sebagai bahan pelengkap bumbu masakan. Aromanya yang wangi dan khas dapat menambah citarasa masakan. Selain dijadikan bumbu masak, Serai dapat dikonsumsi sebagai minuman hangat, layaknya minum teh.

Kandungan yang terdapat dalam serai adalah minyak atsiri. Minyak yang dihasilkan dari proses penyulingan daun serai. Minyak atsiri biasa digunakan untuk mengusir nyamuk atau serangga lainnya. Selain itu hasil penelitian bahkan menyebutkan bahwa daun Serai memiliki kandungan zat anti mikroba serta anti bakteri.

Diantara manfaat tanaman serai adalah:

Baca Juga: Manfaat Vetsin Untuk Tanaman

  • Minyak esensial yang mengandung atsiri yang berasal dari serai dapat memperkuat serta meningkatkan fungsi sistem saraf. Hal itu dikarenakan  minyak atsiri dapat memberikan efek menghangatkan serta melemaskan otot.
  • Serai dipercaya mengandung antioksidan yang baik dalam pencegahan penyakit kanker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 100 gram serai terkandung zat antioksidan. Senyawa yang terkandung di dalamnya bisa membunuh sel kanker dengan tidak merusak sel yang sehat.
  • Dalam bidang kosmetik, daun serai digunakan dalam upaya memperindah kulit, menghilangkan jerawat serta digunakan juga sebagai bahan penyegar.
  • Serai sangat berguna untuk mengobati pencernaan yang terganggu, masuk angin, sakit perut hingga diare.
  • Serai digunakan juga sebagai detoksifikasi. Dengan mengkonsumsi minuman yang mengandung serai  tubuh akan melakukan detoksifikasi dengan cara buang air kecil menjadi lebih sering.
  • Hasil penelitian juga menunjukkan  bahwa kandungan zat anti-mikroba serta anti-bakteri dalam serai cukup banyak. Zat-zat ini dapat digunakan sebagai antiseptic yang diperlukan dalam mengobati infeksi baik pada organ dalam seperti lambung, usus, saluran kemih juga pada luka luar.

Karena hampir semua bagian tanaman ini bermanfaat, serta khasiatnya yang banyak menjadikan tanaman ini layak untuk ditanam di halaman rumah. Ditambah lagi cara menanam serai ternyata tidak terlalu sulit. Sehingga siapa pun dapat menanam tanaman ini, sekalipun tidak memiliki pekarangan yang luas

Cara Menanam Serai di Pot / Polybag

Cara Menanam Serai di Pot / Polybag
youtube.com

Berikut adalah langkah atau cara menanam serai di rumah. Tak perlu takut karena tidak memiliki cukup ruang untuk bertanam, banyak media tanam yang bisa dipilih. Tanaman ini juga sangat mudah ditanam karena tidak memerlukan biji sebagai bibitnya.

1. Tahap Persiapan

Pada tahap ini, yang perlu dipersiapkan adalah:

Media tanam

Cara menanam serai yang paling baik adalah melalui media tanah. Jadi pastikan tersedia tanah untuk menanamnya. Jika tidak terdapat tanah langsung, tanah dapat ditempatkan di dalam pot atau polybag yang penting tersedia tanahnya. Sekam padi juga diperlukan untuk bahan campuran dan tentu perlu dipersiapkan juga pupuk kandang.

Jenis pupuk ini sangat direkomendasikan karena dapat meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu juga tanaman yang diberi pupuk kandang lebih sehat karena memiliki kandungan nutrisi yang lengkap serta tidak gampang terkena penyakit.

Bibit Serai

Untuk menghasilkan serai dengan kualitas baik, maka bibit yang baik sangat diperlukan. Kualitas bibit tanaman serai dapat terlihat dari jumlah anakan serai, besar bonggol, dan daya adaptasi serta kemampuan bertahan pada kondisi ekstrim.

Bibit serai yang unggul bisa didapatkan dengan mudah melalui toko pertanian yang berlisensi. Meski demikian, penanam juga harus mampu membedakan antara bibit yang unggul dan bukan. Hal tersebut dapat diketahui dengan melihat ciri fisik seperti daun yang segar dan bau yang khas

Selain lewat toko pertanian, bibit serai juga diperoleh dengan cara mengembangbiakan tunas adventif yang berada di akarnya, karena tanaman ini berkembang biak secara vegetatif. Keberhasilan menanam tanaman serai sangat tergantung pada keberhasilan menumbuhkan akarnya.

Jika mempunyai serai yang sudah berakar, maka bibit serai dapat langsung ditanam di tanah. Namun, jika tidak ada maka tahapannya adalah menumbuhkan akar pada Serai terlebih dulu.

Caranya cukup mudah, ambil serai yang masih berdaun dengan tinggi antraa 20 – 30 cm dari ujung bawah. Pastikan bonggol bawahnya keras dan serai sudah tua.

Masukan Serai tadi ke dalam gelas berisi air dengan ketinggian air sekitar 10 – 15 cm,  tunggu kurang lebih satu sampai dua minggu sampai akar serai tumbuh subur. Akar serai akan tumbuh kira-kira satu minggu setelah direndam.  Bibit serai yang akarnya sudah tumbuh siap  dipindahkan ke media tanam.

  • Pilih bibit Serai yang sehat, sebelum memindahkan ke media tanah. Ciri bibit serai yang ideal adalah yang telah tumbuh sekitar 15 cm dengan akar yang kuat serta daun yang tidak layu.

2. Tahap Penanaman

Jika bibit sudah siap, langkah selanjutnya adalah intin dari cara menanam serai, yaitu menanamnya pada media tanam yang tersedia. Jika tidak punya lahan yang cukup, serai bisa ditanam di dalam pot atau polybag dengan menggunakan campuran tanah subur, sekam padi serta pupuk. Perbandingan yang seimbang adalah 2:1:1.

Apabila menanam langsung di pekarangan rumah, pastikan area sekitar tanah yang akan ditanami bibit serai telah bersih. Tidak ada lagi gulma maupun rumput liar lainnya. Buat lubang tanam, beri pupuk kandang tidak kurang dari satu per tiga bagian dari lubang.

Bila menanam di pot atau polybag, aduk campuran tanah, pupuk dan sekam secara rata. Lalu buat lubang di tengahnya kira-kira 10 – 15 cm untuk menanam bibit serai. Setelah dipastikan bibit serai berdiri tegak, tutup lubang dengan memadatkan tanahnya. Terakhir adalah menyiramnya hingga bagian permukaan tanah basah.

3. Tahap Perawatan

Bibit unggul saja tidak cukup untuk menghasilkan tanaman serai yang berkualitas. Perawatan setelah proses penanaman usai juga menjadi bagian yang penting agar hasil serai yang didapatkan memuaskan. Perawatan pada tanaman serai terdiri dari beberapa bagian yakni penyiraman, penyiangan, pemangkasan daun, penyulaman, dan pemupukan.

Penyiraman

Air adalah salah satu unsur utama yang membuat tumbuhan tetap hidup. Begitu juga dengan tanaman serai. Agar serai tumbuh dengan baik, tanaman ini perlu disiram secara rutin. Sebaiknya serai disiram sebanyak dua kali dalam sehari.

Hal ini dilakukan untuk mencegah daun serai berubah warna menjadi kecoklatan yang dapat berakibat pada layunya daun serai. Selain itu, penyiraman secara rutin juga bisa membuat akar tanaman serai menyerap nutrisi di tanah secara lebih mudah.

Penyiangan

Menyiram secara rutin belum cukup untuk membuat serai tumbuh dengan baik. Penyiangan juga perlu dilakukan supaya nutrisi tanah tidak diserap oleh tanaman pengganggu atau gulma. Apabila gulma dibiarkan tumbuh begitu saja, besar kemungkinan tanaman serai akan kekurangan nutrisi yang bisa berakibat pada gagal tumbuh.

Penyiangan gulma pada tanaman serai dapat dilakukan sebulan setelah serai ditanam. Proses penyiangan selanjutnya dapat dilakukan setiap tiga bulan sekali atau bergantung pada kecepatan gulma tumbuh. Alangkah lebih baik, jika gulma mulai tumbuh, segera dilakukan penyiangan agar pertumbuhan serai tidak terganggu.

Setelah tanaman pengganggu disingkirkan, ada baiknya jika tanah kembali digemburkan. Hal ini dilakukan untuk membantu respirasi akar tanaman, dan juga mempermudah penyerapan nutrisi serai. Penggemburan tanah juga bisa menjaga sirkulasi oksigen dalam tanah.

Pemangkasan Daun

Perawatan serai selanjutnya dapat dilakukan saat tanaman serai berusia enam bulan dan ketika serai berusia 12 bulan. Pada usia ini, daun-daun serai akan semakin banyak. Oleh karena itu, daun-daun yang tua harus dipangkas. Ciri dari daun tua yakni berwarna kecoklatan dan berukuran panjang.

Pemangkasan daun tua ini perlu dilakukan karena besar kemungkinan daun tua akan layu dan menjadi sumber ulat. Tidak hanya itu, pemangkasan daun juga dilakukan untuk meningkatkan kuantitas pada rimpang umbi serai serta meningkatkan kualitas tanaman serai.

Penyulaman

Saat menanam serai, bukan hal yang tidak mungkin jika ada beberapa bibit yang tidak berhasil tumbuh atau mati. Oleh karena itu perlu dilakukan proses penyulaman pada tanaman yang tidak berhasil tumbuh dalam waktu sebulan tersebut.

Dengan melakukan penyulaman, produksi dan jumlah tanaman serai pun dapat terjaga. Pada proses penyulaman, bibit yang digunakan berasal dari anakan serai yang hidup dan tumbuh di sampingnya.

Pemupukan

Perawatan tanaman serai yang tidak kalah penting adalah pemupukan. Serai diberi pupuk pada usia 4,8, dan 16 minggu. Agar pertumbuhan tanaman serai bagus, sebaiknya serai diberi pupuk kandang dan organik. Selain itu, pemberian pupuk juga berfungsi untuk menjaga kesuburan tanah dan menjaga kestabilan produksi.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menanam Serai

Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Menanam Serai
info-bertani.blogspot.com

Dalam bercocok tanam, harus diperhatikan hal-hal yang dapat membuat tanaman yang ditanam tumbuh subur. Meskipun tanaman serai termasuk tanaman yang mudah tumbuh, akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Adapun hal-hal tersebut antara lain:

Artikel Lain: Cara Menanam Kunyit

  • Serai dapat tumbuh pada ketinggian 100-1000 mdpl
  • Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman serai adalah tanah lempung berpasir, tanah humus, tanah liat dan jenis tanah alluvial.
  • pH tanah antara 5.5 – 6.5
  • Mendapat intensitas cahaya yang cukup
  • Suhu berkisar antara 22 sampai 32 derajat celcius dengan kelembaban udara sekitar 85%

Video Menanam Serai / Sereh di Tanah Langsung dengan Mudah

Begitulah  cara menanam serai yang praktis. Tanaman ini sangat baik ditanam di rumah, karena mengandung khasiat yang banyak untuk kesehatan. Selain mudah menanamnya, tanaman ini juga tidak sulit dalam perawatannya. Cukup menyiramnya tiap hari, dan memberi pupuk lagi setelah 5 bulan hingga 6 bulan dari waktu penanaman. Selain itu, proses pemanenan sudah dapat dilakukan mulai dari usia tanaman serai sekitar 10 bulan.

Cara Menanam Serai

Leave a Comment